Home / Berita / Silaturahim / Warung Pinang: Napaktilas Perjuangan KAMMI Di Tanah Papua

Warung Pinang: Napaktilas Perjuangan KAMMI Di Tanah Papua

dakwatunacom – Jayapura. Tahun 2001 adalah awal kebangkitan estafet perjuangan Dakwah KAMMI di tanah Papua. Di tahun itu KAMMI pertama kali dideklarasikan walau sebenarnya ada kesan keterpaksaan KAMMI harus segera dibentuk kala itu, namun karena tuntutan dakwah dan tekad yang bulat serta dukungan dari berbagai pihak termasuk dukungan dari pengurus pusat KAMMI akhirnya rencana itu tetap dilaksanakan.

Sedianya SK (surat keputusan) pendirian KAMMI Papua dari KAMMI Pusat dikirim via email sehari sebelum pendeklarasian dilaksanakan karena keterbatasan akses jaringan internet sampai hari yang sudah ditentukan pun SK itu belum bisa dibuka sehingga dengan terpaksa dan kepastian dari pusat kalau SK sudah dikirim maka prosesi pendeklarasian KAMMI Papua pun tetap dilaksanakan dan alhasil SK itu baru bisa dilihat keesokan harinya, kenang Gendro Mulyono, M.Pd deklarator dan Ketua KAMMI Papua pertama periode 2001-2003.

Bertempat di Aula bimbel Rumah Prestasi Jl. Baru Abepura Jayapura, Papua, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melaksanakan kegiatan “Warung Pinang” SARASEHAN Bareng Alumni dari generasi 2001 hingga 2013 pada hari Ahad (31/03/2013) pukul 09.00-12.00 WIT.

Warung Pinang ini adalah Rangkaian kegiatan Pengurus Daerah (PD) KAMMI Papua dalam rangka 15 tahun Milad KAMMI (29 Maret 1998 – 29 Maret 2013), di mana kegiatan sebelumnya sudah dimulai sejak tanggal 29 Maret 2013 dengan berbagai acara seperti Baksos, Kampanye Go Green mendukung pemerintah dengan Gerakan Jayapura Bersih, Cerdas Cermat Tingkat Komisariat, Lomba Menulis Opini, dan hari Ahad (31/03/2013) acara puncak dari seluruh rangkaian acara 15 tahun Milad KAMMI.

Kegiatan yang mengambil tema “Napaktilas Perjuangan KAMMI di Tanah Papua” ini menghadirkan beberapa alumni lintas generasi di antaranya Gendro Mulyono, M.Pd (Deklarator dan mantan Ketua KAMMI Papua pertama periode 2001-2003), Dadi Waluyo, S.Pd (Mantan Ketua KAMMI Daerah Papua periode 2005-2007), Isnain Yeubun, S.HI (Mantan Pengurus KAMMI Daerah Papua periode 2008-2009), M. Firdaus Abduh, ST (Mantan Ketua KAMMI Daerah Papua periode 2009-2011), A. Mangewani Latief, S.HI (Ketua KAMMI Daerah Papua periode 2011-sekarang).

Selain itu juga dihadiri oleh kader-kader yang berasal dari berbagai kampus seperti Universitas Cenderawasih, Universitas Yapis Papua, Universitas Sain dan teknologi (USTJ), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Al-Fatah Jayapura, Akademi Keperawatan RSMI Jayapura, dan Politeknik Kesehatan Jayapura yang berada di bawah koordinasi 4 Komisariat yaitu Komisariat UNCEN, UNIYAP, USPOL, dan Kab. Jayapura.

Seperti biasa sedianya kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan seluruh Komisariat yang ada di bawah naungan PD KAMMI Papua namun karena keterbatasan dana dan waktu sehingga Komisariat Merauke, Manokwari, dan Sorong Raya tidak bisa dilibatkan, sebagaimana diketahui jarak antara kota Jayapura dan Komisariat Merauke, Manokwari, dan Sorong Raya hanya bisa ditempuh dengan perjalanan laut dan udara.

Seperti di Sumatera, Sulawesi, dan di Pulau Jawa, setiap warga kerap menjadikan warung kopi sebagai tempat berdiskusi, sharing pengalaman, dan pembicaraan lainnya. Begitu juga di saat warga Papua duduk bersama dan memakan pinang di Kota Jayapura, “Warung Pinang” kerap dijadikan semacam tempat pertemuan untuk membicarakan banyak hal dalam suasana santai.

Begitu juga dengan warung pinang KAMMI siang itu berlangsung dalam suasana santai dan penuh romantisme tentunya tanpa makan pinang. Kader-kader KAMMI yang hadir saat itu seolah terbawah dalam masa-masa kejayaan KAMMI di awal-awal lahirnya dan perjuangan para alumni di kala itu. Seperti yang diceritakan oleh Gendro bahwa pada awal perekrutan kader melalui proses Daurah Marhalah (DM) 1 (Pintu gerbang sistem pengkaderan dalam KAMMI) yang kala itu dilaksanakan di Asrama Haji Kota Jayapura, ketika itu Aula asrama haji dipenuhi dengan mahasiswa dari berbagai kampus yang berjumlah lebih dari 100 orang peserta DM1. Namun sekarang kondisi itu berubah drastis dari tahun ke tahun setiap pelaksanaan DM1 peserta yang bisa diikutkan DM1 tidak pernah melebihi dari 30 orang, mengapa demikian….??

Sarasehan yang dipandu oleh Usman yang juga Sekretaris Umum PD KAMMI Papua ini merupakan momentum bersejarah bagi para alumni dan kader-kader yang hadir. Bagi para alumni ini adalah kesempatan bernostalgia dan berbagi pengalaman romantisme semasa masih menjabat sebagai pengurus di KAMMI. Dan kesempatan emas ini dimanfaatkan betul oleh para kader untuk mengenal lebih jauh para pejuang-pejuang dakwah KAMMI terdahulu (asabikunal awwalun).

Selain berbagi ilmu dan pengalaman selama mengarungi medan dakwah para alumni juga berbagi cerita ketika pertama kali mengenal KAMMI dan akhirnya ikut terjun dalam Dakwah KAMMI. Seperti pemaparan Isnain Yeubun yang juga Kepala Sekolah SDIT Qurrota A’yun Abepura bahwa awalnya bergabung di KAMMI hanya karena terpaksa (tersesat dijalan yang benar), ketika pertama kali ditawarkan bergabung di KAMMI beliau tidak langsung tertarik apalagi langsung ikut DM1. Isnain yang notabene alumni pesantren modern Gontor ini awalnya agak jual mahal karena merasa ilmu agama yang diajarkan di KAMMI masih jauh lebih baik daripada apa yang didapat waktu masih nyantri di pesantren.

Seiring berjalannya waktu dan melihat kelebihan-kelebihan yang dimiliki KAMMI Isnain pun akhirnya tertarik bergabung dengan KAMMI dan beberapa tahun terakhir Isnain masih tetap konsern mengurus KAMMI dibalik layar sebagai ketua Korps Pemandu Daerah atau Komander (forum pembinaan perkembangan karakter kader KAMMI melalui sistem tarbiyah). Pengalaman yang dipaparkan oleh Isnain tidak jauh berbeda dengan ketua PD KAMMI Papua sekarang A. Latief yang juga tidak lain adalah adik tingkat Isnain sewaktu masih di kampus STAIN Al Fatah Jayapura. A. Latief mengatakan Isnain adalah orang yang tidak pernah henti-hentinya mengajaknya ikut di setiap kegiatan di KAMMI. Memutuskan akhirnya bergabung di KAMMI adalah pilihan yang membutuhkan proses pertimbangan yang cukup lama.

Di penghujung acara panitia memberikan apresiasi kepada para alumni berupa cenderamata piagam penghargaan atas partisipasinya sebagai narasumber. Pada kesempatan yang sama panitia juga mengumumkan pemenang lomba Menulis Opini serta pemberian cenderamata, juara 1 diraih oleh Mayang N. Indah asal komisariat Manokwari dengan tema tulisan “menakar potensi pemimpin muda di kancah perpolitikan nasional”, juara 2 diraih oleh Arsul AR asal komisariat Manokwari dengan tema tulisan 15 tahun KAMMI berkarya untuk bangsa “secercah harapan dibalik kabut pekat dari ujung timur Indonesia”, dan juara 3 diraih oleh Nazaruddin asal komisariat Jayapura dengan tema tulisan “menakar potensi pemimpin muda di kancah perpolitikan nasional”.

Selain itu panitia juga memberikan cenderamata kepada pemenang lomba cerdas cermat tingkat komisariat yaitu juara 1 oleh tim KAMMI Komisariat USPOL, juara 2 oleh tim KAMMI Komisariat Uniyap 2 (ikhwan), juara 3 oleh tim Komisariat Uniyap 1 (akhwat), dan juara harapan 1 oleh tim Komisariat Jayapura/Sentani. Di sesi penutupan acara warung pinang ini diisi dengan foto bersama para alumni. (drs/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ahok

KAMMI: Ahok Harus Minta Maaf kepada Umat Islam