Home / Narasi Islam / Politik / As Siyasatur Ruhiyah (Strategi Ruhiyah Adalah Semangat Perjuangan Siyasi)

As Siyasatur Ruhiyah (Strategi Ruhiyah Adalah Semangat Perjuangan Siyasi)

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banda Aceh lakukan konsolidasi untuk perkuat ruhiyah dengan tema: “Yaumun Ma’al Qur’an atau “Sehari Bersama Alqur’an”.  Acara yang berbentuk tilawah, tadabbur, muhasabah dan zikir ini dimulai pukul 14.00 s/d 18.15 WIB dipusatkan di Mesjid al-Badar, Lampinueng, Banda Aceh  (Sabtu, 16/2/2013) dan diikuti oleh 600 orang kader PKS Banda Aceh. (Dok PKS Banda Aceh)
Ratusan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banda Aceh lakukan konsolidasi untuk perkuat ruhiyah dengan tema: “Yaumun Ma’al Qur’an atau “Sehari Bersama Alqur’an”. Acara yang berbentuk tilawah, tadabbur, muhasabah dan zikir ini dimulai pukul 14.00 s/d 18.15 WIB dipusatkan di Mesjid al-Badar, Lampinueng, Banda Aceh (Sabtu, 16/2/2013) dan diikuti oleh 600 orang kader PKS Banda Aceh. (Dok PKS Banda Aceh)

dakwatuna.com – Di tengah realitas problematika bangsa kita hari ini adalah sederet agenda-agenda besar yang mesti kita lakukan demi membuat kehidupan ini lebih baik, adalah tugas kita bagaimana memerankan salah satu peran mahasiswa di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan yakni peran politis, mahasiswa adalah representasi dari masyarakat yang pro kepada kebenaran dan perubahan yang lebih baik.

Sebelum kita melangkah lebih jauh ke dalam bahasan ini, saya mengutip perkataan Ust Anis Matta dalam sebuah sesi beliau mengatakan, syarat pertama yang harus dilalui oleh umat ini adalah al yaqizhatur Ruhiah (Kebangkitan spiritual), tema ini adalah salah satu episode terpenting dalam episode-episode kebangkitan umat, kalau kita memandang dalam konteks dakwah, salah satu realisasi kebangkitan itu adalah tersampaikannya risalah ini kepada seluruh manusia, sebagaimana yang Allah SWT katakan dalam Al Qur’an kisah Ashhabul ukhdud, walaupun secara kasat mata sang pemuda mukmin mati dipanah akan tetapi semangat keteguhan, idealismenya dalam mempertahankan ideologinya menghujam ke dalam sanubari manusia yang menyaksikan proses kematiannya.

Ketika kita berbicara tentang prosesi politik, seperti Pemilu, ini adalah free research untuk mengetahui sasaran loyalitas (wala’ wa baraa) serta afiliasi ideologis praktis umat Islam di Indonesia, yang ternyata sebagian besar masih memberikan afiliasi politis kepada pribadi-pribadi tanpa nilai dan cenderung bersimbol kepentingan semata, maka sudah selayaknya mereka yang berjuang dan berorientasi gerakan profetik itu mewarisi kepemimpinan bumi ini agar semua elemen kehidupan merasakan betul rahmat Allah Ta’ala lewat tirani kekuasaan hamba-hamba yang Shalih, “sesungguhnya telah kami tulis dalam zabur setelah (tertulis) di dalam Adz Dzikri (lauh mahfuzh) bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hambaKu yang shalih”. (Al anbiya’: 105).

Dalam perjalanan sirah kita dapat mengambil point of information bahwasanya setiap prosesi kebangkitan tidaklah terealisasi melainkan dengan jalan ishlaahur ruh (Reformasi ruhiyah), Ishlahul Ittijah (Reformasi orientasi) dan Ishlahul mabda’ (Reformasi prinsip), ini merupakan agenda-agenda yang mesti dilakukan ketika kita hendak menebar cahaya kebaikan di setiap lini kehidupan manusia. Setidaknya ada dua agenda penting yang mesti kita lakukan dalam strategi perjuangan ruhiyah yang sedang kita jalani saat ini.

Pertama, bina’aur ruhiatul qawiyah (membangun kekuatan ruhiyah) merupakan sebuah strategi yang tak dapat tidak mesti kita lakukan kita buat program edukasi ruhiyah bagi masyarakat merupakan peran sosial mahasiswa dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Kita melihat sudah banyak di antara para aktivis dakwah yang mulai berangsur-angsur meninggalkan hal ini dalam prosesi politisnya, kita berdoa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan untuk terus bisa berkontribusi dalam sejarah kebangkitan Islam.

Kedua, binaa’ul manna’atur ruhiyah (membangun kekebalan ruhiyah) hal ini penting dilakukan kenapa? Karena hal yang paling esensial setelah kita melakukan prosesi penguatan ruhiyah adalah menjaga agar tetap terjaga dari degradasi ruhiyah yang akan berimplikasi pada lambatnya prosesi kebangkitan Islam, kita bisa melihat realitas sirah ketika Shalahuddin Al Ayyubi menjaga kondisi ruhiyah para tentaranya dengan berjalan di setiap kemah untuk memperhatikan qiyamul lail para jundinya, dan beliau mendapati salah satu kamp seorang tentara tertidur lalu beliau membangunkannya dan seraya berkata perbuatan kamu ini akan menjadi penghalang kemenangan kita.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Linguistik Program Pasca Sarjana, di The Arab League Institute Of Arab Research & Studies, Cairo. Anggota Tim Sekretaris PIP PKS Mesir. Peminat Sejarah dan Sastra.

Lihat Juga

gadget

Anak-Anak di Era Digital dan Media Sosial