Home / Berita / Silaturahim / Seminar Jurnalistik Bersama Jusman Dalle: Mengubah Dunia Dengan Pena

Seminar Jurnalistik Bersama Jusman Dalle: Mengubah Dunia Dengan Pena

Seminar Jurnalistik dalam serangkaian acara RAPIMNAS 1 FSLDK, di gedung GRABIK FK UNAIR,  Ahad (31/3/2013). (Dok LDK Janur UNAIR)
Seminar Jurnalistik dalam serangkaian acara RAPIMNAS 1 FSLDK, di gedung GRABIK FK UNAIR, Ahad (31/3/2013). (Dok LDK Janur UNAIR)

dakwatuna.comSurabaya. Masih dalam serangkaian acara RAPIMNAS 1 FSLDK, gedung GRABIK FK UNAIR Ahad kemarin (31/3/2013) kembali bergema dengan Seminar Jurnalistik. Jusman Dalle selaku pembicara memompa semangat menulis para peserta. Mahasiswa harus bisa menulis, hendak lulus kuliah pun harus menulis skripsi.

Alasan seseorang untuk menulis ada bermacam. Di dalam QS. Al-‘Alaq ayat 4, seorang muslim wajib menuntut ilmu, salah satunya adalah dengan pena atau menulis.

Seorang Napoleon Bonaparte saja pernah berujar, “Saya lebih takut kepada pena seorang penulis ketimbang 1000 bedil tentara musuh”.  Karena dengan menulis, ilmu dapat tersalurkan dan ide dapat tersampaikan. Di samping itu hanya dengan menulis dapat mengubah dunia. Maka keterampilan menulis sangat penting untuk diperbaharui dan dilatih.

Pentingnya menulis dan meningkatkan kemampuan menulis juga perlu diimbangi dengan meregenerasi dan menularkan keahlian serta semangat dalam menulis. Sebagai aktivis Dakwah Kampus, perlu bagi seorang aktivis pandai menulis untuk lebih menarik perhatian pembaca dan masyarakat untuk menyimak isi dari dakwah yang disampaikan. Tak dipungkiri lagi kecepatan perkembangan teknologi menuntut para aktivis untuk meng-upgrade  diri.

Peserta Seminar Jurnalistik dalam serangkaian acara RAPIMNAS 1 FSLDK, di gedung GRABIK FK UNAIR,  Ahad (31/3/2013). (Dok LDK Janur UNAIR)
Peserta Seminar Jurnalistik dalam serangkaian acara RAPIMNAS 1 FSLDK, di gedung GRABIK FK UNAIR, Ahad (31/3/2013). (Dok LDK Janur UNAIR)

Lalu bagaimana tips menulis yang tepat? Jusman Dalle memberikan beberapa tips penting bagaimana memulai menulis, yaitu dengan mencari ide tulisan dan membuat kerangka. Ide didapatkan dari membaca, melihat, mendengar, berfikir, berdiskusi.  Sehingga diperoleh sebuah gagasan untuk dituangkan dalam tulisan. Karena kunci utama dalam menulis adalah mempertajam firasat. Selain itu Judul tulisan juga mempengaruhi minat pembaca. Menurut Jusman Dalle, judul tulisan itu harus to the point, misterius, provokatif, singkat dan padat, berpola, original.

Jadi, jangan patah semangat untuk terus berdakwah. Menulis bisa jadi kunci kesuksesan dan dengan menulis kita dapat mengubah dunia. (janurunair/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (Pa Moyo)

Saat Eskalasi Perang Suriah Menjadi Perang Dunia