Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Menuju Indonesia Bahagia

Menuju Indonesia Bahagia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Kita harus selalu bermimpi 
Tuk memajukan negeri ini
Memadukan segala visi
Mewujudkan Indonesia abadi

Dengan perlahan tapi pasti
Dengan cepat dan sekuat hari
Bersatu dan saling melengkapi
Mewujudkan Indonesia abadi

Dan hentikan untuk saling menyalahkan
Cita-cita haruslah dituntaskan
Perbaiki diri untuk saling melengkapi
Tiada yang terbaik melainkan kita berjuang bersama

Indonesia adalah luar biasa
Indonesia adalah Negara mulia
Kita yakini dan kita percaya
Bahwa kita yang pastikan Indonesia Bahagia
Bahwa kita yang tentukan Indonesia Bahagia
Bahwa kita yang hadirkan mimpi besar kita …
Indonesia bahagia!

bendera-merah-putihldakwatuna.com – “Indonesia Bahagia” sepintas kita bertanya-tanya tentang apa yang maksud dengan dua penggalan kata tersebut. Penggalan kata yang mungkin sebagian orang tidak merasa asing karena terdapat dalam teks lengkap lagu Indonesia Raya. Indonesia bahagia (menurut penulis) berarti telah tegaknya kebenaran dan tidak ada kezhaliman di bumi Indonesia sehingga warga Negara merasa aman, tenteram, sejahtera dan bahagia.

Bagaimana Caranya mewujudkan Indonesia Bahagia?

Dengan Islam, dengan mematuhi perintah Allah dan ajaran-ajaran Rasulullah dan larangan-laranganNya yang mengajarkan kebenaran, kebijaksanaan, keadilan, kebaikan dan segala yang dibutuhkan manusia.

Sebagai seorang muslim yang bertempat di Indonesia, kita harus mengazamkan untuk tercapainya Indonesia bahagia, menegakkan kebenaran dan meruntuhkan kezhaliman.  Semua itu harus dimulai dengan keinginan dan tekad yang baik hanya berharap pada Ridha Allah SWT. Sesuai dengan sabda Rasulullah Muhammad SAW “Sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung dari niatnya. Dan Sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. (Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

Tentunya bukanlah semudah membalikkan telapak untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Butuh waktu yang lama, energi yang banyak, rencana-rencana yang strategis, kerjasama yang harmonis dan pengorbanan yang luar biasa dari segala pihak. Yang perlu digarisbawahi bahwa cita-cita besar tersebut dengan effort yang luar biasa adalah dimulai dari diri sendiri. Diri pribadi mulai berbenah, yakin bahwa dengan usaha yang keras Insya Allah akan mencapai cita-cita, meningkatkan kapasitas diri (baik fisik maupun rukhiyah)

Setelah kapasitas diri optimal, janganlah menyalahkan keadaan karena hanya akan menambah urusan menjadi runyam, terus dan teruslah berfikir mengenai solusi terbaik apa yang bisa dilakukan dan yang sangat perlu digarisbawahi adalah Tiada yang terbaik melainkan kita berjuang bersama, bahwa kita tidak bisa melakukan hal tersebut sendirian. Kita harus bekerja sama dan menyamakan tujuan. Seperti yang tercantum dalam Al Quran surat Ar-rum ayat 54 yang berbunyi:  “llah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.”

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Teknik Mesin dan Industri UGM, Ilmu adalah milik Allah, dan salah satu cara untuk membagikan ilmu dengan menulis. " sebaik - baik manusia adalah yang bermanfaaat untuk orang lain"

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Wakaf Sebagai Solusi Pengembangan Infrastruktur di Indonesia