Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Jangan Sakiti Aku Kekasih

Jangan Sakiti Aku Kekasih

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (kawanimut)
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.com

Ketika itu aku sedang bermetamorfosa menjadi seorang akhwat
Yang masih aneh dipandang keluarga maupun teman sejawat
Aku bertemu engkau yang terlihat ikhwan
Dengan celana cungkringmu dan jenggot tipismu
Aku pun tahu kau anak seorang ustadz
Teman-temanmu selalu kau bina

Keteguhan hati kita menjaga iffah dikalahkan syetan yang ingin menambah teman di rumah kekalnya neraka
Kita bertemu dan merindu bagaikan lupa kita aktivis dakwah
Air mataku tumpah tak terhenti
Menyesali apa yang telah terjadi

Shalat taubat berkali-kali kulakukan
Sangat berharap Allah memaafkan dan member jalan
Engkau menyetujui bahwa cinta kita hanya karena Allah
Lalu Allah menghimpun kita dalam pernikahan

Maafkan aku teman-teman aku sekarang tidak ikut kajian
Aku di rumah bersama pendamping hidupku dan anak-anak kami
Aku meminta kau tetap ikut kajian
Agar kau bisa membimbing kami keluarga kecilmu

Tidak rutin kita kajian kecil di rumah
Berbagai kejadian dan alasan menghadang
Tapi ini lebih banyak karena kita tidak lagi memegang teguh bahwa dakwah adalah kebutuhan kita.
Aku tetap bahagia karena kau masih menjaga aku sebagai seorang akhwat, tidak tabaruj, tidak berkhalwat, tidak berghibah, dan lainnya

Tapi kali ini kembali air mataku tumpah tak terhenti
Kau ingatkan aku untuk tetap menjadi akhwat shalihah
Aku mendapatimu bermadu kasih dengan beberapa wanita teman kerjamu
Selama bertahun-tahun kita menikah

Aku tertipu dengan janji manismu
Atau kau gerah dengan keakhwatanku?
Apakah kau ingin menjamah mereka yang berani mengekspos diri dengan senyum, suara lemah lembut mereka di depan lelaki yang bukan mahramnya?
Semua itu Allah sampaikan kepadaku

Tidak melalui makhluk-Nya
Email, chatting dan semua alat canggihmu yang memberitahukan
Terbuka terklik seakan-akan ada yang mengoperasikan
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Jangan sakiti aku kekasih
Karena hatiku tidak akan menjadi sakit hanya karena engkau menduakan aku
Dengan wanita bersuami dan yang sedang mencari suami
Allah tahu aku tidak akan meminta perpisahan karena cintaku kepadamu karena-Nya

Bukan fisikmu, bukan hartamu, bukan garis keturunanmu
Jika engkau sedang diuji Allah dengan perempuan lain
Aku selalu mengingatkan bahwa lebih baik engkau nikahi mereka
Karena itu lebih baik bagimu

Jangan sakiti aku kekasih
Aku tidak ingin dosa mu bertambah
Jangan sakiti aku kekasih
Karena aku tidak mau bersedih untuk hal ini

Aku senang apa yang membuatmu senang
Tapi lakukanlah dengan ma’ruf dengan cara yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan
Jangan sakiti aku kekasih dengan mencoba-coba mendekati laranganNya
Jangan sakiti aku kekasih

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 7,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Seorang perawat yang akhirnya mendedikasikan dirinya untuk keluarga dan umat, selalu mencari kesempatan untuk syahid fi sabilillah.

Lihat Juga

Mohammad Natsir

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing