Home / Berita / Nasional / Mendesak, Pengembangan Gas Sebagai Energi Utama di Indonesia

Mendesak, Pengembangan Gas Sebagai Energi Utama di Indonesia

Seminar nasional "Gas untuk Enegeri Masa Depan", Rabu (27/3/2013). (ist)
Seminar nasional “Gas untuk Enegeri Masa Depan”, Rabu (27/3/2013). (ist)

dakwatuna.com – Jakarta. Produksi minyak nasional yang semakin menurun dan subsidi energi yang semakin tinggi harus mampu mendorong Pemerintah merumuskan dan mengembangkan gas sebagai energi utama di masa depan. Fraksi PKS mendesak Pemerintah menjadikan Gas sebagai prioritas utama penopang energi masa depan Indonesia.

Anggota Komisi VII DPR RI dari Achmad Rilyadi menyampaikan hal ini di dalam Seminar Nasional Fraksi PKS “Gas Energi Masa Depan,” di Jakarta (27/3)

“Setidaknya ada tiga faktor yang mendorong kita untuk segera memanfaatkan ke gas sebagai sumber energi utama masa depan. Karena Produksi minyak bumi nasional yang terus menurun, Subsidi BBM dan listrik yang tinggi dan terus meningkat, dan dalam rangka meningkatkan security of supply sumber energi dalam negeri”, kata Legislator yang akrab disapa Irel ini.

Hadir dalam seminar tersebut Dirjen Migas Kementerian ESDM A. Rudy Hermantoro, Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, Direktur PLN Nur Pamudji, Direktur PGN Hendi Prio Santoso dan Perwakilan Asosiasi Pengusaha CNG Indonesia Danny Praditya.

Irel menambahkan, minimnya infrastruktur gas nasional menjadi salah satu penghambat utama dari masih rendahnya pemanfaatan gas domestik. Walaupun alokasi gas untuk domestik terus meningkat dari tahun ke tahun, namun alokasi gas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah untuk kebutuhan domestik masih belum mencukupi.

“Minimnya infrastruktur gas nasional, pada akhirnya berimplikasi kepada tingkat pertumbuhan pasar gas domestik yang lambat. Sebab, demand gas akan terbangun dengan baik apabila diikuti dengan supply yang mencukupi. Selain itu, faktor distorsi pasar karena harga BBM yang rendah, belum cukup memberikan price signal kepada konsumen untuk beralih dari BBM ke gas”, tegas Irel.

Untuk itu, lanjut Irel, Fraksi PKS DPR RI mengusulkan Roadmap Pengembangan Gas Nasional 2013 – 2024, dalam rangka mendorong pemanfaatan gas untuk energi nasional di masa depan. Roadmap ini disusun agar dapat dilaksanakan oleh stakeholder terkait di sektor gas.

“Road map ini menjadi panduan dan program aktif pemerintah beserta seluruh stakeholders dalam mendukung pemanfaatan dan optimalisasi gas. Sehingga setiap pemangku kepentingan dapat berperan berdasarkan kapasitas masing-masing”, papar Irel.

Road map disusun dalam rencana strategis utama, Jangka Pendek (2013 – 2016) melaksanakan konsolidasi dan pembangunan infrastruktur gas nasional, Jangka Menengah (2017 – 2020) mengembangkan pasar gas domestik dan ekspansi sumber baru. Jangka Panjang (2021 – 2024) dengan kemandirian gas nasional.

Seperti diketahui, Produksi gas nasional pada saat ini menunjukkan tren peningkatan yang positif, dari sekitar 8.000 MMSCFD pada tahun 2009 menjadi 8.400 MMSCFD pada tahun 2011. Kenaikan produksi gas nasional pada periode 2000 – 2011 menjadi kompensasi atas menurunnya produksi minyak nasional, sehingga secara keseluruhan, target pendapatan dari sektor migas dapat dipenuhi walaupun target produksi minyak tidak dapat dipenuhi.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya