Home / Berita / Internasional / Asia / Jam Malam Membuat Kota Myanmar Mencekam

Jam Malam Membuat Kota Myanmar Mencekam

jam malamdakwatuna.com – Yangon.  Penerapan jam malam membuat situasi di utara Myanmar mencekam. AP mengatakan, Rabu (27/3), kerusuhan baru-baru ini mengguncang situasi di Yangoon. Di ibu kota, pemilik-pemilik toko memilih tidak beraktivitas saat malam hari.

”Orang-orang mengalami ketakutan akibat pembakaran. Tidak ada yang aman,” kata seorang warga, kepada Reuters, Rabu (27/3). BBC Newsmengabarkan, Otoritas Amerika Serikat (AS) di Myanmar mengimbau warga agar menghindari keramaian. AS memprioritaskan warganya menghindari Kota Mandalay. Ancaman kekerasan menjadi pemicu larangan tersebut.

Warga lainnya mengatakan, keamanan bagi kelompok minoritas hanya terjadi saat siang. Penerapan jam malam diharapkan akan menolong kelompok korban sasaran. Akan tetapi, menurut dia, keamanan tidak dapat berbuat banyak jika melihat massa dengan senjata dan api.

Kekerasan bernuansa agama mencuat kembali di Myanmar. Kejadian ini diawali dari perselisihan antara pedagang emas dan seorang pelanggannya di Meikhtilla, pekan lalu. Pemilik toko dikabarkan seorang muslim, sedangkan pelanggannya seorang penganut Buddha. Percekcokan jual beli itu berujung pada aksi brutalisme. Massa mengepung toko emas dan membakarnya.

Tidak reda, massa yang sama membakar rumah-rumah dan toko milik muslim lainnya. Beberapa masjid juga menjadi sasaran.Insiden ini menjalar ke kota-kota lain. Hingga sekarang, tidak kurang dari 12 ribu penduduk muslim hijrah dari Meikhtilla menuju tepat aman. Gelombang pengungsi ini mencatat rekor baru setelah 150 ribu etnis muslim Rohingya terusir dari Myanmar karena persoalan serupa tahun lalu. (dn/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

rohingya-1b

Let’s Help Rohingnya: Wujudkan Kepedulian Demi Kemanusiaan

Organization