Home / Berita / Nasional / Soal TPPU, PKS Ingatkan KPK Jangan Sampai Langgar Kewenangan

Soal TPPU, PKS Ingatkan KPK Jangan Sampai Langgar Kewenangan

kpk 1dakwatuna.com – akarta. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra, mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak abuse of power dalam menggunakan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Jangan sampai ada abuse of power. Jangan sampai KPK menggunakan kewenangannya dan tidak tepat serta tidak sesuai dengan semestinya,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Namun, Indra menegaskan mendukung langkah KPK menggunakan pasal pencucian uang dalam menjerat para tersangka korupsi. Sebab, dia melanjutkan, dengan menggunakan pasal tersebut, rencana pemiskinan koruptor bisa berjalan.

“Saya mendukung pemiskinan koruptor itu penting. Kita belajar dari kasus Angie misalnya, yang dinyatakan hasil korupsi tapi tidak disita dan (belajar dari kasus) luar biasa dalam kasus Djoko Susilo,” terang Indra.

Seperti diketahui, KPK saat ini mulai lebih berani menggunakan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang untuk menjerat tersangka korupsi. Pasal ini mulai digunakan Abraham Samad dan kawan-kawan itu kepada terpidana suap Wisma Atlet, Muhammad Nazaruddin dalam kasus pencucian uang di saham Garuda.

Belakangan KPK juga menggunakan pasal ini kepada tersangka penerima suap, Ahmad Fathanah dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, dalam kasus pengurusan izin quota impor daging sapi.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal Djoko Susilo juga dikenakan Pasal Pencucian Uang dalam proyek pengadaan alat Simulator Surat Izin Mengemudi Korps Lalulintas Kepolisian RI.

Menurut Indra, pasal pencucian uang memang diperlukan. Namun, dia meminta agar KPK jangan sampai terjebak dalam kepentingan politik tertentu ketika menggunakan pasal tersebut.

“Publik nanti akan melihat apakah ada nuansa politis atau murni penegakan hukum, ini menjadi perhatian juga. Nanti biar masyarakat yang menilai. Yang jelas, pemiskinan koruptor itu perlu tapi jangan sampai mengada-ada,” terangnya. (ms/oz)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Pancasilais

    du mas, wong KPK orang-orang profesional kok masih tidak dipercaya. Sama saja berhadapan dengan rakyat Indonesia yang sudah muak dengan Korupsi. Semakin sampeyan membela koruptor semakin hancur ente.

Lihat Juga

Rohingya

DPR Desak Pemerintah Indonesia Bersikap Tegas atas Insiden Kekerasan di Rohingya