Home / Berita / Nasional / Beredar Pesan Balasan Marzuki Alie untuk SBY

Beredar Pesan Balasan Marzuki Alie untuk SBY

“Saya seolah penjahat dan pengkhianat Demokrat,” demikian isi pesan.

 

Marzuki Ali
Marzuki Ali

Dakwatuna.comPartai Demokrat kembali memanas. Ketua Majelis Tinggi Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie saling berbalas pesan. Setelah SBY memberi peringatan keras kepada Marzuki agar tak bermanuver menjelang Kongres Luar Biasa Partai Demokrat, kini giliran Marzuki meresponsnya.

Dalam pesan Marzuki kepada SBY yang beredar luas di DPR itu, Marzuki membantah tudingan bahwa ia tidak loyal kepada SBY. Ia juga membantah telah mengumpulkan kader-kader Demokrat untuk menggalang dukungan. Berikut pesan dari Marzuki kepada SBY:

Kepada: Yth Ketua Dewan Pembina/Bapak SBY
Dari: Marzuki Alie

1. Bapak SBY yang sangat saya hormati,?apakah komitmen saya selama ini tidak cukup membuktikan loyalitas saya kepada Partai Demokrat dan Bapak SBY.

2. Saya sangat sedih apabila saya diposisikan sebagai orang yang  berseberangan dengan Bapak, padahal saya masuk ke partai ini dengan segala keikhlasan untuk mendukung Bapak sejak tahun 2003 sampai saat ini.

3. Memang beberapa waktu yang lalu ada komunikasi antara saya dengan Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang Demokrat yang menanyakan sikap saya dalam KLB.

4. Komunikasi ini berjalan normal dan biasa karena kedekatan saya dengan kader sejak lama. Tapi hanya komunikasi dengan telepon.

5. Memang ada beberapa kader yang datang ke Jakarta. Tentu saya harus terima dengan baik di rumah, karena sejak dulu hubungan saya dengan kader memang demikian. Saya memahami sekali dalam politik harus ada komunikasi untuk membangun kesepahaman.

6. Setelah pertemuan dengan Bapak SBY di Istana, saya sangat memahami situasi tersebut, ditambah pertemuan antara DPD dan Majelis Tinggi di Cikeas saat terakhir.

7. Saya melaporkan bahwa mereka yang datang ke Jakarta saat ini, seperti yang Bapak maksudkan, adalah dalam rangka transit menuju Bali. Oleh karena pesawat ke Bali tidak mudah, maka saya bantu mereka mencari tempat penampungan, sekaligus menyiapkan SURAT DUKUNGAN MEREKA, MENDUKUNG BAPAK SBY SEBAGAI KETUM SESUAI KESEPAKATAN CIKEAS, karena saya sangat tahu tidak semua DPD mampu mengendalikan DPC. Itu dilakukan oleh Pak Opat (Syofwatillah Mohzaib – anak angkat Marzuki) sendiri, dengan melaporkan perkembangan kepada Mas Ibas dan juga sudah memberikan info sebelumnya ke Ibu Ani.

8. Saat saya memutuskan berhenti sebagai Direktur BUMN dan 100 persen mengabdi di Partai Demokrat pada pertemuan di Hotel Sheraton Bandara April 2004, dengan hormat saya memohon kepada Bapak, apabila ada isu tentang saya, mohon Bapak klarifikasi dulu karena dunia politik penuh dengan fitnah. Selama ini saya selalu pada posisi difitnah. Saya sangat paham, saya mengerti bahasa tubuh, tapi karena saya ikhlas dan berserah diri kepada Allah, saya diam saja. Saya yakin kebenaran pasti akan menjadi pemenang.

9. Begitu juga kader yang datang ke Bali lebih dulu dari waktu yang ditentukan panitia dan tidak transit Jakarta, juga difasilitasi di hotel yang sederhana dekat lokasi acara Ina Beach Bali. Rencananya Pak Opat akan mengajak Mas Ibas menemui mereka setelah kumpul semua agar tidak ada yang salah paham.

10. Semua itu dikerjakan Pak Opat sendiri karena saya tetap bekerja dan dua hari ini sudah di Bali mengikuti sidang parlemen Asia Pasifik, dan malam ini (tadi malam) dinner dengan Bapak, lalu rencana besok setelah pembukaan High Level Panel of Eminent Person di Bali, saya kembali ke Jakarta karena ada tugas penting. Jadi tidak ada kesempatan ketemu dengan DPC-DPC atau DPD.

11. Mohon maaf Bapak, SMS Bapak yang diedarkan seolah saya penjahat/pengkhianat Partai Demokrat, membuat saya merasa tidak berguna di Partai Demokrat, seolah saya yang merusak PD. Padahal sejak saya sebagai Sekjen, saya selalu menjaga marwah PD dengan bekerja lurus, dan tidak peduli siapapun itu yang membuat masalah, hubungan saya dengan Ketum secara pribadi tetap baik dan menghormati beliau sebagai senior, dan saya bertanggung jawab karena saya sebagai campaign master beliau di Kongres I Bali.

12. Kongres di Bandung, bukan saya melanggar perintah Bapak, tapi saya tahu bahwa kita akan menghadapi situasi seperti saat ini dan sekarang semua terbukti. Sama seperti Kongres I Bali, saya mengusung HU tidak direstui Ibu, tapi itu pilihan terbaik sebagai partai baru, tidak boleh orang lain yang bisa merusak hubungan Bapak sebagai pendiri PD, karena politik sangat jahat. Itu yang saya maknai selama ini.

13. Apa yang saya lakukan adalah terbaik untuk PD dan Bapak. Tidak ada keinginan pribadi saya, karena saya sudah sangat bersyukur dengan diberikan amanah saat ini.?Mohon maaf Bapak, situasi ini membuat saya sangat sedih. Mungkin ada kata yang salah.

Wassalam

Marzuki Alie

 

(ak/ncy/vvn)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Datangi Pimpinan Parpol, Pemerintah Gagal Paham Sikapi Aksi Ummat