Home / Berita / Internasional / Asia / Sikap Anti-Muslim Picu Kerusuhan Myanmar

Sikap Anti-Muslim Picu Kerusuhan Myanmar

rokhingyadakwatuna.com – Bangkok. Perselisihan antara kelompok-kelompok agama di Myanmar tengah pekan lalu menewaskan sedikitnya 40 orang dan puluhan rumah serta masjid dibakar. Kalangan analis mengatakan bahwa retorika toleransi kelompok ekstremis Buddha dan sikap anti-Muslim adalah penyebabnya.

 

Sebuah pernyataan resmi, disiarkan lewat televisi nasional Myanmar terjadi setelah sepekan bentrokan antara umat Buddha dan Muslim menyebar dari pusat negara itu, meningkatkan kekhawatiran akan konflik agama yang lebih luas.

Presiden Thein Sein hari Jumat mengumumkan keadaan darurat di Meiktila dan kota-kota di sekitar selatan Mandalay, meminta tentara untuk membantu mengakhiri kekerasan. Militer ditempatkan di Meiktila, namun massa Buddha kemudian membakar masjid dan rumah-rumah di kota-kota yang jauh di selatan.

Ko Ko Hlaing, kepala penasihat politik presiden Myanmar dalam sebuah wawancara dengan VOA, mengakui adanya masalah dengan kelompok-kelompok ekstremis Buddha di Myanmar. “Ya, ada beberapa elemen ekstrimis dalam masyarakat Buddhis. Tapi, sekarang sejumlah tokoh terkemuka Buddhis dan biksu senior datang ke tempat kejadian bersama para pemimpin agama dari komunitas Muslim, untuk menyelesaikan sengketa ini secara damai,” kata Hlaing.

Pertumpahan darah dimulai pekan lalu dengan sengketa di Meiktila antara seorang Muslim pemilik toko emas dan pelanggannya orang Buddha — yang kemudian meningkat menjadi perkelahian di jalanan dan penjarahan.

Pihak berwenang awalnya meremehkan perbedaan agama dan menyebut insiden itu sebagai kerusuhan dan penjarahan. Tapi setelah seorang biksu tewas, massa Buddha yang bersenjatakan pisau dan pentungan, mengobrak-abrik kawasan perumahan  muslim, membakar masjid dan rumah-rumah. Beberapa wartawan yang mencoba merekam dan memotret kekerasan itu diancam oleh para biksu yang bersenjatakan pisau. (eh/rol)

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pengungsi Rohingya (channel 4)

Advokat: Jika Gagal Lindungi Rohingya, ASEAN Bubarkan Saja

Organization