Home / Berita / Opini / Haruskah Kita Berdiam Diri…??

Haruskah Kita Berdiam Diri…??

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Luthfi Hasan Ishaaq. (inet)
Luthfi Hasan Ishaaq. (inet)

dakwatuna.com – Segala puji bagi Allah yang akhirnya memberikan kesempatan bagi kami rombongan  Maluku Utara, di bawah pimpinan Ketua DPW Alimin Muhammad dan Cagub Maluku Utara KH. Abdul Gani Kasuba bisa menjenguk Ust. Lutfi Hasan Ishaq di tahanan Guntur, Manggarai.

Rasa haru, bahagia, dan bangga meliputi kami semua ketika beliau menyalami, dan memeluk kami satu persatu seolah kami adalah sahabat lama walaupun banyak dalam rombongan yang mungkin baru kali ini jumpa dengan beliau…

Suasana kekeluargaan sangat kental dalam pertemuan tersebut, beliau yang tampil dengan kemeja coklat bergaris terlihat lebih bugar dan enerjik…

“…. Alhamdulillah berat Ana turun 8 Kg, hafalan semakin bertambah dan menguat, Qiyamullail semakin panjang, 2 – 3 buku terbaca dalam 1 hari. Benarlah kata para Salafus Shalih bahwa dipenjaranya aktivis dakwah, adalah kesempatan ia berkhalwat dengan Rabbnya…”

Dalam pertemuan ini beliau menyampaikan update terbaru dari kuasa hukum beliau bahwa KPK saat ini sedang kesulitan untuk menjerat beliau… Karena Pasal Penyuapan yang dituduhkan kini tidak lagi terbukti. Seluruh tersangka lainnya dan saksi-saksi menyampaikan bahwa dana yang 1 miliar itu bukan untuk LHI.

Kemudian tuduhan menyalahgunakan wewenang atau pengaruh juga tidak terbukti. Karena Mentan diangkat pada era Presiden PKS Tifatul Sembiring

Terakhir beliau dicoba dijerat dengan pasal Tindak Pidana Pidana Pencucian Uang… Yang pastinya juga tidak akan terbukti…

Dalam mekanisme penuntutan KPK ketika seseorang dijadikan tersangka, kemudian ditangkap, dan dipidanakan sampai disidang maka SP3 tidak bisa dikeluarkan. Karenanya untuk menjaga kewibawaan KPK agar tidak terkesan salah tangkap maka mereka akan mencari pasal-pasal apa saja agar beliau bisa di vonis bersalah….

Karenanya ustadz Lutfi mohon doa dari ikhwah semua… Dari halaqah-halaqah di seluruh Indonesia… Agar mendoakan beliau sehingga beliau bisa keluar dan dibebaskan dari semua tuduhan pada persidangan nanti

Beliau juga menyampaikan ketsiqahan beliau kepada struktur dan pimpinan Jamaah dakwah ini… Dan masih bisa menerima ketika  tokoh-tokoh eksekutif Partai mulai dipanggil, bahkan yang tidak ada kaitan dengan kasus beliau. Sekjen PKS Taufiq Ridho dipanggil hanya untuk menyerahkan AD/ART partai. Bendum akan Di panggil kaitannya dengan penerimaan dana partai, pemanggilan dan pencekalan Ridwan Hakim yang nota bene anak dari pimpinan kita walaupun juga tidak jelas hubungannya apa.

Namun beliau sangat bersedih dan prihatin ketika KPK berencana akan memanggil dan mempermalukan pemimpin kita Ketua  Majelis Syuro  KH. Hilmi Aminuddin dengan alasan yang sangat dangkal dan mengada-ada, beliau mengatakan,

“….Kalau Ana yang dizhalimi, dipenjara, disiksa demi Dakwah ini Insya Allah Ana akan Ridha… Namun kalau mereka menzhalimi, menghinakan dan mempermalukan pemimpin kita Ketua Majelis Syuro Kita…  Demi Allah Ana tidak ridha dunia akhirat…. Dan semestinya seluruh kader dakwah tidak akan ridha akan hal ini…”

Kalau kemarin salah satu ketua DPP Partai Demokrat Sutan Batugana keseleo lidah ketika berbicara mengenai Alm G*s D*r… Serentak kantor-kantor PAC dan DPC PD di Jember dan Sekitar dibakar oleh pendukung fanatik Alm. G*s D*r….

Maka jika kehormatan pemimpin kita KH. Hilmi Aminudin dicoreng, dirusak dan dikriminalisasi kita berdiam diri… Maka kita pastilah lebih buruk dari pendukung Alm. G*s D*r….

Di pesawat kembali menuju ternate Maluku Utara… Tak Terasa Mata ini basah… Basah oleh Air Mata dari rasa Bersalah Kami… Penyesalan Kami…

Di negri Kami berasal…
yang dijuluki Negri KIE RAHA
(Negri 4 ke Sultanan) kami sangat membela Kehormatan dan harga diri Sultan-Sultan Kami… Bahkan darah dan Nyawa Kami pun kami persembahkan untuk Membela Kehormatan Mereka…

Namun saat ini ketika pemimpin kami dipenjara tanpa alasan yang jelas, digelandang seperti kriminal besar, dihinakan oleh Majalah Tempo, difitnah dan dipermalukan di muka publik, dicari cari aib dan kesalahan kesalahannya… Kami hanya bisa diam… diam… Dan sekali lagi diam….

Maafkan Kami Ya Ustadz Lutfi…
Maafkan Kami ya Ustadz Hilmi…
Kalian dipermalukan kami hanya bisa diam… Sekali lagi diam….

Ya Rabb ampunilah kami…
Ya Rabb ampunilah kami…
Ya Rabb ampunilah kami….

Kami tidak akan berdiam diri lagi…!!
Kami tidak akan berdiam diri lagi…!!
Kami tidak akan berdiam diri lagi…!!

Ketika kalian akan dihinakan lagi… Ketika kalian akan dipermalukan lagi… Ribuan Kader dakwahmu dari Maluku Utara akan hadir ke Jakarta dan memberikan pembelaan yang semestinya dari dulu kami lakukan…

Terakhir untaian bait doa yang kami lantunkan setelah shalat subuh di pesawat…

Lindungi para pemimpin kami Yaa Rabb
Lindungi Dakwah ini Yaa Rabb
Karena Engkau sebaik baik pelindung…
Hasbunallahu Ni’mal Wakil… Ni’mal Maula wa Ni’man Nasir…

Ternate 22 Maret 2013

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (33 votes, average: 9,55 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ayah dari 1 putra dan 2 putri.
  • ane

    memang betul kita terlalu lemah… maafkan kami ustadz

  • Tetesan Embun

    Rasanya kita tidak berdiam diri begitu saja ustadz, kita semua sedang berjuang dengan cara yang lebih santun dan yang mungkin tidak diketahui oleh umumnya orang:

    1. Begitu kejadian/berita itu muncul, hampir semua kader terbina rasanya melantunkan do’a panjang dan dalam kepada yang Maha Tahu segala urusan, Maha Berkehendak, lagi Maha Bijaksana, dengan rasa tulus dan penuh cinta untuk kebaikan qiyadah-pemimpin kita ust. Lutfhi Hasan Ishaq

    2. Getaran hati ini begitu luar biasa, sehingga saya pribadi yang tidak terlalu mengenal beliau sangat percaya bahwa beliau orang yang bersih, karena getaran hati biasanya terpancar juga dari gelombang yang sama yaitu dari hati. Kalau hati beliau tidak bersih, agak sulit buat kita merasakan penerimaan pancaran hati beliau ini…..

    3. Para petinggi kita di Majelis Syuro dan DPP juga pastinya tidak akan berdiam diri begitu saja, jika mungkin saat ini tidak diminta bereaksi ‘frontal’ pasti ada pertimbangan yang syar’i dan bijak dalam mensikapi masalah ini.

    4. Insya Allah bila waktunya tiba, secara ruhiyah kita kuat, soliditas kita bergerak tinggi, secara keseluruhan kita sudah siap, mungkin kita tidak akan berdiam diri seperti ini…….

    5. Tunggulah…….sabarlah……saat itu akan tiba………Insya Allah. Bereaksi dengan penuh cinta dengan dibantu kekuatan yang Maha Dahsyat, semoga berkah perjalanan kita …….. Wallahu’alam….

  • jambak

    jika pimpinan trtinggi kita yg di zhalimi, kita tak akan bakaran KPK.. tapi yg kita bakar adalah semangat juang utk merebut Istana nya BOS KPK ( Istana negara dan Republik ini ) sesegra mungkin… Allahuakbar!!

  • sabar ustad

  • muhammad ajir AM

    Ya,insyaallah Kita tidak akan berdiam terhadap segala bentuk kezaliman. Yaa Hayyu ya Qayyum birahmatika nastaghitsu.

  • Kalo kita ikut main bakar-bakaran, saya kira akibatnya akan lebih buruk.
    Sy kira yg ngurusi Ust LHI sdh ada bagiannya.
    Tugas kita adalah kerja yang lain

Lihat Juga

Beberapa partai peserta pemilu legislatif Turki 2015. (Turk Press)

Erdogan, di Antara Beratnya Perjuangan dan Pedihnya Fitnah