Home / Berita / Daerah / Sebut Aher Dodol, Kuasa Hukum Rieke Diminta Santun

Sebut Aher Dodol, Kuasa Hukum Rieke Diminta Santun

Arteria Dahlan. (MI/utamanews)
Arteria Dahlan. (MI/utamanews)

dakwatuna.comKuasa Hukum Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Andi Asrun, mengatakan pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki agar tidak melakukan provokasi dalam sidang sengketa Pilkada Jawa barat di Mahkamah Konstitusi.

“Jangan membawa persoalan agama dan SARA di sidang. Harusnya belajar sopan santun itu menunjukkan tidak matang dalam berpolitik,” katanya seusai sidang di MK Jakarta, Senin.

Hal ini diungkapkan Asrun menanggapi pernyataan Kuasa Hukum pasangan Rieke-Teten, Arteria Dahlan, yang berapi-api menyampaikan permohonannya dalam sidang sengketa Pilkada Jabar.

Arteria mendalilkan bahwa para kyai mendukung dan mempengaruhi warga untuk memilih pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar.

Pemohon juga mendalilkan banyak warga Jabar yang memiliki nama marga alias beragama Kristen dan Tionghoa, yang berpotensi memilih pasangan pemohon, tidak diberi kartu pemilih.

Arteria juga menuduh pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar tidak layak menjadi gubernur dan wakil gubernur karena telah menipu rakyat Jabar.

Selain itu, dia mendalilkan pemenang Pilkada Jabar telah terlibat dalam pembobolan kucuran dana Bank Jabar Banten (BJB) untuk pejabat.

Arteria juga menuduh terjadi pembagian bantuan dengan memanfaatkan dana APBD demi kepentingan pribadi, seperti bagi-bagi sosis, kornet, telur puyuh, minyak goreng.

“Cuma kehormatan saja yang tak dibagi,” kata Arteria di depan majelis panel yang diketuai Akil Mochtar.

Bahkan Arteria juga menyebut Aher melakukan pembagian makan khas Jawa Barat “dodol”.

“Ada Aher dodol, kenapa nggak Ahernya aja yang jadi dodol,” kata Arteria.

Atas dalil tersebut, Asrun menyebut segala kecurangan yang diucapkan kuasa hukum pemohon hanya statemen umum, tidak konkret dan harus dibuktikan secara konkret.

“Terlalu gegabah, melihat model tuduhannya, sulit mengejar buktinya di sidang,” kata Asrun. ANT (ito/inilah)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,57 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • dilihat2 malah muka si arter yang kayak dodol

  • Aahh… dasar wong preman… bikin rese dan risi aja

  • Gak papa, sabar aja .. dodol enak dimakan, dibanding asteria dahlan (kuasa hukum PDIP juga dipilkada depok) yg tablo ….

  • semoga tuntutannya tdk terbukti…udah kalah, duit habis wat biaya kampanye, money politic, tuntutan,bankrut deh…hiks siks

  • Tetap terjaga saudaraku…..
    jangan lengah sedikitpun…..
    akan ada badai-badai lain…yang menunggu di sepan kita…

  • ibnu

    dodol lebih baik dari pada kata-kata si Arteria yg asbun

  • arya

    Hehehe… g enak banget liat mukenye.

  • ceuk urang mah geus eleh mah geus weh atuh nya…meni keukeuh…emang ku cara kieu rakyat jadi simpati kitu….???? jadi rujiiiit ningali na ge……

  • abdullah

    Namanya juga pengacara, pokoknya MAJU TAK GENTAR MEMBELA YANG BAYARRRRRR

  • anin

    maunya demokrasi tapi tidak bisa menerima hasil dari demokrasi

  • Abdul Munir

    Biasa deh….binatang liar yg bertanduk itu khan suka seruduk sembarangan dan pantasnya tinggal dihutan…udh gak jaman lg hidup didunia demokrasi…kelihatan khan, manusia penyembah Banteng suka ngomong kyk binatang liar!

  • eri

    dari wajahnya sudah keliatan gak sopan… sayang masih muda… jalan masih panjang…mudah-mudahan jadi pengacara yang baik dan sopan

  • waduh … ga mau ngaku kalah juga nih timnya si “oneng”

  • Biar dikira pengacara mahal.
    Kelihatan garang… meski sebenarnya kacangan.

  • atex hilmi

    wah bang dahlan, bengis kali itu bang muka abang, jgn galak2 bang, nanti ketahuan bego nya bang, santai az bang santai..santai az bang, makan dodol az dulu bang biar adem hati abang..

  • NGACA mass……. muke gile loh…. ragu gw klo elo lulusan Fakultas hukum….

  • lukman

    edan aya aya wae

  • begitulah kalau komunis berbicara … mereka kan anti islam

Lihat Juga

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk