Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Para Pembuat Keajaiban

Para Pembuat Keajaiban

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul : Para Pembuat Keajaiban

Penulis : Atih Ardiansyah

Penerbit : Buku Biru

Cetakan : ke-1, Desember 2012

Halaman : 152 hal

Agar Hidup Penuh Keajaiban

Cover buku "Para Pembuat Keajaiban".
Cover buku “Para Pembuat Keajaiban”.

dakwatuna.com – “Bapak jualan Bakso, demi menyambung hidup keluarga. Bapak jalani dengan suka cita. Toh, mau suka ataupun duka, tetap saja bapak ini tukang bakso. Uang atau rizki tidak akan datang kalau tidak dicari” Ujar tukang bakso Bijak. Kenapa aku mesti kalah sama tukang bakso? Kenapa aku menjadi tersiksa dengan keadaanku sekarang ini? Bukankah hidup untuk dinikmati, bukan untuk diratapi apalagi ditakuti?

Penggalan cerita di atas berjudul Dari bibirnya Ada Senandung yang merupakan salah satu di antara beberapa kisah yang dikutip dari buku Para Pembuat Keajaiban.   Keajaiban; Kedatangannya kadang tak terduga namun bisa membuat kita sadar bahwa keajaiban itu ada. Memang seperti itulah keajaiban, Setiap orang menantinya namun tak semua orang mendapatkannya, karena tak banyak pula yang menyadari bahwa keajaiban tidak selalu dari hal yang super –duper besar dan  menakjubkan, justru dari hal sederhana inilah kadang terabaikan.

Dalam buku kumpulan kisah ini, perjalanan hidup Fatih dimulai dari SMP hingga menjadi seorang mahasiswa di universitas Padjadjaran yang selalu dipertemukan dengan orang-orang (kejadian) sederhana namun berpengaruh luar biasa dalam kehidupannya. Seperti memaknai hidup dari tukang tali Sepatu, pengutang yang bijak, Penjual Bakso, mengambil pelajaran rumah tangga dari kisah suami istri yang hendak cerai, merasakan kesungguhan seorang teman yang berdoa untuk anaknya kelak dan paling menarik dari kisah-kisah dalam buku ini adalah tentang seorang anak dan ayahnya yang sempat kaget ketika tiba di pesta undangan salah satu koleganya yang menyajikan standing Party. Karena mempunyai sebuah prinsip, kedua orang tersebut rela duduk di lantai dan menjadi pusat perhatian orang.  Serta masih banyak beragam cerita lainnya yang tak kalah menarik.

Buku ini menyentuh kalbu. Dikemas dalam bahasa yang lugas dan sederhana. Setiap kejadian dari beberapa kisah dalam buku ini akan membuat pembaca sejenak merenung karena tidak terkesan mengajari. Pembaca pun akan dibawa masuk ke dalam cerita yang disajikan dalam buku ini.

Walaupun salah satu kekurangan buku ini tidak ada profil penulis, namun tidak mengurangi nilai-nilai keajaiban itu sendiri yaitu cinta, motivasi, perilaku atau prinsip hidup yang terkandung di dalamnya. Sangat cocok untuk para perindu keajaiban.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mufti Aqosiya
Bergiat di komunitas taraje. Komunitas belajar menulis, fotografi dan film. Pernah bergabung dengan Majalah Kampus Smart-Magazine Dan buletin Kampus Cekas. memenangkan juara II Lomba Cerpen Se-kota Bandung dengan tema Pendidikan karakter. Sampai saat ini masih menyegarkan blog pribadinya dengan beberapa tulisan sederhana.

Lihat Juga

keuangan syariah

Pengawasan Syariah dan Kredibilitas Lembaga Keuangan Syariah