Home / Berita / Opini / Surat Terbuka Untuk Rieke “Oneng” Diah Pitaloka

Surat Terbuka Untuk Rieke “Oneng” Diah Pitaloka

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Cuplikan sinetron Bajaj Bajuri. (wikipedia)
Cuplikan sinetron Bajaj Bajuri. (wikipedia)

dakwatuna.com Oneng … jika mendengar nama itu kira-kira apa yang terbesit di benak Anda? 99% otak rakyat Indonesia saya yakin pasti langsung tertuju sosok si Oneng, istri Ahmad Bajuri dalam komedi situasi Bajaj Bajuri. Saya penggemar setia serial dari sebuah stasiun televisi swasta itu, yang sangat sukses tahun 2002 hingga 2005an. Pribadi Oneng memang sangat identik dengan keluguan, kejujuran, polos, apa adanya, serta (maaf) O’ON. Hal terakhir ini yang saya paling tidak setuju. Saya menolak keras itu! 

Jenius

Bagi saya pribadi, Oneng adalah symbol sebuah kejeniusan perilaku. Bagaimana tidak? Di saat para pemimpin bangsa hanya bisa mengirim kesedihan demi kesedihan pada rakyat, Oneng hadir mengirim kegembiraan pada rakyat. Di saat para koruptor menghisap darah kaum miskin, Oneng hadir membawa dahaga pesan-pesan kejujuran. Kejujuran adalah hal pertama yang paling dibenci para koruptor. Di saat banyak pejabat sibuk dengan kemunafikannya, Oneng sibuk dengan kepolosannya. Sangat mudah membuat rakyat menangis di negeri ini, tapi Oneng membuat mereka tersenyum kembali. Intinya, hanya orang jeniuslah yang bisa berbuat demikian, membuat bangsa ini kembali bahagia.

Awalnya saya berpikir Rieke akan meneladani sosok Oneng-nya itu. Konsisten memberi “kebahagiaan” pada bangsa ini, khususnya rakyat Jabar. Apalagi dengan pendamping kang Teten yang juga sosok idola saya sejak kecil. Satu penebar kegembiraan, satu penebar perangkap antikorupsi. Pasangan serasi saat maju Cagub-Cawagub Jabar 2013 ini.

Tapi jauh panggang dari api. Kepribadian Oneng sama sekali tidak saya temukan bekasnya pada sosok Rieke Diah Pitaloka. Eksplosivitas Rieke dalam merespon kekalahannya begitu menggebu-begu. Bahkan terkesan menjadi “norak” saat 9 lembaga survey independen melangsir quick count dengan kemenangan mutlak pasangan Aher-Demiz. Argumentasi dan logika berpikir yang dibangun sama sekali tidak mencerminkan jeniusitas sebagaimana kapasitasnya sebagai penyelenggara negara.

Psikologi Massa

Dalam Psikologi Massa, Neil Smelser (1987) pernah mewanti-wanti tentang Structural Strain bahwa ketegangan pada massa mampu muncul akibat faktor struktural. Adanya pernyataan tokoh panutan yang propagandais membawa pelibatan emosi massa menjadi menegang, meski isi pernyataan belum tentu benar. Hal ini pernah dicontohkan secara ekstrim oleh Hittler. Penggalangan opini media yang selalu diulang-ulang oleh Rieke; kecurangan, politik transaksional, pengurangan suara, penggelembungan suara, dsb akan membawa konsekuensi logis psikologi massa menjadi “ready to mobilize for actions“. Mereka siap secara psikologis untuk digerakkan merespon situasi apapun. Hanya butuh satu pemantik api kecil, dan … boom!

Potensi class strain ini mungkin tidak terpikirkan oleh Rieke. Jawa Barat yang terkenal elok dan damai, sangat disayangkan jika dipantik api dalam sekam. Kekuasaan akan selalu indah dipandang sejak zaman Romawi kuno, namun ada yang lebih indah dari itu semua yaitu kedamaian. Toh sudah ada Mahkamah Konstitusi tempat berpijak semua keadilan yang kita butuhkan. Oleh karena itu, lewat media ini saya ingin mengingatkan Rieke untuk berhati-hati mengeluarkan pernyataan.

Jawab Pertanyaanku

Teteh Rieke, pernahkah kau bayangkan akibat dari pernyataanmu itu di akar rumput? Jika engkau cinta Tanah Pasundan, apa engkau rela anak bangsa akan saling tuduh bahkan adu jotos? Bukankah lebih baik menunggu hasil kinerja KPU dan awasi bersama-sama perhitungan suaranya? Jika ada penyelewengan mengadu saja ke Banwaslu. Mari kawal MK dalam mengadili aduan-aduanmu dengan sebaik-baiknya, itu jauh lebih bermartabat dibanding mengumbar emosional ke publik.

Kenapa kau tidak meneladani Fauzie Bowo yang dulu begitu engkau benci, tapi saat quick count dinyatakan kalah langsung memberi selamat pada Jokowi? Lihatlah para para pemimpin lainnya seperti Jusuf Kalla, Wiranto, hingga Mitt Romney yang bersikap serupa. Tidak malukah engkau dengan Oneng-mu yang pernah menjadi idola rakyat dahulu, bukankah kau ingin selalu dikenang sebagai idola rakyat seterusnya?

Teteh Rieke coba tanya nuranimu, jalan inikah yang kamu impikan? Jalan demokrasi yang semena-mena kau tentukan sendiri definisinya, dengan memakai asumsi dan emosimu sebagai kebenaran teorinya? Atau hanya bang Bajuri yang bisa menasihatimu untuk legowo menerima hasil kekalahan? Untung “mantan suamimu” itu kini sedang sibuk jadi Tukang Bubur yang sering naik haji. Jika tidak, mungkin sudah dijewer kupingmu berkali-kali!

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (97 votes, average: 9,55 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • jojono

    Kehidupan nyata tdk sama dgn di cerita sinetron. Di sinetron BB, rieke oneng adalah tokoh yg oon. Tapi di kehidupan nyata lebih OON lagi. Buktinya dia hanya menggunakan syahwat politiknya saja untuk mencapai tujuannya. Pokoke harus menang.

  • har

    ko tulisannya mlh menyudutkan orang gini ya ga sesuai dengan motonya MENUJU KESATUAN UMAT yg tau salah benarnya,dirugikan ga nya kan hanya TUHAN dan rieke diah pitaloka yg tau kita hanya mengamati jgn langsung menyalahkan,mungkin dimata mb rieke merasa ga adil,mb rieke jga manusia klo merasa tidak adil secara manusiawi dia akan brontak sama halnya mungkin dengan saya ,anda atau yg lain, jgnmenyamakan sebuah peran disinetron itu hanya sebuah cerita, jgn menyamakan karakter orang disebuah sinetron atau filem dengan kehidupan nyata karena sebuah peran disinetron /filem dibuat oleh orang yg membuat naskah tpi karakter prilaku kita hanya kita sendiri yg mengendalikan dengan seizin ALLAH SWT tentunya

    • hur

      lho tuisan ini ga menyudutkan bro, tapi mengingatkan. protes, berontak karena merasa perlakuan tidak adil itu boleh, syah, tapi caranya juga harus bener dong. apalagi dalam konteks pilkada yang segala aturannya sudah jelas. di negara kita juga sudah ada banwaslu dan MK sebagai jalur protes.

  • TIDAK SIAP KALAH, TIDAK USAH IKUT PILKADA . . . .

  • Coba kalau oneng bagi2 kuku bima mgkin bisa menang… jd gak emosi…

  • jelaga hitam

    itulah SISI EMOSIONALNYA SEORANG PEREMPUAN sehingga tidak direkomendasikan untuk mencalonkan apa lagi menjadi pimpinan baik di rumah tangga ataupun dalam urusan negara

  • Syafrudin

    Menjadi Pelajaran……………..

  • Sudahlah mba rieke oneng,…hanya buang buang waktu mencari solusi sana sini…apa iya, kalau dikau yang menang bisa menjamin gak ada kecurangan…

  • oN…MEMANG o-on…sebaiknya udah aja jadi istri Bajuru … jangan sok jadi pahlawan kesiangan….

  • ya… kalo orang bermain dlm sebuah permainan bukan hanya siap menang tapi juga siap kalah. …. mungkin mbak rieke baru ini ikut main dlm pilkada jd wajar dong blm siap kalah…. mungkin jg terlalu besar modal yang dikeluarin. saya harap mbak rieke belajar sedikit aja tentang Rukun Iman yg ke-6.. beriman kpd Qodlo dan Qodar

  • Dee

    “Panwaslu Bekasi: Pasangan Rieke-Teten Lakukan Pelanggaran Terbanyak” ..OMG.. Plis deh..

  • abdullah

    WADUUUHHH, SI ONENG KELUAR ASLINYA, ATUUUUUT….

  • Guest

    eh oneng jaga kesehatan anda, jgn habiskan masa sehat anda dgn hal2 yg melelahkan anda, junjunglah “kebenaran” realita dan fakta yg ada, jgn menjunjung “kebingungan” galau gundah. belajarlah ikhlas, insyaAllah terbebas dari penyakit hati. jaga kesehatan ya teh oneng.

  • atex hilmi

    teh oneng jaga kesehatan anda, jgn habiskan masa sehat anda dgn hal2 yg melelahkan anda, junjunglah “kebenaran” realita dan fakta yg ada, jgn menjunjung “kebingungan” galau gundah. belajarlah ikhlas, insyaAllah terbebas dari penyakit hati. jaga kesehatan ya teh oneng.

  • hahahaha….ksihan bang bajuri. lg sibuk jual bubur ayam. toh si O’On lg sibuk jg ngrumpi di MK..

  • ya betul itu…brarti udh tau kita karakter ONENG sbenarnya. spakat saya dgn yg di atas, bukan dgn loe…kwkwkwkw

  • Sekhan AS Ash Sholih Jayabangs

    Jelas dalam Islam wanita bukan pemimpin bagi laki-laki, wanita emosinya tidak stabil. Seharusnya diseleksi calon2 pemimpin bangsa ini, salah2 bisa hancur.

  • Bingung buat balikin modal kampanye nih…????

  • fredimintaraga

    hey rike kamu itu ngaca ngaca dulu udah kalah ngeyel aja, ,yg milih kamu itu orang bodoh tau kamu itu bisanya apa ?main sinetron aja kagak becus,, kok mau jadi gubernur dasar katak mau jadi lembu.

Lihat Juga

Surat kabar Mesir memberitakan kesuksesan kudeta di Turki. (aljazeera.net)

Beritakan Erdogan Digulingkan Militer, Surat Kabar Mesir Jadi Bahan Lelucon di Medsos