Home / Berita / Nasional / “Aneh, Partai Islam Belum Ada yang Umumkan Capres, Tapi Sudah Disebut Kalah oleh Survei”

“Aneh, Partai Islam Belum Ada yang Umumkan Capres, Tapi Sudah Disebut Kalah oleh Survei”

Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. (ist)
Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid. (ist)

dakwatuna.com – Jakarta. Hingga saat ini, partai-partai politik Islam belum menyepakati satupun nama calon presiden untuk diusung bersama dalam Pilpres 2014. Anehnya, lembaga survey justru sudah memposisikan capres partai Islam kalah bersaing dengan capres partai nasionalis.

Ungkapan rasa heran ini disampaikan Ketua Bidang Kebijakan Publik DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menanggapi hasil survey dari Lingkaran Survey Indonesia (LSI). Dalam survey terakhirnya, LSI menyebutkan, tokoh Islam kalah bersaing dengan tokoh nasionalis dalam Pilpres 2014.

Hidayat menyebut kesimpulan survey tersebut terlalu prematur dan tidak mendidik masyarakat. Sebabnya, saat ini belum satu pun parpol Islam yang mengajukan nama capres dan cawapres untuk diusung bersama.

“Kalah bersaing dengan siapa? Wong partai-partai Islam belum ada yang mengumumkan nama calon presiden dan calon wakilnya kok. Bagaimana sudah bisa disebut kalah?” kata Hidayat di gedung DPR, Jakarta, Senin (18/3/2013).

Hidayat menambahkan, saat ini sejumlah parpol nasionalis sudah menggembar-gemborkan capresnya. Sementara parpol Islam belum satupun yang melakukan hal tersebut.

“Karena itu, terlalu prematur menyebut capres partai Islam kalah bersaing. Selain itu, survey juga selalu menyebutkan dengan asumsi bahwa jika pemilu dilaksanakan pada hari ini. Padahal, pemilu masih tahun depan,” tandasnya.

Hidayat juga mencontohkan, pada pertengahan tahun 2003 survey-survey tidak menyebut-nyebut nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpotensi sebagai capres.

“Kenyataannya, pada tahun 2004 malah nama SBY yang berkibar,” katanya Hidayat yang juga Ketua Fraksi PKS DPR RI ini.

Bagi Hidayat, nasib partai Islam tidak ditentukan oleh hasil survey. Namun, sebagai komunikasi berdemokrasi dan menyampaikan hasil kajian, sah-sah saja melakukan survey.

Bagi PKS sendiri, lanjutnya, hasil survey itu adalah cambuk untuk bekerja lebih baik.

“PKS tidak pernah merasa khawatir dengan hasil survey,” tegasnya.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Betul ustadz, kepentingan pragmatis lebih ditonjolkan dalam publikasi hasil survey. Padahal dari prosedur kajian ilmiah, survey hanyalah alat mengumpulkan data primer dan harus dianalisa dulu.

Lihat Juga

Ilustrasi. (collegeaffairs.in)

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini