Home / Berita / Opini / Tata Kelola Kartu Jakarta Sehat ala “Jokowi-Ahok” yang Penuh Kelemahan

Tata Kelola Kartu Jakarta Sehat ala “Jokowi-Ahok” yang Penuh Kelemahan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Jokowi promosi Kartu Jakarta Sehat. (esq-news.com)
Jokowi promosi Kartu Jakarta Sehat. (esq-news.com)

dakwatuna.com – Supir bus TransJakarta digaji Rp. 7,7 juta per bulan. Bagus, agar tenang, elegan, dan tidak ugal-ugalan. Memang selayaknya seseorang yang diserahi tanggung jawab mengangkut puluhan orang dalam satu waktu dengan SELAMAT diberi apresiasi yang baik.

Sedangkan dokter digaji 3,2 juta per bulan, Dinas ngamuk-ngamuk ke dokter. Mereka bilang dokter harus ikhlas periksa 100 pasien dengan durasi 15 menit/pasien. Tidak butuh otak Einstein untuk yakin bahwa 1500 menit itu 25 jam! Helooooo… Sehari saja hanya 24 jam, Mpok.

Suatu bangsal infeksi paru di sebuah RS pusat mampu menampung 32 pasien dan penuh. Jika 5 pasien pulang dan ada 10 pasien yang perlu perawatan, tebak apa yang akan terjadi? Yak!! Besok langsung muncul berita rumah sakit menolak 5 pasien miskin!! Silakan Anda jalan-jalan ke RSUD dan RS pusat di Jakarta. Sepanjang mata memandang, Anda akan melihat pasien-pasien miskin.

Anggota DPRD DKI Jakarta dan pejabat Dinas Kesehatan tahu bahwa Kartu Jakarta Sehat (KJS) ini banyak kelemahan dari segi konsep, terang benderang. Tapi tidak ada yang angkat suara. Kenapa? Karena Jokowi-Ahok masih disayang media massa. Kalau ada anggota DPRD mengkritik program Jokowi, maka akan “dibantai” & dibully media massa.

Tapi kelemahan KJS ini terang benderang, maka perlu ada yang disalahkan untuk melindungi Jokowi-Ahok, kambing hitam. Siapa? Yaitu RS dan dokter. Jokowi juga masih punya relawan Socmed (Social Media), walau jumlahnya makin berkurang. Kalau ada berita buruk di situs, beraksi dengan komentar dukung Jokowi. Akibatnya tenaga kesehatan meradang, mereka dibully di media massa, ditambah pernyataan Aleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) seperti Ribka yang mendiskreditkan dokter.

Tenaga kesehatan (Nakes) tahu kelemahan KJS dan bagaimana yang seharusnya. Saya berdiskusi dengan staf Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas Indonesia (UI). Tapi Nakes tidak didengar.

Apa yang terjadi saat IDI sampaikan masukan ke Ahok? Ahok mengancam, dan media massa mendukung. Masukannya tidak dibahas. Padahal semua demi kebaikan pasien dan masyarakat. Beban Nakes yang overload dan fasilitas kurang sama dengan kualitas layanan turun, sehingga masyarakat yang menjadi korban.

Konsep keilmuan kedokteran dan kesehatan kalah oleh kekuatan politik dan media massa. Tapi Nakes tetap bersuara di Socmed.

Masukan dan Saran

Kalau obat habis, Pak Jokowi silakan gelontorkan duit untuk pengadaan obat. Kalau pasien tidak tahan antri di apotek dari jam 11 sampai jam 4, Pak Jokowi silakan gelontorkan duit untuk membangun loket baru dan menggaji petugas tambahan.

Kalau poliklinik panas, Pak Jokowi silakan gelontorkan duit untuk sediakan AC yang banyak dan ruang yang nyaman. Kalau ICU penuh, Pak Jokowi silakan bangun ICU baru, yang banyak. Jangan lupa perawatnya juga Pak. Rasio perawat : pasien di ICU itu 1 : 1 lho. Sudah tahu pak?

Kalau pasien pada ngambek ngantri karena dokternya lama, Pak Jokowi silakan tambah ruang periksa baru, tambah dokter juga. Sebab idealnya dokter menangani pasien itu 15 menit/pasien, itu sudah dengan pemeriksaan, edukasi, menulis dokumen, dan membuat resep. Kalau pasien jadi 3x lipat, otomatis waktu periksa bisa jadi cuma 1/3. Pak Jokowi tahu?

Kalau begitu banyak masyarakat yang sakit, Pak Jokowi silakan mengubah paradigma “berobat” jadi paradigma “sehat”, biar tidak perlu ada yang berobat. Kan kata bapak, dokter tidak boleh memeras pasien kelas 3. Ya ampun Pak Jokowi tidak tahu ya? Kami sudah sejak lama malah keluar uang untuk pasien kelas 3.

Oiya, satu lagi. Kami punya teman-teman yang sangat merana. Sejak KJS, RS jadi amat kotor. Mereka harus terus mengepel lantai setiap 5 menit. Apalagi kalau hujan, atap koridor terlalu sempit sehingga koridor selalu becek dan berwarna coklat. Itu membuat teman-teman kami, para petugas kebersihan tidak berhenti mengepel sejak pagi buta sampai malam. Boleh Pak minta tambah petugas kebersihan dan naikkan kesejahteraan mereka? Kongkret Pak…

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (52 votes, average: 8,94 out of 10)
Loading...Loading...
Ahmad Jamaluddin
Lahir di Tangerang tahun 1979. Telah menikah dan sudah dikaruniai 3 orang anak. Saat ini tinggal di Jakarta. Lulus dari Fakultas Kedokteran UI dan saat ini sedang menempuh pendidikan di Magister Kesehatan Masyarakat UMJ. Aktif sebagai Ketua BSMI Jakarta dan Sekjen Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI), Kepala IGD RSIA Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan dan Muhammadiyah Disaster Management Center. Saat ini bekerja sebagai Pengajar Emergency First Aid Course BSMI Jakarta dan Dokter IGD RSIA Muhammadiyah Jakarta Selatan. Pernah menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI untuk Tim Kesehatan Penanggulangan Darurat Pangan Kab. Yahukimo, Papua tahun 2006.

Lihat Juga

SBY

Ekonomi Terpuruk, SBY Minta Pemerintahan Jokowi Berhenti Beretorika

  • http://www.facebook.com/hasto Hasto Harsono

    mantap brooo… kita kasih cuti 5 tahun untuk masa Jokowi dan Ko Ahok sekolah dulu laaah…

    • http://www.facebook.com/hendra.syp Komar Satriani

      ahahha… yang perlu sekolah itu kita semua pak.
      Jokowi sekolah politik.
      Mahasiswa Kedokteran Belajar cara tidak berorientasi ke penghasilan kalo dah jadi dokter.

      kalo orientasi ke penghasilan ujung-ujung nya ya ingin dikasih fasilitas ini itu, bagian yang miskin berobat terus meninggal, cuma bisa bilang “mati itu dah takdir”

      zzzzz

      • ThaifahManshurah

        gak usah ngajarin dokter
        mereka terlalu pinter untuk kamu ajarin
        justru jokowi musti sekolah kedokteran maksudnya si hasto
        bukan sekolah politik

        jaka sembung turun bero
        kagak nyambung bro

        • agus

          kita gak ngajari dokter cukup dokter buka mata….aja untuk belajar juga yang lainnya

      • ThaifahManshurah

        kalo jokowi sekolah politik
        mendingan jokowi gak usah ngurusin bidang kesehatan
        emang bukan bidangnya
        pantesan aja KJS bermasalah

        orang politik sok ngurusin kesehatan
        tau apa jokowi

        • agus

          yang bermasalah anda yang hanya tahu kedokteran….tetapi lainnya nol….selamat belajar pak

      • utech

        Anda saja yang belajar jadi dokter, biar tahu rasanya sudah sekolahnya berat, meras otak, disuruh melayani ratusan pasien perhari dengan gaji pns 3,5 juta/bulan , belum lagi melayani pasien KJS yang gayanya seperti pejabat harus dilayani seperti ente. Dokter itu bukan malaikat bro, dokter itu kelompok orang cerdas yang masih berhati mulia mau bekerja di bidang kesehatan, tetapi kalau dijadikan kepentingan politik sebagai budak kerja untuk mempopulerkan seseorang saja, makasih deeeh….

  • http://www.facebook.com/people/Syaikhu-Akramuddin-Sn/100000105254580 Syaikhu Akramuddin Sn

    Kalau dulu pasien mati di Rumah krn gak ada keberanian membawa ke rumah sakit krn harus bikin surat keterangan ini dan itu.. dan langsung di kubur, pasrah, krn takdirnya emang udah mau mati.., gak banyak di Ributin..m Bukannya berterimakasih dengan Pimpinan yg Pro rakyat malah terus menjatuhkan, apakah karena orang yg didukungnya dulu kalah?.. Belajarlah berfikir positif dan hargailah niat baik org lain..

    • ThaifahManshurah

      berterimakasih kpd pemimpin yg pro rakyat..!?!
      SALAH BESAR
      berterima kasih itu kpd ALLAH SWT bukan kpd makhluk
      jokowi itu cuma kader partai, bukan pemimpin yg hebat
      jokowi cuma anak buahnya megawati

      niat baik sih emang betul
      tulisan ini(Tata Kelola Kartu Jakarta Sehat ala “Jokowi-Ahok” yang Penuh Kelemahan)
      cuma sekedar mengkritik dan memberi masukan, itu saja
      bukan menjelek-jelekkan jokowi

      kalo jokowi gak mau dikritik, bilang aja
      gak usah pake nuduh yg nggak2 kpd para pengkritiknya
      pake nuduh yg nggak2, gak berterima kasih-lah, gak berpikir positif-lah
      apa2-an tuh

      • Amrul Ilmana

        oh jadi kalo jokowi dari PKS baru ente anggap betul? pokoknya kalo selai PKS salah smua?
        wahahaha pola pikir anak ingusan

        • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

          mau PKS mau PDIP ya klo jokowi salah ya salah aj…ga perlu dibela2..baru satu masalah dikritik u? dibenarkan aja da segitu sewotny..gmn klo dikritik yg lain…pola pikirny cetek amat sih lu tong tong

        • ThaifahManshurah

          perlu ente ketahui
          1.gw bukan orang PKS dan juga bukan pendukungnya
          gw sendiri malah anti yg namanya demokrasi
          2.gw gak bilang bhw kalo PKS trus masalah jadi beres
          yg ngom,ong gitu elu

          3.kan udah gw sebutkan

          gw cuma kritik
          sama seperti tulisan ini (Tata kelola KJS…..) kan tujuannya cuma mengkritik

          nah yg paling aneh itu orang2p ndukung jokowi seperti ente
          klo jokowi dikritik ente langsung tersinggung
          langsung bikin truduhan, kalo jokowi dr PKS anggap betul

          apa2an tuh
          baca dulu yg bener komeng2 gw

      • Guest

        ou,berarti anda tipe org yg tak tau berterima kasih y.Baru tau klo anda disekolah diajarin “Jangan Pernah Berterima Kasih Sesama makhluk”.Thx AJarannya bro.haha

  • http://www.facebook.com/ery.prihartono Ery Prihartono

    Harus adilah bang@syaikhu, emang KJS ini gak dibarengi penataan infra strukturnya koq, itu realitas bro, kenaikan pasien dijakarta yg 70 % kata data statistik akibat adanya KJS tanpa dibarengi adanya penambahan kls 3 ya gini jadinya.

    • Faisal Segaf

      itulah, pak joko dan pak ahok ini keburu2 ngikut tuntutan publik, padahal sebagai pemimpin harus kepala dingin. betul2 memperhitungkan dengan bijaksana. dalam islam, keburu2 itu perilaku syaitoniah.. semoga pemimpin2 tsb sadar dan mendapatkan solusi baru.

  • ThaifahManshurah

    luar biasa analisisnya
    maklum aja, jokowi itu cuma orang politik
    dia gak ngerti soal kesehatan baik biaya untuk kesehatan, sistem, sarana prasarana dll
    untuk mengatasi masalah kesehatan yg dia tahu cuma bikin kartu jakarta sehat
    trus “sim salabim, abra kadabra” masalah kesehatan jadi beres

    jokowi gak mau tahu jika kebijakannya itu akan memunculkan masalah baru
    yg tidak pernah terpikirkan sebelumnya (seperti kasus2 di atas)
    yg dia lakukan cuma menindak rumah sakit yg gak mau ikut aturan2nya dia

    yg paling menjijikkan itu orang2 pendukung jokowi
    kalo jokowi dikritik, maka orang2 yg mengkritik akan dijadikan bulan2-an
    pokoknya jokowi tidak boleh dan tidak mau menerima kritikan
    hanya mau menerima pujian dan sanjungan saja

    • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

      cuma kader partai. kalo partai lain semisal golkar, demokrat, PKS,hanura, gerindra, PPP, PBB, PKB, PAN, PKPI itu sam bobroknya juga ya?

      • ThaifahManshurah

        yoi ente tau sendiri jawabnya

        • habibie

          wkwkwkwk..lucu bgt sih lu!!! tau bedanya ngritik ma ngejelek-jelekin gak sih??

        • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

          terus sistem politik yang bagaimana yang pas?

  • http://www.facebook.com/lib.rina1 Lib Rina

    semua ada sisi positif n negatifnya.
    ga usah saling menyalahkan.
    seharusnya sama sama dibenahi kekuranganya.
    lagian dimana mana nyari kesalahan itu emang paling gampang……

    • ThaifahManshurah

      kalo gak mencari kesalahan
      lha gimana bisa memperbaiki kesalahan

      ibaratnya mobil gak bisa jalan
      ya harus dicari kesalahannya dimana
      apakah mesinnya yg bermasalah, sistem kelistrikannya, ato yg lain
      trus dari situlah perbaikan dimulai
      kalo gak dicari kesalahannya
      gimana bisa mau memperbaiki mobilnya

      • http://twitter.com/inifu hasna nawawi

        lebih milih mana antara bikin konsep ampe bener2 mateng dan sama sekali tidak boleh ada kesalahan (konsekuensi butuh waktu lama untuk bikin konsep) dan kedua dengan metode learning by doing (yang saya rasa sekarang dilakukan oleh pak jokowi).

        konsep jokowi ini mengusung metode learning by doing. pokoknya ada ide kerjakan dulu. jika ditemui kendala ditengah proses baru dilakukan perbaikan. Dan menurut saya metode inilah yang sangat efektif karena sambil kerja akan didapat pengalaman dan pelajaran untuk perbaikan dan metode ini lebih cepat dari pada harus mengkonsep dulu untuk mencapai kesempurnaan baru dilakukan tindakan.

        siapapun pimpinanmu, hormatilah keputusannya. jangan dilemahkan kebijakannya.
        berpikir positif kepada pimpinan akan lebih baik untuk kita sendiri dan juga untuk pimpinan. (hukum LOA)

        • http://twitter.com/Joniququh Joni Silalahi

          helooooo…..KJS itu cuman copy paste program lama coy!
          askeskin=jamkesmas=jamkesda=kjs ya 1 program dengan nama yg “diperbaharui”…makanya klo mo ngedukung, google dulu lah biar gak keliatan bodohnya!

          kalo dibilang kjs ini program baru, BETUL!! tapi apa selama beliau berdua jadi pemimpin di daerah masing2 gak pernah ada program jamkesda/jamkesmas sebelumnya?? ato jangan2 kadinkes di daerah masing2 cuman ABS (asal bapak senang) aja ngasih laporan ke atasan?? jadinya sampe dijakarta nganggep buat “Terobosan” nyatanya malah gali lobang…

          makany, jadi orang itu sadar, gak semua dimengerti! jadi pemimpin itu juga wajar meminta pendapat sama bawahan yg lebih ngerti..gak perlu malu menyatakan diri “bodoh” kan kalo utk kebaikan warganya?

          • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

            aku pengen tahu, kalau askeskin, jamkesmas, n jamkesda itu ngurusnya cepet atau lama y? cuma bisa sekali pakai atau ketika diurus sekali langsung bisa dipakai selamanya? gratis gak buat masyarakat?
            bener2 pengen tahu..

        • ThaifahManshurah

          ya terserah lah apa teorinya
          learning by doing
          learn to fly
          learn to kill
          etc

          sa’ karep mu wae

          silahkan aja kalo jokowi sanggup

          sekali lagi
          gw bukan menjelek2kan jokowi
          cuma kritik
          mengkritik jokowi itu kan sah2 saja toh
          mengkritik itu bukan menghina, mengjelek2an jpkowi toh

        • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

          itu namanya bukan learning by doing tp nekat dan rakyatlah yg jadi korban. harusny hal seperti ini sudah dipikirkan jauh2 sebelum mencalonkan diri jadi gubernur…kalo seperti ini kasihan rakyat yang jadi percobaan dari kebijakan sesaat krn hanya memikirkan popularitas semata…pemimpin memang harus dihormati tp bukan berarti bebas dari kritikan terlebih jika beliau punya kekurangan…dan kritikan itu bukan untuk melemahkan tp untuk membangun

  • http://www.facebook.com/galuh.vienneta Galuh Ayu Gayatri

    Itikad baik perlu dihargai, dan nyatanya memang tidak sesuai dg yg di rencanakan sang gubernur.. Dan memang butuh waktu yang tidak sedikit untuk memaksimalkan program yang ada.
    Well, ternyata begitu yaa.. Artinya media harus berimbang dalam menyampaikan berita..
    Salut buat perjuangan tenaga kesehatan di DKI Jakarta.

    • ThaifahManshurah

      kalo mengkritik jokowi itu berarti media tsb tidak berimbang
      kalo memuji jokowi itu berarti media tsb berimbang
      bilang aja jokowi gak boleh dikritik

    • http://www.facebook.com/hendra.syp Komar Satriani

      yaa maklum lah, kalo yang bisa mengkritik kan orang nya kebiasaan masak Mie, semua dilakukan secara Instan, tapi kalo diajak ngomong proses.. #ah sudahlah

      jadi ya gitu ngomongnya cuma bisa, “cepat… cepat.. dan cepat… mana nih ? lama banget”

  • http://www.facebook.com/rukmana.nurhamyah Rukmana Nurhamyah

    hati2 dibaca joko mania!! ntar habis kalian semua dibully. hadeuuuuh.

    • http://www.facebook.com/hendra.syp Komar Satriani

      hati-hati… ada bedanya yang jokomania dan golongan netral.
      golongan netral pun ada klasifikasinya,,
      ada yang tipenya bener-bener cuek, ada juga yang netral yang salah tetap salah yang benar itu benar. jadi kalo melihat penyelewengan dari pemikiran yang dimiliki kadang yang netral kedua ini lebih sadis ngebully nya. ahahaha

  • http://www.facebook.com/hendra.syp Komar Satriani

    yes, kartu jakarta sehat VS Mahasiswa Kedokteran.

    “gelontorkan duit untuk cari dokter dan berbagai fasilitas kesehatan”

    kalo begitu saya mau jadi mahasiswa kedokteran ah, tapi yang berjiwa wirausaha, bukan dokter yang berjiwa senang sembunyi di ketek pemerintahan ”

    terus terang saya bukan yang pro-jokowi atau pro pro an. tapi yang jadi pertanyaan Penulis itu lulusan kedokteran tapi kenapa SEDIKIT sekali jiwa DOKTER nya ?

    buat apa kejar cita-cita jadi dokter untuk berharap duit. itu kan yang dicari ?????

    Ni yang saya heran para dokter pada kuliah dimana ? Kedokteran Konsentrasi Duit atau Niat Jadi Dokter untuk jadi “Dokter yang sebenarnya” ?

    kenapa gak cari jurusan lain aja itu para mahasiswa kedokteran ? kalau nanti lulusannya cuma berorientasi ke penghasilan ?

    sekilas komentar saya ini gak nyambung lho, tapi kalo orang cerdas yang baca, ya beda arti lagi.

    • ThaifahManshurah

      lu kira sekolah kedokteran itu murah apa…!?!?
      justru sekolah kedokteran itu biaya paling mahal diantara fakultas2 yg ada di univ
      udah gitu paling susah
      paling banyak ditinggalin oleh mahasiswanya, karena gak kuat kuliah di kedokteran
      lulus S1 cuma jadi dokter umum, masih cetek ilmu kedokterannya
      trus ngambil lagi S2, spesialisasi
      trus ambil lagi kursus ini-itu, pelatihan ini-itu
      duit bayak coy
      gak cukup cuma bermodalkan kartu jakarta sehat

      trus mengoperasikan rumah sakit itu kamu pikir gak pake duit apa
      untuk biaya listrik, beli alat2 kedokteran (jarum suntik), beli alat2 listrik (AC, lampu, respitrator), obat2-an, biaya gaji dokter, gaji perawat, staf, karyawan
      biaya untuk mobil ambulan, dlsbg
      lu pikir cuma bermodalkan KARTU yg diebri nama kartu jakarta sehat
      trus rumah sakit bisa beroperasi
      emangnya kartu jakarta sehat itu kartu sulap apa…!?!?!

      • http://www.facebook.com/hendra.syp Komar Satriani

        udah tau mahal, lah itu cita-cita lu jadi dokter ngpain ? mau sembuhin orang atau mau banyak duit ?

        kalo mau banyak duit knp gak jadi dukun ? asal cuap-cuap terima duit, kalo ada yang mati tinggal bilang “ini takdir bos”

        yang gue heran orang pgn kerja enak tapi gak mau punya resiko . jangan ngimpi lu Bos.

        • ThaifahManshurah

          lah emang begitu sistemnya
          sistem pendidikan di indonesia seuanya diukiur pake duit
          yg paling mahal fakul kedokteran

          lha masak harus masuk fakultaspolitik kayak jokowi
          ngapain juga jokowi seorang politikus sok bicara soal kesehatan
          tau apa dia
          bisanya cuma bikin kartu jakarta sehat
          ternyata programnya cuma jiplak dg progam2 sebelumnya
          jamkesmas, jamkesda

          jokowi gak tau2 apa soal kesehatan
          program KJS cuma program tambal sulam
          gali lobang tutup lobang

          • Aldiechi Kudo

            Ngakunya mau kritik tanpa njelek2in, tapi dr intens postingan plus
            gaya bahasanya jelas ke arah mana. Akhirnya “kelepasan” juga kata2 : tau
            apa dia……hahahaha. Lihat diri anda sendiri dulu, g perlu jauh2
            komentarin jokowi, org2 laen atw media, toh anda juga tyt bukan org yg
            mudah nerima kritik kan?

          • habibie

            hellooooow… tu ngritik pa ngejelekin sih???sapa td blg ngritik eaaaw

        • utech

          Kenapa selalu menuduh dokter mau banyak duit…Ini orang nyimak dong dari awal… dokter “dipaksa”melayani “overload” sudah diluar kemampuan tenaganya , kapasitasnya dan fasilitasnya>itu yang dikeluhkan, bukan uang…………!!kok enak bilang kerja mesti tanggung resiko, orang juga kerja ada batasnya, kalau sudah sampai diperbudak dengan alasan sosial, padahal yang mendapat popularitas mr J, ya protes laah..kalau kita tenaga medis juga sakit, ambruk, emang ada yang peduli…….mr Komar?…dan taukah anda utang KJS sudah bermilyar-milyar, sampai alkes RS habis, sementara utang luar negeri kita juga banyak…apa mau dihabisin buat KJS aja?……coba deh mr Komar loe nongkrong di RSU sehari aja, biar tahu gimana efek KJS dan ribetnya pasien sekarang…… jangan asal cuap

    • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

      ga perlu jd cerdas untuk baca komentar anda krn isiny cumam mengkambinghitamkan salah satu profesi mulia di negeri ini…meskipun saya bukan seorang dokter tp saya memahami bagaimana beratnya tanggung jawab dan pengorbanan serorang dokter…terlalu naif klo anda bilang dokter itu kerjanya cuma nyari duit, mereka juga butuh penghidupan yg layak u/ bs kerja secara maksimal..bukan malah dizholimi layaknya binatang hanya demi sebuah pencitraan

      • Aldiechi Kudo

        maaf, memang hrs teliti baca posting org lain…g perlu esmoni

        kenapa gak cari jurusan lain aja itu para mahasiswa kedokteran ? kalau nanti lulusannya cuma berorientasi ke penghasilan ?

        ini jelas bwt saya, bukan hinaan, tp sindiran…dan betul ko, kl dgn profesi kedokteran dgn segala tanggung jawab moralnya itu tyt orientasinya CUMA penghasilan, lbh baik cari jurusan lain, krn SEMUA org tau ada konsekuensi moral yg tinggi yg dituntut di atas profesi seorang dokter. ingat, tidak berorientasi ke penghasilan BUKAN berarti tidak boleh mikirin penghasilan, tp itu artinya bersedia memenuhi tanggung jawab moral sbg seorang dokter sbg FIRST priority ketimbang mikirin duitnya…paham kan :)

        • http://www.facebook.com/jeffry.alamsjah Jeffry Alamsjah

          orientasi ke penghasilan ? kyknya anda salah nangkep maksud artikel ini deh.. coba dibaca lagi post” diatas…
          dibaca gak jumlah pasien naik 70% ? dibaca gak seorang dokter menangani 270 pasien ? inti masalah ini itu fasilitas dan tenaga, bukan UANG..
          kalau gaji dokter dinaikin 5 kali lipat, emang makin cepat 5 kali lipat merawat pasiennya ? emang makin cepat 5 kali lipat nentuin diagnosanya yang tepat ? enggak kan ?
          coba dibaca dan dicermati dulu ya postingnya dari awal sampai akhir.. jangan lupa juga isi artikelnya..

  • http://www.facebook.com/people/Jamal-Ahmad/564938119 Jamal Ahmad

    Pernyataan,
    “….Jokowi juga masih punya relawan socmed, walau jumlahnya makin berkurang.Kalo ada berita buruk di situs, beraksi dg komentar dukung Jokowi…” Terbukti dengan banyaknya komentar yg gak terima Jokowi dikritik.

    Menurut teman saya yg wartawan, akun socmed pro Jokowi ini ada 2 jenis:
    1. Relawan, yg ini makin berkurang setelah Jokowi jadi gubernur.
    2. Bayaran, yg ini banyak akun klonengan alias fiktif, satu orang bisa mengelola beberapa akun.

    Dilihat dari kualitas komentar diatas, bisa dilihat yg mana yg akun klonengan.

  • Muhammad Yassin

    masih mending mas bro..masih mikirin orang miskin masih peduli….walaupun jokowi PDI. dari pade PKS yang menang pemilu di jakarata …apa kontribusi dan kebijakan yang pro rakyat miskin…kebanyakan omong ente pengamat.

    • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

      ngaca lu tong…lu juga cma bs ngritik…ap kontribusi lu?

      • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

        bagusan mana jokowi ma foke?

        • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

          22ny ga ad bagusny..

          • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

            kok bisa? harusnya gimana?

          • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

            mikir donk lo…

          • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

            gua pengen tau pikiran elu. emang tau apa cuman sok tau.

          • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

            tuh, gak ada solusi kan? gak bisa jawab..

  • http://www.facebook.com/people/Jamal-Ahmad/564938119 Jamal Ahmad

    Sesungguhnya ini bukan terkait keikhlasan bekerja (yg kadang dieksploitasi pihak lain untuk kepentingan politik). Namun masalah kualitas pelayanan kesehatan. Semua demi kebaikan pasien & masyarakat. Jika beban nakes overload dan fasilitas kurang, maka kualitas layanan kesehatan turun, dan masyarakat yg jadi korban.

    Kemarin seorang dokter penyakit dalam di RSUD melayani 270 pasien. Jika poliklinik buka 8 jam,maka setiap pasien dilayani selama 1,8 menit!

    Nakes menjadi korban antara, tapi korban utamanya adalah masyarakat! Bagaimana seorang dokter bisa melayani pasien selama < 2 menit?

    Mari kita benahi bersama sodara2,jangan arogan. Jangan mencari kambing hitam demi pencitraan. Jangan demi kuantitas, kualitasdikorbankan. Jangan demi memperluas cakupan (kuantitas) sehingga tercitrakan keren, namun kualitas pelayanan kesehatan diabaikan.

  • http://www.facebook.com/people/Jamal-Ahmad/564938119 Jamal Ahmad

    Pernyataan,
    “….Jokowi juga masih punya relawan socmed, walau jumlahnya makin berkurang.Kalo ada berita buruk di situs, beraksi dg komentar dukung Jokowi…”

    Terbukti dengan banyaknya komentar yg gak terima Jokowi dikritik.

    Menurut teman saya yg wartawan, akun socmed pro Jokowi ini ada 2 jenis:
    1. Relawan, yg ini makin berkurang setelah Jokowi jadi gubernur.
    2. Bayaran, yg ini banyak akun klonengan alias fiktif, satu orang bisa mengelola beberapa akun.

    Dilihat dari kualitas komentar, bisa dilihat yg mana yg akun klonengan.

    • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

      itu waktu kampanye, ada orang relawan…
      sekarang gak kampanye ya yang ada tinggal rakyat yang suka ma pemimpinnya..

  • Rusliyanto bin Suryadi

    Astagfirullah al’adziim… biarkanlah beliau memimpin sampai masa jabatannya habis, jangan selalu dihujat…. lebih baik bekerjasama membangun Jakarta yang lebih baik. Hati-hati dalam menuduh orang, karena setiap tuduhan yang salah akan berbalik kepada si penuduh sendiri? bukankah islam mengajarkan hal yang demikian? Bicaralah yang baik atau diam…

    • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

      bukan menghujat tp mengkritisi, hal yg dikritisi pun jelas, justru pemimpin klo terlalu banyak di puji itu lebih berbahaya. apalagi klo ga mau menerima kritikan yg membangun. menurut saya kritik yg disampaikan sudah dalam konteks bahasa yg baik..bukankah islam juga mengajarkan demikian

  • doddyeka

    Ya Sebuah Analisa yang Baik.. Seharusnya JOKOWI belajar MANAGEMENT GOVERMENT dalam menata Kota JKT.. Jangan Terapkan Learning By Doing.. Itu Teory try n error.. dan Itu Berbahaya bagi Masyarakat.. teory itu hanya Cocok bagi Pebisnis..Bukan di Politik..Hati2 Bung JOKO…Buka Hati dan Pikiran Anda untuk menerima masukkan masyarakat profesional.. Kota Besar JKT tidak Bisa dikelola dengan berantem ala ‘Ahok”.. jadi rusak nanti..

  • http://www.facebook.com/yuzrisaputra D’yos Permadewa

    politik lagi,,, dislike

  • http://www.facebook.com/mazmadha Mat Yudin

    beginilah kalo hanya bisa main perintah! jokowi suruh kerja dilapangan paling2 juga klenger..

    • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

      kerja jokowi ngontrol di lapangan.. bukan ngurusi kerjaan lapangan..
      dia pulang tengah malem n pagi2 buta udah blusukan lagi ngontrol wilayahnya..
      udah tau lum kalo yang ini?

      • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

        udah pasti tau lah…kan banyak disiarin media2…namany juga kesayangan media…kerja gub it bukan cuma ngontrol…

        • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

          nah, udah tau kan? bukan cuma kontrol, tp juga konsep, eksekusi n evaluasi. soal konsep, eksekusi dan evaluasi itu gak pernah diberitain media. itu dia lakuin waktu di kantor atau di rumah.. tidak perlu pakai paparazi juga kan kalau hanya untuk mencari berita bahwa jokowi sedang bikin konsep, buat strategi menjalankan kebijakannya, dll…
          kalo soal kesayangan media, soalnya diantara sekian banyak tokoh, yang paling seru buat diberiatain ya jokowi.. coba bayangin, berita yang laku dijual itu berita tentang orang yang duduk-duduk doang di kantor apa orang yang kegiatannya gak bisa diduga? tiba-tiba sidak, tiba-tiba menghadiri rapat, tiba-tiba rombak birokrasi, dll. coba, pilih mana secara obyektif kalau jadi wartawan?

          • http://www.facebook.com/revo.vandeta Revo Vandeta

            banyak media2 sekarang sudah ga berimbang dalam pemberitaan….ga ad lagi yg bs d percaya…banyak yg tidak menampilan fakta yg ad, semua sesuai pesanan dan masyarakat hari ini sudah bnyak yg tau ttg itu…klo jd wartawan saya akan pilih tokoh lain, masih banyak mutiara2 tersembunyi di indonesia yg lebih baik dr jokowi…

          • http://www.facebook.com/rifkie.agustian Rifkie Aziz Agustian

            butuh waktu untuk tahu tokoh yang lebih baik dari jokowi. perlu dilakukan penelitian berkelanjutan n menyeluruh ke daerah-daerah di indonesia. lagian, apa ada orang yang melakukan minimal seperti yang jokowi lakukan selama masa kepemimpinannya? paling2 cuma salah 1 saja.. jokowi gak ambil gaji, berani melawan atasan untuk masalah warisan budaya, pro pasar tradisional dimana si sana merupakan tempat cari makan banyak orang, berobat dan sekolah gratis, meningkatkan pendapatan daerah, dll. ada gak? paling2 2 atau 3 doang dari yang dilakuin jokowi..

    • http://www.facebook.com/handrinur Andriano Lebay

      kerja jokowi ngontrol di lapangan.. bukan ngurusi kerjaan lapangan..
      dia pulang tengah malem n pagi2 buta udah blusukan lagi ngontrol wilayahnya..

      terang aja mana tau jakarta lah dia bukan asli jakarta….
      oon amat

  • http://www.facebook.com/binar.widhi Binar Widhi

    iyah,sepakat dengan tulisan ini. memang seperti itu kenyataan d lapangan. hanya bagi orang-orang yg beneran terjun d lingkungan RS yg tau keadaan pelayanan RS ruwetnya seperti apa ditambah lagi yang dihadapi itu orang SAKIT,keluarga yg CEMAS dan pengennya semua2 ditanganii yg pertama pula.tentu jauh berbeda dengan tempat pelayanan umum lain yg menghadapi orang sehat.,jadi klo ada orang yg komen negatif ya sudah dipastikan sekali orang tsbt hanya asal bunyi tanpa melihat. seperti orang buta pegang gajah. pas megang ekornya saja,dengan percaya diri bilang klo gajah itu berbentuk kaya uler.

  • http://www.facebook.com/binar.widhi Binar Widhi

    iya,setuju banget dengan tulisan ini. hanya yang bener-bener terjun d lapangan yang tau bagaimana ruwetnya pelayanan d RS. bagaimana menghadapi orang SAKIT,beserta keluarga yang CEMAS dan inginnya semua mua ditangani saat itu juga. tentu berbeda jauh dengan fasilitas pelayanan umum lain yang melayani orang sehat. bagi yang berkomentar negatif tentang hal ini,sudah dapat dipastikan hanya asal bunyi. seperti orang buta yang di diminta menjelaskan gajah. orang buta yg lagi megang ekor gajah akan dengan percaya diri menjelaskan klo gajah itu seperti uler.

  • http://www.facebook.com/bintang.sirius.35 Bintang Sirius

    sy menghargai niat baik jkw, namun sbg pemimpin sudah selayaknya mendengarkan kritikan dari rakyatnya.

  • anambas

    yah, namanya partai sama ajah (mana ada yang mau di nomor 3 kan)… jadi pada Pikir aja sendiri yaks… tipis banget bedanya antara mengkritik ama menggunjing bru.. jadi ati2 yang pada punya lidah dan mulut…. jan ampe jadi ngedooorrrr (hizab)….. barakallah

  • ThaifahManshurah

    jokowi-ahok bukan pemimpin dan negarawan yg hebat seperti yg digembar-gemborkan oleh media masa
    ternyata jokowi-ahok itu cuma kader partai, PDI-P
    artinya
    mereka cuma anak buah alias orang2 suruhannya si pa’de(pantat gede), megawati
    mereka pintar sekali melakukan politik tebar pesona
    itu memang karena partainya udah men-setting-nya

    apa yg dikerjakan dan dilakukan oleh jokowi-ahok
    semuanya berdasarkan perintah si pa’de dan instruksi dr partainya, PDI-P

  • ThaifahManshurah

    “Jokowi juga masih punya relawan Socmed (Social Media),
    walau jumlahnya makin berkurang. Kalau ada berita buruk di situs,
    beraksi dengan komentar dukung Jokowi ….”

    relawan socmed(social media) itulah AGEN PROPAGANDA
    mereka dibayar untuk menyerang siapa saja yg kritis jokowi-ahok
    sehingga jokowi-ahok selalu punya image/citra yg selalu positif

    1 orang bisa punya belasan akun, facebook, tweeter, yahoo, detik, kompas dlsbg

    coba cari aja di google
    “AGEN PROPAGANDA”

  • Ichwantaufiq Mukhrim

    betol pak…..
    semoga JOKOWI segera membangun infrastruktur dan menambah perawat, OB, apoteker dan dokter sehingga masyarakat kita jadi sehat…..
    sebelum negara mencerdaskan masyarakat, masyarakat harus di sehatkan dulu…
    saya dukung JOKOWI AHOK dan saya mendukung saran dari bpk dokter

  • Adi Nug

    Masukan ini sangat bagus coz terlepas dari segala kepentingan yg sy heran kok d kritik nggak mau ya…..mungkin merasa sdh benar kali….,kalo yg sprt ini dan antek2nya ada terus ya kapan tenangnya negeri ini..presidennya udah boneka tinggal cari dalangnya siapa