Home / Berita / Nasional / DPR Minta Deputi Gubernur BI Perjuangkan Kepentingan Petani, Nelayan, UMKM, dan Bank Syariah

DPR Minta Deputi Gubernur BI Perjuangkan Kepentingan Petani, Nelayan, UMKM, dan Bank Syariah

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memutuskan menunjuk Asisten Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia di Komisi XI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/3). Dalam uji kepatutan dan kelayakan deputi Gubernur BI tersebut, Perry memaparkan enam program guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jika terpilih menjadi Deputi Gubernur BI. (ANTARA/Rosa Panggabean/zn)
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memutuskan menunjuk Asisten Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia di Komisi XI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (14/3). Dalam uji kepatutan dan kelayakan deputi Gubernur BI tersebut, Perry memaparkan enam program guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan jika terpilih menjadi Deputi Gubernur BI. (ANTARA/Rosa Panggabean/zn)

dakwatuna.com – Jakarta. Ketua Komisi XI DPR RI Izederik Emir Moeis meminta Perry Warjiyo selaku Deputi Gubernur BI terpilih untuk memperjuangkan kepentingan petani, nelayan, usaha kecil menengah, dan mengembangkan bank syariah.

“Kami minta Perry memperjuangkan nasib petani nelayan, sektor riil, UMKM, dan kembangkan bank syariah,” kata Ketua Komisi XI DPR RI Izederik Emir Moeis saat ditemui di Jakarta, Kamis.

Menurut Emir, Perry mempunyai pengalaman operasional yang ahli di bidang moneter dan ekonomi.

“Ia mempunyai pengalaman panjang dalam pengendalian nilai tukar,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan makroprudential yang dijalankan oleh BI harus mampu mewujudkan kebijakan makroprudential yang pro-growth, pro-poor dan menciptakan financial inclusion.

“Kebijakan lalu lintas devisa yang dijalankan oleh BI harus lebih mengutamakan kepentingan nasional dan memberikan pembatasan kepada arus modal asing yang bersifat jangka pendek, spekulatif, dan fluktuatif,” katanya.

Ia mengatakan, dalam pengelolaan arus modal asing, BI harus memiliki rumusan yang mengutamakan kepentingan ekonomi nasional.

Di samping itu, meningkatkan dan memperkuat peranan BI dalam pengelolaan dan pengendalian inflasi baik di pusat maupun daerah dengan mengupayakan pembentukan direktorat yang khusus menangani permasalahan inflasi.

Perry, kata dia, harus memperkuat koordinasi antara BI dan pemerintah terkait pengelolaan perubahan nilai tukar dan tekanan nilai tukar terhadap beban fiskal negara.

“Dalam hal menilai kinerja Dewan Gubernur, BI harus memiliki dan menetapkan indeks kinerja utama (IKU) untuk masing-masing anggota Dewan Gubernur,” kata dia.

Sementara itu, kebijakan moneter dan makroprudential yang dijalankan oleh BI berpihak pada pertumbuhan dan perkembangan perbankan syariah, ujarnya.

Di sisi lain, BI harus mengoptimalkan upaya menarik devisa hasil ekspor untuk masuk ke perbankan dalam negeri melalui optimalisasi kebijakan DHE maupun instrumen kebijakan lainnya sehingga berdampaka positif.

Sebelumnya, Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo akhirnya terpilih secara aklamasi oleh Komisi XI DPR menjadi Deputi Gubernur BI menggantikan posisi Budi Mulya yang telah habis masa jabatannya.

“Melihat Pak Perry sudah dicalonkan keempat kalinya dan situasi saat ini membutuhkan pengalaman, pilihan anggota lebih ke beliau,” ujar anggota Komisi XI Arif Budimanta di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Perry mengalahkan rekan dari BI juga, yakni Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Hendar. Ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2013–2018. (A063/D007/Ruslan Burhani/Ant)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Perspektif Masyarakat terhadap Investasi Syariah