Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Abu Bakar Ash Shiddiq The Successor

Abu Bakar Ash Shiddiq The Successor

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul Buku : Abu Bakar Ash Shiddiq The Successor

Penulis : Abdurrahman Asy Syarqawi

Penerbit : ARKANLEEMA

Halaman :

Dimensi : 13.5 x 20.5 cm

ISBN : 978-979-055-130-5

Cover buku "Abu Bakar Ash Shiddiq The Successor".
Cover buku “Abu Bakar Ash Shiddiq The Successor”.

dakwatuna.com – Kali ini mencoba mereview sebuah buku. Bahasa kerennya mencoba meresensi buku. Tapi bukan buku yang formal sih, tapi novel. Novel yang berlatarkan salah satu sejarah Peradaban Islam. Abu Bakar As Shiddiq The Successor. Ya, itulah judulnya. Sebuah biografi salah satu orang yang Rasulullah paling cintai. Biografi yang dijabarkan dengan gaya cerita novel, sehingga enak dibaca (versi saya ya). Tidak terlalu berat bahasanya tuk mencernanya seperti sirah nabi. Semoga tulisan saya ini bisa mewakili pesan-pesan yang dibawa penulis novel ini, Dr. Abdurrahman Asy Syarqawi.

“Yang menyatukan kita jauh lebih banyak, yang memecahkan kita jauh lebih sedikit. Hendaknya kita selalu lebih mengarah dan konsisten kepada sesuatu yang dapat menyatukan kita sehingga hal tersebut menjadi hal efektif dalam kehidupan kita. Hendaknya antara kita saling memaafkan atas perbedaan yang sedikit terjadi antara kita”

Alasan penulis menulis biografi mengenai Abu Bakar tertuang di akhir buku yaitu “dikarenakan Abu Bakar mempunyai sifat utama dan kekuatan. Dia mengetahui sesuatu yang tidak diketahui orang lain. Dia mendapatkan ajaran langsung dari Rasulullah bahwa dalam Al-Quran, setiap kali Allah menyebutkan kata iman, selalu menyandingkannya dengan kata amal saleh. Iman menuntut seseorang untuk bangkit melakukan ibadah secara sempurna. Adapun amal saleh merupakan upaya kerja keras untuk memakmurkan bumi, jihad di jalan Allah untuk menyebarkan akhlak mulia, berinteraksi dengan orang lain secara baik dan untuk mewujudkan kemaslahatan umat Islam seluruhnya. ”

Tubuhnya kurus, akalnya cerdik. Mempunyai ruhiyah yang luar biasa, bersumber langsung dari keimanan yang agung. Jihadnya tidak usah ditanya, luar biasa. Sabarnya tidak tertandingi. Lemah lembut tapi tegas. Dia manusia yang sangat wara’ setelah Rasulullah. Nama aslinya Abdullah. Dilahirkan 2 tahun beberapa bulan setelah Tahun Gajah.

Dia pembesar suku Quraisy. Saudagar kaya. Dia yang paling hafal mengenai sejarah bangsa Arab, pertempuran bangsa Arab terdahulu. Dia juga menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan yang ada. Sehingga kaumnya [Quraisy] menjadikan kedudukannya seperti hakim. Dia juga dijuluki Al-Atiq, pemuda berwajah rupawan.

Dia orang pertama dari lelaki dewasa yang mengakui Risalah yang Rasulullah ajarkan. Bahkan tertuang dalam Quran, QS 39:33. Gelarnya merupakan langsung pemberian Allah melalui lisan Rasulullah. Dia juga yang membebaskan banyak budak di zamannya termasuk Bilal bin Rabah. Dia juga yang bersikeras agar pemeluk Islam menampakkan keislamannya di awal dakwahnya, namun Rasul melarangnya.

Dia juga sering diejek dengan panggilan Abu Fushail oleh kafir Quraisy. Dia sering membacakan Al-Quran dengan lantang sehingga banyak istri dan anak-anak tetangga yang terpengaruh, di antaranya pemuda seperti Sa’ad bin Abi Waqqash dan Zubeir bin Awwam.

Dia juga yang dipilih langsung oleh Allah tuk menemani Rasulullah hijrah ke Madinah. Bahkan ketakutan setengah mati di Gua Hira’ setelah kaum kafir Quraisy hampir menemukan mereka, namun Allah selalu bersama mereka. Dia juga yang rela menyerahkan seluruh kekayaannya untuk Islam, tidak setengah-setengah tapi semuanya, kontan.

Dia yang langsung memerangi kaum murtad pasca Rasulullah meninggal. Semua nabi palsu yang hadir dia basmi. Dia tidak ingin Risalah ini tercemar oleh sekelompok orang yang mengaku-ngaku sebagai nabi. Telah jelas Rasulullah adalah nabi terakhir yang Allah utus di bumiNya ini. Dia juga yang menyatukan jazirah Arab. Awalnya suku-suku Arab terpecah belah dan saling berperang satu sama lainnya.

Dia juga yang melakukan ekspansi hingga ke Persia dan Romawi. Padahal jelas mereka pusat kekuatan dunia saat itu. Berani dan tegas bersembunyi dibalik sifatnya yang lemah lembut. Mengirimkan pasukan terbaik agar bisa membebaskan rakyat yang terzhalimi di sana. Khalid bin Walid, Mutsanna bin Haritsah, Amr bin Ash, Abu Ubaidah bin Jarrah, Ikrimah bin Abu Jahal dan panglima-panglima besar lainnya dikirimkan. Demi membebaskan rakyat yang tertindas dari kezhaliman penguasa setempat.

Dia juga sedih. Betapa banyak ghanimah yang telah melenakan umat muslim. Yang membuat mereka cinta dunia. Yang membuat pasukan perang berniat perang tuk mengejar harta banyak hasil dari ghanimah. Sedih.

Dia cuma memimpin 2 tahun 3 bulan, namun segudang prestasi besar ditorehkan. Kejayaan Islam ditegakkan. Ya, dia adalah Abu Bakar Ash Shiddiq. Khalifah Rasulullah pertama. The Successor pertama Rasulullah.

Pidato Abu Bakar ketika diba’iat jadi Khalifah Rasulullah:

“Amma ba’du. Wahai manusia, aku telah diserahi kekuasaan untuk mengurus kalian, padahal aku bukanlah orang terbaik dari kalian. Untuk itu, jika aku melakukan kebaikan, maka bantulah aku, jika aku berbuat salah, maka ingatkanlah aku. Jujur itu amanah, sedang dusta itu khianat. Orang lemah di antara kalian adalah orang kuat di sisiku hingga aku berikan haknya insya Allah, dan orang kuat di antara kalian adalah orang lemah di sisiku hingga aku mengambil haknya darinya insya Allah. tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah, melainkan Allah menjadikan hidup mereka hina dan dihinakan, tidaklah perbuatan zina menyebar di suatu kaum, melainkan Allah akan menyebarkan malapetaka di tengah-tengah mereka. Untuk itu, taatlah kalian kepadaku selama aku masih taat kepada Allah dan RasulNya. Jika aku bermaksiat kepada Allah dan RasulNya, maka bagi kalian tidak ada ketaatan kepadaku. Dirikanlah shalat kalian, semoga Allah merahmati kalian.”

Suatu hari dia pun berpidato, “Wahai manusia, aku seperti kalian. Aku tidak tahu mengapa kalian memberikan beban berat kepadaku yang hanya sanggup dipikul oleh Rasulullah saw. Sesungguhnya Allah mengutus Rasulullah untuk sekalian alam. Allah menjaganya dari kesalahan. Aku hanya mengikuti beliau. Jika aku lurus, ikutilah aku. Namun jika aku melenceng, maka luruskanlah aku. Ketahuilah bahwa kepadaku ada setan yang selalu menggodaku. Jika setan itu datang, maka jauhilah aku.”

Suatu ketika Rasulullah masih hidup, beliau pernah ditanya sahabat, “Wahai Rasul, siapakah yang engkau utamakan setelahmu?”. Beliau menjawab, “Jika kalian mempercayakan kepada Abu Bakar, dia adalah orang yang terpercaya lagi zuhud terhadap dunia dan menginginkan akhirat. Jika kalian mempercayakan kepada Umar, kalian akan mendapatkan seorang yang kuat dan terpercaya, dia tidak takut terhadap orang-orang yang mencela. Jika kalian mempercayakan kepada Ali, kalian akan mendapatkan seorang pemberi petunjuk dan akan menunjuki kalian pada jalan yang lurus”

Pesan Abu Bakar kepada Umar ketika hendak menjadikannya sebagai penerusnya, “Wahai Umar, aku berpesan agar engkau selalu bertaqwa kepada Allah swt. Ada perbuatan malam hari yang tidak diterima di siang hari dan juga sebaliknya. Ibadah sunnah tidak akan diterima selama ibadah wajib belum dilaksanakan…” (hal 442)

Abu Bakar meninggal tepat di usia 63 tahun, sama seperti usia Rasulullah ketika dipanggil Allah swt. Tepat sore hari, tanggal 21 Jumadilakhir 13H. Bumi madinah pun bergetar karena sedu sedan sahabat. Sama ketika mereka ditinggal Rasulullah.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 8,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer yang hobi menulis, blogging, desain grafis, traveling dan nonton film, bercita-cita menjadi batu bata peradaban Islam.
  • Citra Hartika

    Subhanallah…semoga kita kembali mendapatkan pemimpin seperti Abu Bakar Ash Shidq yg berkata “jika aku melakukan kebaikan bantulah aku dan jika aku salah ingatkanlah aku..Sungguh jujur itu amanah dan dusta itu khianat”

Lihat Juga

Berkaca Dari Laporan atau Review Audit Syariah di Berbagai Negara