Home / Berita / Daerah / Bupati Bogor Jadi Tersangka, Aher: “Seharusnya Panwaslu Bersikap Adil, yang Lain Laporkan Juga”

Bupati Bogor Jadi Tersangka, Aher: “Seharusnya Panwaslu Bersikap Adil, yang Lain Laporkan Juga”

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (inet)
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. (inet)

dakwatuna.com – Bandung. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) membela Bupati Bogor Rachmat Yasin yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Depok atas laporan Panwaslu Kabupaten Bogor terkait dugaan melakukan pelanggaran dalam pilkada Jabar.

“Seharusnya Panwaslu bersikap adil dong, bisa melaporkan yang lain-lain juga, kan banyak juga Gubernur dan Bupati (ikut kampanye),” kata Aher, di Kota Bandung, Kamis.

Ia meminta semua yang ikut terlibat seharusnya bisa diproses oleh aparat penegak hukum.

“Ya itu tadi, seharusnya semua dilibatkan dong, bela nih,” katanya.

Pihaknya malah ingin tahu apakah kasus hukum yang menimpa Bupati Bogor itu delik aduan atau bukan.

“Justru kita ingin tahu dulu apakah benar itu delik aduan,” ujar Heryawan.

Polresta Depok menetapkan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana pelanggaran Pemilu pada Pilkada Jawa Barat 2013.

Rachmat telah ditetapkan tersangka sejak Senin (11/3), ia diperiksa di Markas Polresta Depok atas laporan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bogor.

Bupati Bogor tersebut diduga melakukan pelanggaran Pemilu dengan melakukan kampanye ilegal di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rachmat diduga melanggar Undang Undang Pemilu Nomor 32 tahun 2004 Pasal 116 ayat 4 junto Pasal 80 yang berbunyi pejabat negara, pejabat struktural dan fungsional dalam jabatan negeri dan kepala desa yang dengan sengaja melanggar ketentuan diancam pidana penjara minimal satu bulan dan maksimal 6 bulan dan denda paling sedikit Rp600.000 dan maksimal Rp6.000.000.

Sebelumnya juga diberitakan bahwa Gubernur DKI Joko Widodo dua hari menjadi juru kampanye bagi pasangan Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki di Pilgub Jabar. Ternyata, Jokowi tak mengantongi izin cuti dari Mendagri Gamawan Fauzi. Pada Sabtu (16/2/2013) Jokowi menjadi jurkam di Bandung, Jawa Barat. Keesokan harinya, mantan Wali Kota Solo ini membantu pasangan Rieke-Teten di kawasan Depok, Jawa Barat. Anehnya, hingga saat ini Jokowi tidak dijadikan tersangka. (Ella Syafputri/Ant/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,57 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Sylviani: Kalau Ahok Bebas, Bisa Hancur Sistem Bernegara