Home / Berita / Daerah / Tak Kantongi Izin Cuti Jadi Jurkam, Bupati Bogor Jadi Tersangka, Tapi Jokowi Bebas

Tak Kantongi Izin Cuti Jadi Jurkam, Bupati Bogor Jadi Tersangka, Tapi Jokowi Bebas

Jokowi dan pasangan Rieke-Teten. (inet)
Jokowi dan pasangan Rieke-Teten. (inet)

dakwatuna.com – Depok. Polisi menetapkan Bupati Bogor Rachmat Yasin sebagai tersangka terkait Pilgub Jabar. Rachmat diduga tak mengantongi surat izin cuti untuk menjadi juru kampanye (jurkam) saat kampanye Pilgub Jabar berlangsung beberapa waktu lalu.

“Kami sudah periksa dia. Dari hasil pemeriksaan kami, dia ditetapkan menjadi tersangka. Penetapan itu berdasarkan pemeriksaan sejumlah saksi, ketua Panwaslu dan rekaman video. Semua penyidikan memenuhi unsur pelanggaran,” tegas Kapolresta Depok Kombes Pol Achmad Kartiko di Mapolresta Depok, Jalan Margonda Raya, Rabu (13/3/2013).

Kartiko mengatakan Rachmat dilaporkan Ketua Panwaslu Kabupaten Bogor Yana Nerheryana lantaran menjadi jurkam dalam kampanye salah satu pasangan calon Pilgub Jabar di Bojonggede, Bogor, pada Sabtu (16/2) lalu. Namun untuk menjadi jurkam, Rachmat tidak mengantongi surat izin cuti dari Kemendagri. Kemestian surat izin cuti untuk jurkam bagi pejabat publik ini diatur dalam UU No 32 tahun 2004 tentang Pemda.

Kartiko juga mengatakan Rachmat diperiksa pada Senin (11/3) lalu. Berkas pemeriksaan terhadap Rachmat telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Bogor.

Gelar perkara terhadap kasus tersebut sudah dilakukan bersama tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumduk). Di antaranya Panwaslu Kabupaten Bogor, Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dan Polresta Depok. Atas pelanggaran ini, Rachmat Yasin terancam sanksi hukuman penjara maksimal enam bulan dan denda Rp 6 juta.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Depok Sutarno membenarkan ihwal pemeriksaan dan pelaporan pelanggaran Pilgub Jabar yang dilakukan Rachmat Yasin.

“Iya saya hanya mendampingi Bapak Rachmat Yasin saja. Kalau masalah pelanggarannya ke Panwaslu Kabupaten Bogor, saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci pelanggaran yang dilakukan,” tuturnya ketika dihubungi wartawan di Depok.

Menurutnya, pelanggaran yang dilaporkan itu dilakukan di wilayah Bilabong, Kecamatan Bojonggede. Walaupun masuk Kabupaten Bogor dan menjadi kewenangan Panwaslu Kabupaten Bogor, tetapi wilayah penegakan hukumnya masuk ke Polresta Depok. Artinya, semua masalah hukum di Kecamatan Bojonggede itu masuk ke wilayah Depok.

“Karena itu masuk wilayah kewenangan kepolisian Kota Depok, maka diperiksa di Polresta Depok,” jelas Sutarno.

Saat ditanya, mengenai pelanggaran serupa yang dilakukan pasangan lain dengan mendatangkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang menjadi Jurkam, Sutarno tidak mau berkomentar. Sutarno mengelak dan menyatakan tidak ada laporan ke Panwaslu dari partai pendukung calon lain.

Sebelumnya diberitakan bahwa Gubernur DKI Joko Widodo dua hari menjadi juru kampanye bagi pasangan Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki di Pilgub Jabar. Ternyata, Jokowi tak mengantongi izin cuti dari Mendagri Gamawan Fauzi. Pada Sabtu (16/2/2013) Jokowi menjadi jurkam di Bandung, Jawa Barat. Keesokan harinya, mantan Wali Kota Solo ini membantu pasangan Rieke-Teten di kawasan Depok, Jawa Barat. Anehnya, hingga saat ini Jokowi tidak dijadikan tersangka. (rmd/rmd/detikcom/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (11 votes, average: 8,82 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • disqus_dlcP7mzwwl

    Uenak aja…..kadut..JOKOWI ora di apa-apae….RY malah kena sangsi,emangnya JOKOW ga ,melanggar ? ga adil BANGET ini hukum……Uenak wae…Pret…..

  • Upaya adu domba PKS – PPP ?

  • [email protected]

    makin lama gw makin yakin ya sama PKS. padahal tadinya gw paling alergi sma politik n gw anggap semua partai sama. tapi makin kesini koq ada yang beda ya.

  • wonk sabar

    kalau punya bukti kuat, ya segera laporkan sebelum basi, “Sutarno mengelak dan menyatakan tidak ada laporan ke Panwaslu dari partai pendukung calon lain” Nah itu….namun jika sudah dilaporkan belum juga ada tindak lanjut. lanjutkan ke ranah hukum

  • andi

    tanggal 16-17 itu kan hari sabtu minggu (hari libut kerja) masa musti ijin cuti….aneh nihhhh……..konyol….la itu SBY ngurusin partai aja gak pake ijin cuti…konyol konyol..

Lihat Juga

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto. (halalbogor.com)

Bogor Canangkan Jadi Kota Zakat di Tahun 2020

Organization