Home / Berita / Nasional / Sistem Bagi Hasil Dorong Non-Muslim Beralih ke Bank Syariah

Sistem Bagi Hasil Dorong Non-Muslim Beralih ke Bank Syariah

Ilustrasi - Transaksi di sebuah bank syariah. (Kontan)
Ilustrasi – Transaksi di sebuah bank syariah. (Kontan)

dakwatuna.com – Jakarta. Keunggulan yang dimiliki bank syariah kian menarik masyarakat bahkan yang beragama nonmuslim. Bank syariah dinilai memiliki keunggulan kompetitif dibanding bank konvensional sehingga mampu menggaet nasabah nonmuslim.

Ketua Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Ma’ruf Amin, mengatakan bank syariah unggul karena tidak dilengkapi bunga yang dilarang dalam Islam. Kestabilan dan transparansi pengelolaan menyebabkan produk syariah diterima oleh komunitas nonmuslim.

Menurutnya sistem bagi hasil yang diterapkan perbankan syariah menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Tidak hanya bagi untung, tapi juga ada bagi risiko sehingga masyarakat nonmuslim meminati bank syariah,” ujar Ma’ruf, Rabu (13/3), sebagaimana dilansir Republika Online.

Sistem sharing tersebut dinilai lebih adil dan transparan. Bank syariah harus memberikan pelayanan terbaik agar bisa bersaing menggaet konsumen dengan bank konvensional.

Senada dengan Ma’ruf, Pengamat Ekonomi Syariah Syafii Antonio kaum nonmuslim kian menggandrungi produk keuangan syariah. Dia mencontohkan di kawasan Glodok, banyak etnis Cina yang berinvestasi emas dalam bentuk dinar. “Dari sisi keamanan dan likuiditas, berinvestasi di syariah lebih terjamin,” ujar Syafii.

Pangsa pasar nonmuslim bisa dijadikan target bank syariah dalam memasarkan produknya. Sayangnya, kata Syafii, hal tersebut belum dilakukan optimal. Perlu upaya tambahan untuk menggaet nasabah nonmuslim. “Misalnya memberi mereka pembiayaan, dengan begitu mereka akan mau mempercayakan uangnya ke bank syariah,” kata Syafii.

Direktur Utama Bank BNI Syariah Dinno Indiano mengatakan tren nonmuslim meminati produk bank syariah tidak hanya di luar negeri saja. “Di Indonesia gerakan seperti itu memang ada,” ucapnya.

Hal tersebut turut berkontribusi dalam pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia. Hanya saja, kata Dinno perlu upaya lebih keras lagi jika ingin mengejar bank konvensional. “Effort harus dilipatgandakan supaya market share bank syariah lebih besar,” ujarnya. (Qommarria Rostanti/Nidia Zuraya/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Agun Gunari

    Hati hati aja dimanfaatkan untuk pencucian uang….. Dan apakah uang yg di investasikan ke syari bearasal dari uang yg halal ?

Lihat Juga

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional