13:02 - Jumat, 24 Mei 2013

Pengamat: Kemenangan di Jabar dan Sumut akan Naikkan Elektabilitas PKS di 2014

Rubrik: Daerah, Nasional | Kontributor: Tim dakwatuna - 07/03/13 | 17:15 | 25 Rabbi al-Thanni 1434 H

Ilustrasi. (inet)

Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Kemenangan beruntun pasangan yang diusung PKS di Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara diperkirakan akan menaikkan elektabilitas PKS pada pemilu 2014 nanti.

“Jabar dan Sumut memiliki jumlah pemilih yang relatif besar di Indonesia. Jumlah pemilih di Jawa Barat itu terbesar di Pulau Jawa, dan Sumatera Utara memiliki jumlah terbesar di Pulau Sumatera,” kata pengamat politik dari Media Survey Nasional (Median), Rico Marbun, beberapa saat lalu (Kamis, 7/3).

Menurutnya, kemenangan di dua pilkada itu telah menunjukkan kepemimpinan Anis Matta sebagai Presiden PKS, telah berhasil membalikkan arus serangan terhadap PKS, menjadi peluang. Serangan kepada PKS setidaknya bisa dijadikan peningkat soliditas bagi kader PKS, ketimbang meruntuhkan soliditas mereka.

Selain itu, Rico mengatakan bahwa kemenangan di Sumut sebenarnya sangat berharga bagi PKS. Sebab Sumut notabene dengan pemilih yang relatif pluralis, membuktikan bahwa kandidat yang ditawarkan PKS bisa diterima oleh banyak pihak dengan latar belakang berbeda.

Kemenangan pasangan Gatot Pujo dan Tengku Ery yang diusung PKS pada pilkada Sumut menurut pengajar politik Universitas Paramadina ini, telah diprediksi sejak awal. Berdasarkan temuan survei Median pada 17-22 Februari 2013, tingkat elektabilitas, pasangan ini menduduki peringkat pertama dengan 29,9 persen, disusul Gus Irawan-Sukiman sebesar 22,5 persen, Effendi Simbolon-Jumira Abdi 13,7 persen, Amri Tambunan-RE Nainggolan sebesar 11,3 persen, dan Chairuman Harahap-Fadli Nurzal sebesar 8,8 persen, sedangkan yang tidak menentukan sebesar 14,1 persen.

“Berdasarkan hasil quick count diketahui bahwa raihan pasangan Gatot Pujo-Tengku Ery menacapai sekitar 32 persen, menunjukkan di dua pekan terakhir, petinggi PKS berhasil memanfaatkan momentum menaikkan elektabilitas pasangan tersebut,” terangnya.

Selain itu, menurut pengajar universitas paramadina ini, satu yang menarik dari pilkada Jabar dan Sumut ini adalah ketidakmampuan Jokowi effect memenangkan pasangan yang didukungnya. “Kekalahan pasangan kepala daerah yang menghadirkan Jokowi sebagai juru kampanye di Jabar dan Sumut, bisa menunjukkan bahwa tuah jokowi mulai memudar,” pungkasnya. (ysa/RMOL)

Redaktur: Hendra

Topik: , , ,

Keyword: , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (5 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
43 queries in 0,646 seconds.