Home / Berita / Nasional / “Perlu Ada Gerakan Mencintai Makanan Tradisional”

“Perlu Ada Gerakan Mencintai Makanan Tradisional”

Walikota Depok Nur Mahmudi Isma'il saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II KAMMI, Kamis (29/11) di Graha Insan Cita Depok, Jawa Barat. (ist)
Ilustrasi – Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il. (ist)

dakwatuna.com – Yogyakarta. Gerakan mencintai makanan lokal (tradisional), harus terus digalakkan. Sebab, menurut Walikota Depok Dr Ir H Nur Mahmudi Ismail MSi, makanan tradisional seperti jagung, ubi jalar, singkong, mbili, kimpul, ganyong, dan sejenisnya memiliki gizi tinggi.

Disamping memiliki gizi tinggi, juga alami karena tidak mengandung zat kimia. Sementara makanan sekarang justru berbahaya bagi kesehatan manusia, karena banyak mengandung zat kimia dan campuran bahan-bahan berbahaya.

Nur Mahmudi, mengatakan itu pada acara puncak Dies Natalis ke 40 di Kampus Akademi Kesejahteraan Sosial (AKS)-AKK Yogyakarta, Jalan Nitikan, Yogyakarta, Rabu (6/3). ”Untuk itu, perlu ada gerakan mencintai makanan tradisional,” katanya.

Selama ini, lanjut Nur Mahmudi yang juga dikenal sebagai pelopor kebijakan One Day no Rice di Kota Depok, telah terjadi proses de marginalisasi potensi. Padahal, potrensi makanan tradisional yang dimiliki bangsa ini cukup kaya dan bergizi tinggi.

Tapi anehnya, justru ditinggalkan masyarakat yang sok modern. ”Sekarang ini banyak masyarakat kita yang sok modern, tapi keblinger,” katanya. Sehingga sudah tidak mau kenal lagi dengan makanan tradisiponal, seperti jagung, telo, sagu dan sebagainya.

Padahal makanan tradisional ini, kaya akan gizi. Sebaliknya yang mereka makan sekarang ini, pizza sampai-sampai sarapan pagi aja pakai roti dan makanan kalengan yang nota bone banyak mengandung bahan-bahan berbahaya. ( Sugiarto / CN34 / JBSM / SMCN )

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Geliat Cinta Pejuang