Home / Berita / Nasional / Aset Koperasi Syariah di Indonesia Capai Rp 5 Triliun

Aset Koperasi Syariah di Indonesia Capai Rp 5 Triliun

Seorang teller melayani nasabah di Baitul Maal Wa Tamwil (BMT). (Republika/Aditya Pradana Putra)
Seorang teller melayani nasabah di Baitul Maal Wa Tamwil (BMT). (Republika/Aditya Pradana Putra)

dakwatuna.com – Solo. Aset koperasi syariah di seluruh Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat, sampai 40 persen. Ditaksir, total aset dari 400 koperasi syariah yang tergabung dalam Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) mencapai Rp 5 triliun.

Salah satu pengurus Inkopsyah, Adib Zuhairi mengatakan, keberadaan koperasi syariah yang berbentuk koperasi jasa keuangan syariah (KJKS) atau baitul maal wa tamwil (BMT) di Indonesia memang belum merata. Masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Namun, sebenarnya keberadaan koperasi syariah ini sudah diterima baik oleh masyarakat. Sebab, segmen pasar koperasi syariah lebih menyasar ke usaha mikro.

“Pembiayaan usaha mikro, plafon sampai Rp 50 juta. Kita berangkat dari komunitas akar rumput, karena itu keberadaan kami lebih banyak diterima masyarakat,” ucap dia di sela Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkopsyah di The Sunan Hotel, Rabu (6/3).

Tidak heran jika perkembangan koperasi syariah sedemikian pesat. Inkopsyah kini telah membukukan aset senilai Rp 150 miliar. Inkopsyah memiliki anggota berupa koperasi sekunder yang berjumlah sampai 400 koperasi. Jika jumlah aset masing-masing anggota digabung, diperkirakan total aset ratusan koperasi syariah ini mencapai Rp 5 triliun.

Ke depan, Inkopsyah akan terus mengembangkan sisi teknologi informasi agar mampu melayani anggotanya lebih maksimal. Misalnya dengan mengembangkan sistem ATM bersama atau adaptasi dengan menggunakan mesin electronic data captured (EDC).

Sementara itu, pada sambutannya, Ketua Inkopsyah Abdullah Yasid menyatakan, Inkopsyah harus terus meningkatkan kapasitasnya. Dia prihatin, belum ada koperasi di Indonesia yang bertaraf internasional. Satu koperasi yang sudah mengacu skala internasional yakni Credit Union dengan aset sampai Rp 15 triliun.

“Pada 2015 kami berharap aset BMT dan KJKS minimal bisa menyamai Credit Union. Sementara pada 2030, kami bertekad KJKS bisa menjadi koperasi yang terbesar di Indonesia dan mampu bicara banyak di kancah internasional,” papar dia. ( Astuti Paramita / CN34 / JBSM / SMCN )

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Wakaf Sebagai Solusi Pengembangan Infrastruktur di Indonesia