Home / Berita / Internasional / Asia / Dianggap Rasis, Bus Khusus Palestina Dibakar Warga

Dianggap Rasis, Bus Khusus Palestina Dibakar Warga

Warga Palestina dalam bus (AFP/okezone)
Warga Palestina dalam bus (AFP/okezone)

dakwatuna.comKebijakan penjajah Israel untuk mengeluarkan bus khusus warga Palestina banyak mendapat kecaman. Bus itu pun sempat dibakar oleh warga tidak dikenal pada Selasa 5 Maret kemarin sebagai bentuk protes.

“Ada dua bus yang terbakar. Saat ini kami masih menyelidiki kasus tersebut,” ujar juru bicara Kepolisian Israel Luba Samri, seperti dikutip AFP, Rabu (6/3/2013).

Radio militer Israel menyatakan, peristiwa pembakaran itu merupakan bagian dari aksi protes terhadap kebijakan pemisahan bus antara warga pendudukan Israel dengan Palestina. Kebijakan itu sendiri mulai berlaku sejak Senin 4 Maret lalu.

“ini adalah kebijakan yang rasis,” ujar Wakil Menteri Tenga Kerja Palestina Assef Said.

Pendapat serupa juga dikeluarkan oleh serikat buruh Palestina. Mereka mengatakan, pemisahan tersebut membuat warga Palestina rawan mendapat serangan dari warga Israel yang radikal.

Kebijakan pemisahan bus itu diberlakukan setelah Pemerintah Israel menerima keluhan dari warga Israel yang menempati pemukiman Yahudi di wilayah Palestina. Mereka tidak mau berada satu bis dengan warga Palestina ketika menuju Israel karena dianggap berbahaya.

Namun Pemerintah Israel membantah kabar tersebut. Mereka berdalih bus khusus Palestina dijalankan agar warga Palestina tidak perlu lagi menaiki bis ilegal yang seringkali meminta ongkos yang mahal. (faj/okezone)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General