Home / Berita / Internasional / Eropa / Pakan Ikan Mengandung Babi, Muslim Eropa Dilema

Pakan Ikan Mengandung Babi, Muslim Eropa Dilema

Ilustrasi. (onislam.net)
Ilustrasi. (onislam.net)

dakwatuna.com – Berlin. Keputusan Uni Eropa yang mengizinkan penggunaan protein hewani olahan babi (WTP) dalam pakan ikan membuat resah komunitas Muslim. Itu sebabnya, komunitas Muslim berencana mengeluarkan fatwa haram untuk konsumsi ikan.

Pemilik restoran makanan tradisional Mesir di Brussel, Al-Masry Al-Youm mengatakan situasi tersebut memunculkan dilema dikalangan Muslim. Pasalnya, komunitas Muslim membutuhkan pasokan protein melalui konsumsi ikan. Namun, ketika ada kandungan babi maka Muslim tak mungkin mengkonsumsinya. “Kami benar-benar dilema,” kata dia seperti dikutip onislam.net, Selasa (5/3).

Organisasi Konsumen Eropa (BEUC) mengizinkan penggunaan pakan ikan yang mengandung babi diawal tahun 2013. Putusan ini datang berbarengan dengan skandal daging kuda. Padahal sebelumnya, penggunaan pakan ikan dengan mengandung babi ini dilarang pada tahun 1997.

BUEC beralasan penggunaan pakan ini sangat membantu meningkatkan produksi ikan. Itu juga dibarengi dengan riset ilmiah yang dilakukan bahwa tidak ada efek yang membahayakan kesehatan. Namun, bagi komunitas Muslim, hal itu tentu tidak dibenarkan.

Karena itu, komunitas Muslim menanti putusan ulama terkait masalah tersebut. “Saya pikir, ini penting. Karena kami akan mengikutinya,” kata Gharib Ridwan, salah seorang warga Muslim. (Agung Sasongko/Yudha Manggala P Putra/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • Fatmawati Lamamma

    Astaghfirullahal adzim…, Lindungilah hambaMu dari zat makanan yang Haram…

Lihat Juga

Erdogan Buktikan Eropa Mendukung Teroris