Home / Berita / Nasional / BSM Bantah Kerja Sama dengan GTIS, Investasi Emas Berembel-Embel Syariah Tapi Bodong

BSM Bantah Kerja Sama dengan GTIS, Investasi Emas Berembel-Embel Syariah Tapi Bodong

Suasana gerai emas Golden Traders Indonesia di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Kamis (28/2/2013). (KOMPAS/PRIYOMBODO)
Suasana gerai emas Golden Traders Indonesia di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Kamis (28/2/2013). (KOMPAS/PRIYOMBODO)

dakwatuna.com PT Bank Syariah Mandiri (BSM) membantah pernah melakukan kerja sama dengan PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS), perusahaan bermasalah karena menipu nasabah yang berinvestasi emas.

Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi menegaskan, anak usaha PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) itu tidak pernah melakukan kerja sama dalam bentuk apa pun dengan GTIS.

Sebelum kasus penipuan ini mencuat, iklan GTIS sangat gencar disebarkan oleh para agen. Salah satu contoh iklan yang menyeret nama BSM adalah:

“Pilihan investasi emas “Kerjasama GTI – Bank Syariah Mandiri” Anda harus datang langsung ke Bank Syariah Mandiri cabang Tanjung Duren Jakarta (rencananya GTI akan mengadakan kerjasama dengan seluruh cabang BSM di Indonesia) dengan membawa formulir isian yang telah kami kirimkan sebelumnya.

Selanjutnya anda akan dipandu oleh staff bank BSM cabang Tanjung Duren Jakarta. Disana nanti anda akan diharuskan membuka rekening BSM (jika belum punya) dan Casb Back/ Profit Sharing anda akan dikirimkan setiap bulannya ke rekening tersebut langsung dari rekening PT. Gold Traders International,”

Yuslam mengaku, pada 2011 nama BSM memang pernah dimuat dalam media GTIS. Namun kemudian pihaknya mengetahui hal tersebut, dan langsung memprotes serta mengirimkan teguran secara lisan dan tertulis.

“Teguran itu berisi larangan menggunakan logo, atribut, atau identitas korporasi BSM pada apa pun di media mereka,” jelas Yuslam kepada KONTAN, Selasa, (5/3/2013).

Perlu diketahui, GTIS adalah investasi emas berembel-embel syariah bodong. Perusahaan ini sedang terbelit kasus, lantaran pemiliknya membawa kabur uang nasabah sebesar triliunan Rupiah. (Dyah Megasari, Annisa Aninditya Wibawa/Kontan/KCM)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

bank syariah

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional