Home / Berita / Daerah / 1.226 Calon Siswa Ikuti Tes di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan

1.226 Calon Siswa Ikuti Tes di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan

Sebanyak 1.226 lulusan sekolah dasar, mengikuti tes seleksi calon santri. Seorang panitia mengarahkan para peserta ke sebuah ruangan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Manis Kidul Kabupaten Kuningan, Minggu (3/3). (TOTO SANTOSA/PRLM)
Sebanyak 1.226 lulusan sekolah dasar, mengikuti tes seleksi calon santri. Seorang panitia mengarahkan para peserta ke sebuah ruangan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Manis Kidul Kabupaten Kuningan, Minggu (3/3). (TOTO SANTOSA/PRLM)

dakwatuna.com – Kuningan. Sedikitnya 1.226 lulusan sekolah dasar di Indonesia, secara serius mengikuti tes calon santri dan harus bersaing ketat agar lolos untuk mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, bertempat di kantor pusat Pontren daerah Manis Kidul Kabupaten Kuningan, Minggu (3/3).

Ketua Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) Pondok Pesantren Husnul Khotimah, angkatan XX tahun pelajaran 2013/2014, Ustadz Mulyadin, Lc, menyebutkan, jumlah pendaftar tahun ini mencapai 1.226 calon santri.

Mereka datang dari 14 daerah di Indonesia, yakni selain dari perwakilan Kuningan sebanyak 726 pendaftar, juga datang dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) sebanyak 313 pendaftar.

Sisanya, mereka datang berasal dari 13 titik lokasi yakni perwakilan Riau, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Palembang, Kepri (Kepulauan Riau), Medan, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Utara (mencakup Gorontalo, Sulteng), Maluku, Jawa Timur dan Jawa Tengah, yang serentak mereka mengikuti tes seleksi untuk menjadi santri di Pontren Husnul Khotimah.

Menurut Mulyadin yang didampingi Koordinator Humas, Dian Ekawati, derasnya arus globalisasi dan cepatnya perubahan informasi dewasa ini memberikan dampak positif maupun negatif yang cukup besar terhadap perubahan prilaku sosial masyarakat, termasuk juga perubahan pola pendidikan.

Hal demikian, “memaksa” para orangtua untuk mencari altenatif pendidikan yang bersifat integral (terpadu antara ilmu pengetahuan dan agama-red). Sebagai salah satu altenatif pendidikan integral tersebut adalah pondok pesantren.

“Penanaman nilai-nilai keagamaan maupun kegiatan akademik yang dilakukan selama 24 jam dalam pondok pesantren, diharapkan dapat memberikan solusi dari derasnya arus globalisasi tersebut,” ujarnya.

Ustadz Mulyadin, menegaskan, pondok pesantren Husnul Khotimah yang berdiri sejak tahun 1994 masih mendapat kepercayaan dari masyarakat, termasuk dari masyarakat di luar Kuningan.

Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah pendaftar dalam tiga tahun terakhir ini, yakni mencapai lebih dari 1000 pendaftar sedangkan pihak pesantren hanya menerima 500 calon santri, sehingga lebih dari setengahnya terpaksa tidak dapat bergabung.

Para santri yang menimba ilmu di pesantren ini, umumnya santri anak dari keluarga mampu bahkan memiliki kedudukan.(A-164/A-89/PR)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Pesantren Kilat yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Muslimah (FOKMA) daerah Perak Malaysia, di depan asrama pekerja Unisem Simpang Pulai, Malaysia, Ahad, (26/6/2016). (YY Farikha)

(Foto) FOKMA Perak Malaysia Gelar Sanlat Bertema “Mengenali Diri tuk Lebih Dekat dengan Ilahi”