Home / Dasar-Dasar Islam / Hadits / Syarah Hadits / Ilmu Politik dalam Hadits Nabi

Ilmu Politik dalam Hadits Nabi

82 – حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عُفَيْرٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي اللَّيْثُ، قَالَ: حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ حَمْزَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ، أُتِيتُ بِقَدَحِ لَبَنٍ، فَشَرِبْتُ حَتَّى إِنِّي لَأَرَى الرِّيَّ يَخْرُجُ فِي أَظْفَارِي، ثُمَّ أَعْطَيْتُ فَضْلِي عُمَرَ بْنَ الخَطَّابِ» قَالُوا: فَمَا أَوَّلْتَهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «العِلْمَ»
انظر أيضا حديث رقم 7006، 7007، 7027، 7032
وانظر أيضا صحيح مسلم حديث رقم 2391

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – 82 – [Imam Bukhari berkata]: telah menceritakan kepada kami Sa’id bin ‘Ufair, ia berkata: telah menceritakan kepadaku Al-Laits, ia berkata: telah menceritakan kepadaku ‘Uqail, dari Ibnu Syihab, dari Hamzah bin Abdullah bin ‘Umar, bahwasanya Ibnu Umar berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Pada suatu kali, selagi saya tidur, tiba-tiba saya diberi satu gelas susu, lalu aku meminumnya sampai segar, sungguh, aku melihat kesegaran itu mengalir keluar melalui kuku-kuku-ku, kemudian aku berikan sisanya kepada Umar bin Al-Khaththab”. Mereka (para sahabat) bertanya: “Apa tafsiran engkau terhadap mimpi itu wahai Rasulullah SAW? Rasulullah SAW bersabda: “Ilmu”.

Lihat pula hadits ini pada Shahih Bukhari di no. 7006, 7007, 7027, 7032.

Lihat pula di Shahih Muslim hadits no. 2391.

Pelajaran:

Ada banyak pelajaran dari hadits Nabi Muhammad SAW ini, di antaranya:

1. Rasulullah SAW telah meminum air susu sehingga beliau merasakan badannya begitu segar, sampai-sampai kesegaran itu dapat beliau lihat mengalir dan menjalar sampai ke kuku-kuku beliau SAW, dan bahkan kesegaran itu memancar keluar dari kuku-kuku tersebut.

2. Air susu satu gelas yang beliau minum dalam mimpi itu beliau tafsirkan sebagai ilmu. Artinya, diri beliau SAW telah terisi dengan ilmu, sehingga ilmu itu telah merasuk begitu merata ke sekujur tubuh beliau, sebagaimana mengalirnya rasa segar tersebut.

3. Susu yang terlihat dalam mimpi ditafsirkan sebagai ilmu, sebab sama-sama memberi manfaat, dan sama-sama memberi nutrisi; air susu memberi nutrisi bagi tubuh, dan ilmu memberi nutrisi bagi akal.

4. Ada satu hal yang lebih menarik lagi, yaitu, Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, salah seorang pen-syarah Shahih Bukhari yang paling masyhur, memaknai “ilmu” itu sebagai “ilmu politik” yang dipergunakan oleh Umar bin Al-Khaththab RA untuk menyiasati dan menata masyarakat dan rakyatnya, sehingga di zamannya, masyarakat dan rakyatnya:

  1. Aman,
  2. Tidak terjadi kekacauan dan perpecahan,
  3. Semuanya tunduk dan taat kepada kepemimpinannya.

5. Kenapa “ilmu politik” itu diberikan kepada Umar? Sebab:

  1. Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq RA memerintah sebagai khalifah sangat pendek dan singkat, sehingga aspek penerapan “ilmu politik” itu belum kelihatan secara gamblang.
  2. Bukan pula diberikan kepada khalifah Utsman bin Affan RA yang masa memerintahnya lebih panjang dari Umar, sebab, di akhir masa Utsman, terjadi “kekacauan” dan “perpecahan”, bahkan sampai ke tingkat terbunuhnya beliau RA sebagai seorang khalifah yang syahid.
  3. Bukan pula diberikan kepada Ali bin Abi Thalib RA, sebab di zamannya, “kekacauan” dan “perpecahan” lebih berat daripada di zaman Utsman RA.

Wallahu A’lam.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Musyafa Ahmad Rahim, Lc., MA
Bapak kelahiran Demak. Memiliki hobi yang sangat menarik, yaitu seputar Islamic dan Arabic Program. Saat ini bekerja sebagai dosen. Memiliki pengalaman di beberapa organisasi, antara lain di Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU).

Lihat Juga

Yes, Al-Quran Itu Mukjizat Nabi Sepanjang Zaman