Home / Berita / Nasional / Kader PAN Yang Kepala Daerah Jangan Pencitraan

Kader PAN Yang Kepala Daerah Jangan Pencitraan

Ketua Umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa. (pan.or.id)
Ketua Umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa. (pan.or.id)

dakwatuna.com Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa mengumpulkan 60 kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terafiliasi dengan partainya di Jakarta, Ahad (3/3) malam. Itu dilakukan untuk memberi pengertian agar mereka lebih baik sibuk bekerja demi rakyat, ketimbang ikut memanaskan situasi politik.

Hatta mengakui, 2013 merupakan tahun politik. Sehingga segala sesuatunya bisa menjadi besar lantaran ada yang memainkan. Makanya, PAN tidak ingin kader ikut-ikutan terseret arus permainan politik yang dilakukan sekelompok orang.

Lebih baik, saran dia, kepala daerah sibuk bekerja dan mengabdikan waktunya untuk pembangunan demi meraih simpati rakyat.

“Kita tahu, tahun politik, masalah kecil timbulkan ketidakpastian,” kata Hatta.

“Sukseskan pemerintahan, tahun politik ingin saya sampaikan fokus pekerjaannya saja. Kalau tak fokus menimbulkan pertanyaan masyarakat,” imbuhnya.

Ketua DPP Bara Hasibuan mengklaim kader PAN kurang pandai melakukan pencitraan seperti partai lain. “Tapi, kita sibuk menunjukkan dengan kerja nyata.”

Dengan mengumpulkan kader partai yang menjadi kepala daerah atau wakilnya, ia berharap mereka lebih bisa meluangkan waktunya untuk pemerintahan. Bukan menonjolkan unsur kepartaiannya. Hal itu dinilainya tidak akan merugikan PAN, malahan masyarakat bisa bersimpati kalau mereka sukses membangun daerahnya. (epp/rol)

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna.com / hdn)

Berpolitik itu Jejak Sikap