05:18 - Senin, 22 Desember 2014

Pengamat Politik: Popularitas Gatot-Tengku Erry Unggul di Pilgub Sumut

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatuna.com - 28/02/13 | 20:26 | 16 Rabbi al-Thanni 1434 H

Pasangan Cagub-Cawagub Sumut Nomor 5, Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi. (inet)

Pasangan Cagub-Cawagub Sumut Nomor 5, Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi. (inet)

dakwatuna.com – Perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, untuk sementara masih unggul dibanding 4 pesaingnya. Dalam hitung cepat beberapa lembaga survei, pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera ini telah dinyatakan sebagai pemenang.

PKS pun ingin mengulangi sukses di Pilgub Jawa Barat itu. Mereka mengincar agar pasangan incumbent Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi dapat menjadi pemenang dalam pilgub Sumut yang akan digelar pada 7 Maret 2013.

Pengamat politik Unversitas Paramadina, Rico Marbun, menilai dibandingkan pasangan lainnya, pasangan incumbent, Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi memiliki kans paling besar sebagai pemenang. Namun dia belum bisa memastikan apakah pesta demokrasi akan berlangsung satu kali atau justru dua putaran.

“Petahana (incumbent) memiliki popularitas yang tinggi dibanding empat kandidat lain di Pilgub Sumut,” ujar Rico dalam keterangannya, Kamis 28 Februari 2013.

Rico memaparkan, luas wilayah Sumatera Utara meliputi 33 kabupaten/kota menjadi keuntungan bagi kubu Gatot-Erry. Keduanya sudah cukup dikenal warga, mengingat Gatot adalah Plt Gubernur Sumut menggantikan gubernur terdahulu, Syamsul Arifin, dan Erry merupakan Bupati Serdang Bedagai.

Namun bagi kandidat lain, menurutnya, tidak mudah memperkenalkan diri ke tengah-tengah masyarakat Sumut hanya dalam waktu singkat. “Luas wilayah Sumatera Utara tentu tidak mudah bagi orang-orang baru untuk memperkenalkan diri ke masyarakat. Sementara kubu incumbent, sudah lebih dikenal,” kata Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) itu.

Selain itu, Rico menilai, perpaduan antara Suku Jawa dan Melayu merupakan strategi tepat untuk memperoleh suara masyarakat Sumut. Mengingat, jumlah warga dari dua suku itu cukup signifikan di Sumut. Meski demikian, menurutnya, masyarakat sudah cukup pintar dengan memilih figur ketimbang suku masing-masing calon.

Mengenai adanya calon lain yang juga bersuku sama, Rico masih lebih mengandalkan incumbent, lantaran popularitasnya. Sedangkan Suku Batak yang dikenal lekat dengan Sumut, justru memiliki lebih banyak calon.

“Tentu suara terbagi, tapi kita lihat saja nanti siapa yang jadi pemenang,” katanya saat disinggung keberadaan Calon Wakil Gubernur Sumut, Jumiran Abdi, yang merupakan tokoh organisasi Pujakusuma.

Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta menyatakan Pilkada Jawa Barat dan Sumatera Utara merupakan ujian bagi partainya. Apakah kasus yang menjerat bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq benar-benar menghantam PKS atau tidak.

“Di Pilkada Jabar dan Sumut kader PKS menjadi kandidat. Ini merupakan ujian bagi PKS,” kata Anis Matta di sela safari nasional ke Bali, Selasa malam, 12 Februari 2013.

Menurutnya, dua pilkada itu akan menjadi momentum kebangkitan PKS setelah Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap KPK dalam kasus suap impor daging sapi. Karena itu Anis berharap kadernya yang maju pada dua pilkada itu ke luar sebagai pemenang.

Pilgub Sumut diikuti oleh lima pasangan calon. Mereka adalah Gus Irawan-Soekirman, Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, Chairuman Harahap-Fadly Nurzal, Amri Tambunan-RE Nainggolan, dan Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi. Mulai 18 Februari hingga 3 Maret 2013, pasangan calon terus melakukan kampanye untuk menyampaikan visi-misi mereka ke masyarakat. (sj/vivanews)

Redaktur: Hendra

Topik:

Keyword: , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (Belum ada nilai)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
52 queries in 1,593 seconds.