Home / Narasi Islam / Life Skill / Kebutuhan atau Keinginan?

Kebutuhan atau Keinginan?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – Kebutuhan dan keinginan adalah suatu hal sangat sering terlewat dalam pikiran kita. Sering sekali kita menganggap bahwa, kebutuhan itu hanya sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan dan selain itu dianggap sebuah keinginan.

Padahal hal tersebut adalah salah, kebutuhan adalah segala hal diperlukan kita sebagai manusia untuk mendapat kesejahteraan dan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari sebagai fitrahnya manusia. Dan keinginan merupakan hal yang diinginkan manusia untuk meningkatkan kepuasannya. Dari data terakhir bahwa sekitar 65% penyumbang pertumbuhan Ekonomi dari sektor konsumsi. Maka hal bisa menjadi ancaman bagi perekonomian karena apabila, terjadi sebuah guncangan Ekonomi maka masyarakat aka dengan mudah memotong konsumsinya yang sudah dianggap bukan kebutuhan mereka ketika terjadi krisis. Dan di bawah ini adalah penjelasan dasar tentang kebutuhan.

Apakah barang-barang termasuk ke dalam kebutuhan atau keinginan? Tentu setiap manusia memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Seperti yang kita pelajari pada pelajaran Ekonomi dasar tentang kebutuhan bahwa, sebuah cangkul akan lebih berguna di tangan petani dari pada seorang pelajar, dan juga sebuah Blackberry  akan lebih berguna di tangan seorang business man dari pada di tangan ibu rumah tangga, karena akan memudahkan dia untuk melakukan bisnis ke negara-negara lainnya.

Dari uraian di atas juga dapat kita telaah, bahwa kebutuhan itu tidak hanya berguna bagi dirinya, tetapi orang lain. Seperti petani yang menggunakan cangkul untuk menggarap tanahnya dan hasil pertaniannya dikonsumsi banyak orang. Lalu bagaimana dengan keinginan? cenderung keinginan hanya memperhatikan diri sendiri saja. Ketika seseorang menginginkan sebuah mobil dia harus mempertimbangkan apakah dia sudah butuh mobil atau tidak. Kalau tidak maka akan menjadi bumerang ke dirinya. Apakah dia akan menggunakan mobilnya untuk mempermudah pekerjaan atau hanya untuk jalan-jalan saja. Kalau untuk jalan-jalan saja maka itu tidak masuk kebutuhannya.

Itu hanya menghamburkan uangnya untuk biaya operasional mobil yang tidak penting. Lebih baik uang tersebut di tabung untuk kebutuhan masa mendatang seperti pendidikan yang lebih tinggi atau perawatan kesehatan. Oleh karena itu, sebelum kita akan membeli barang pertimbangkan kebutuhan kita. Karena, setiap orang memiliki kebutuhan masing-masing berdasarkan peran dan statusnya.

Dan dengan mengurangi keinginan akan suatu barang, kita dapat mengalihkan uang yang ada untuk di tabungkan. Karena ada sebuah teori tentang pertumbuhan Ekonomi berdasarkan tabungan masyarakat. Diharapkan dari tabungan masyarakat, dananya bisa dialihkan ke sektor riil yang akan menstabilkan perekonomian negara ketika terjadi guncangan dari luar.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 3,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Galih S Mahardhika
Kuliah di jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis angkatan 2011. Memiliki beberapa kemampuan dalam di antaranya dalam bidang public speaking, team work, menari, ataupun dalam bidang Komputer. Memiliki pengalaman yang cukup dalam bidang organisasi baik ketika SMA maupun kuliah, ketika SMA menjadi Ketua bidang kaderasasi dan Demokrasi di OSIS, Ketua Bidang hubungan antar Lembaga di SAPMA (satuan Pelajar dan Mahasiswa), Ketua Breakdance.

Lihat Juga

Kamu adalah Temanmu