Home / Berita / Internasional / Asia / PM Turki Sebut Bashar Al-Assad “Diktator Kejam dan Iblis Bisu”

PM Turki Sebut Bashar Al-Assad “Diktator Kejam dan Iblis Bisu”

PM Turki Recep Tayyip Erdogan. (estrelladigital.es)
PM Turki Recep Tayyip Erdogan. (estrelladigital.es)

dakwatuna.comPerdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai “iblis bisu”. Dia mengatakan, Assad tega membunuhi rakyatnya sendiri sementara takut ketika berhadapan dengan Israel yang mencaplok wilayah Suriah.

Pernyataan ini disampaikan Erdogan dalam forum komunikasi pemerintah negara Teluk di Sharjah, Uni Emirat Arab, pada Minggu, 24 Februari 2013. Komentarnya ini disambut tepuk tangan meriah dari para pemimpin Teluk yang kebanyakan mendukung perjuangan pemberontak menggulingkan rezim Assad.

“Kami tidak akan tetap diam menghadapi diktator kejam, seorang iblis bisu, yang tanpa rasa kasihan membantai rakyatnya sendiri, tapi diam dan tidak melakukan apa-apa terhadap mereka yang menjajah wilayahnya selama puluhan tahun,” kata Erdogan, dilansir Huffington Post.

Israel mencaplok Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada tahun 1967. Walaupun kedua negara sempat tegang, tapi Israel dan Suriah tidak pernah konflik terbuka sejak tahun 1973. Sejak saat itu, wilayah tersebut dikuasai Israel.

Erdogan dan beberapa negara tetangga Suriah telah mendirikan kamp pengungsi bagi ratusan ribu warga Suriah yang lari dari tanah air mereka. Erdogan menyerukan pemimpin dunia untuk mengutuk serta melawan kekejaman dan agresi Assad.

“Kita tidak bisa diam saja,” ujarnya lagi.

Pernyataan Erdogan ini dikeluarkan selang beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS yang baru John Kerry dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya ke beberapa negara, termasuk Turki. Kerry akan mencari cara bagaimana menghentikan konflik yang telah memakan korban jiwa 70.000 orang di Suriah.

AS dan sekutunya dari Barat menolak permintaan para pemberontak di Suriah untuk memberikan mereka senjata. AS khawatir, persenjataan ini jatuh ke tangan para militan radikal yang memang bergabung dalam perlawanan melawan tentara Assad. (vivanews)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 6,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ini Alasan Mengapa Syiah Gembira Dengan Kemenangan Trump