Home / Berita / Daerah / Ulama Bali: Dakwah Harus dengan Aksi Nyata

Ulama Bali: Dakwah Harus dengan Aksi Nyata

Ilustrasi - kampung Islam di Bali. (ROL)
Ilustrasi – kampung Islam di Bali. (ROL)

dakwatuna.com – Denpasar. Dakwah dinilai bertujuan untuk mengubah masyarakat agar kehidupan dunia dan ibadahnya lebih baik. Ulama asal Candisa, Karangasem, Bali Ali H Saleh menjelaskan, dakwah hanya bisa dilakukan dengan upaya-upaya yang nyata.

“Memberdayakan masyarakat hanya bisa dilakukan dengan dakwah bil haal. Harus dengan aksi nyata,” kata Ali. Da’i tersebut mengatakan, dakwah tidak bisa hanya dengan ceramah dan ajakan-ajakan. Akan tetapi, memberi contoh dan teladan, bahkan dengan uluran tangan.

Menurutnya, orang-orang yang kehidupan ekonominya susah, selama ini paling banyak menghadapi masalah ketika hendak beribadah.

Penggagas dakwah bil haal itu mengatakan, umat Islam harus belajar ke orang Barat dalam membina umat. Selain memberikan bantuan, penerima bantuan dibimbing secara managemen, sambil dibekali masalah-masalah agama. “Kalau ekonomi sudah bagus, pastilah umat bisa beribadah lebih khusyuk,” katanya.

Ali yang pernah aktif dalam lembaga Foster Parent Plan (FPP) di Kabupaten Karangasem, mengaku belajar dari sana.
Dari aktivitasnya itu, dia menyusun buah pemikiran tentang dakwah bil haal dan kini semakin banyak dikenal oleh masyarakat Islam. Konsep dakwah bil haal yang disusun Ali, sempat didikusikan bersama sejumlah tokoh nasional, antara lain Ketua MUI Bali HSH Adnan (alm) dan juga Ketua Umum MUI saat itu KH Zaenal Muttaqin (alm). (Ahmad Baaras/A.Syalaby Ichsan/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

SIdang Umum Interpol di Bali. (alqudspress.com)

Dari Bali, Interpol Tangguhkan Status Keanggotaan Palestina