Home / Berita / Daerah / Polisi Kejar 5 Orang Terduga Pelempar Bom Molotov Rumah Timses Aher-Deddy Mizwar

Polisi Kejar 5 Orang Terduga Pelempar Bom Molotov Rumah Timses Aher-Deddy Mizwar

Peta Jawa Barat. (inet)
Peta Jawa Barat. (inet)

dakwatuna.com. Bandung – Kepolisian Daerah Jawa Barat menyelidiki kasus pelemparan Bom Molotov di kediaman Musanto, salah seorang Tim Sukses Pasangan Ahmad Heryawan-Dedi Mizwar yang berada di Kabupaten Indramayu.

“Tentunya, kami akan pantau terus penyidikan kasus pelemparan molotov ini,” kata Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Martinus Sitompul, di Sekretariat KPU Jawa Barat di Kota Bandung.

Hingga saat ini, kata Martinus, pihaknya masih mendalami kasus ini dan telah memeriksa enam orang saksi.

“Berdasarkan keterangan saksi sebelum kejadian, ada tiga orang mencurigakan di lokasi. Tidak lama kemudian setelah mereka pergi datang dua orang dengan mengendarai motor dan malakukan pelemparan,” katanya.

Menurut dia, saat ini polisi juga telah melakukan pengejaran terhadap lima orang yang diduga terlibat dalam pelemparan bom molotov ini.

“Kita fokus cari pengendara motor dulu. Data mengenai sepeda motor yang digunakan sudah ada dan sedang dalam pengejaran,” katanya.

Sementara itu, terkait motif di balik pelemparan ini pihaknya belum bisa memastikan.

“Kita belum tahu ini karena motif politis atau kriminal. Namun yang pasti upaya teror semacam ini akan kita kejar terus. Kita lihat nanti setelah tersangka tertangkap untuk motif pelemparan ini,” kata dia.

Rumah milik Musanto yang juga anggota tim sukses pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar di kawasan Sindang Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilempari bom molotov oleh orang tidak dikenal.

Ketua Tim Sukses Pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Imam Budi menjelaskan bom molotov tersebut mengenai ‘rolling door’ rumah anggota tim suksesnya tersebut.

Berdasarkan keterangan saksi, di rumah itu sudah dilingkari minyak tanah. “Dan mereka melemparkan molotov nya itu ke bagian ‘rolling door’. Kebetulan rumahnya itu juga jadi toko,” kata Imam menjelaskan.

Diduga kejadian tersebut disebabkan pihak yang tidak senang terhadap tim suksesnya di Indramayu yang melaporkan salah satu kepala dinas ikut serta dalam kampanye pasangan cagub/cawagub Jabar lainnya ke Panwaslu Kabupaten Indramayu. Ant (ito/inilah)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Ilustrasi. (change.org)

SNH: Lamban Tangani Kasus Penistaan, Polisi Diujung Tanduk

Organization