Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Berbuat Baiklah Kepada “Ibundamu”

Berbuat Baiklah Kepada “Ibundamu”

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Sebagai seorang muslim yang mengaku beriman kepada Allah Swt, sudah menjadi keharusan untuk kita, agar berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua. Hal tersebut Allah perintahkan dalam surah Al-Ahqaf ayat 15.”Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula)…”. Dari ayat tersebut sudah jelas bahwasanya seorang mukmin harus berbuat baik kepada kedua orang tuanya, wa bil khusus kepada seorang ibu.

Ibu adalah salah satu kunci agar seseorang mendapat keridhaan dari Allah Swt. Masih ingatkah kalian? Hadits Rasulullah, ”Ridha Allah itu tergantung pada ridha orang tua, dan kemurkaan-Nya tergantung pada kemurkaan orang tua” (HR. Thabrani). Hadits tersebut memang sangatlah relevan mengingat pengorbanan yang sangat besar yang telah dilakukan oleh ummahat (para ibu).

Mengandung selama 9 bulan 10 hari, serta melahirkan yang menjadi puncak pengorbanan seorang ibu. Pada saat melahirkan seorang ibu rela mempertaruhkan nyawanya. Bahkan mungkin sekiranya seorang ibu diberikan pilihan anaknya ataukah dirinya yang selamat, dengan penuh kasih beliau menjawab biarlah anak saya saja yang selamat. Begitu cintanya seorang ibu terhadap anaknya.

Namun akhir-akhir ini yang kita temui justru hal yang berbeda. Ibu yang seharusnya dihormati dan disayangi malah diperlakukan buruk oleh para anaknya. Tidak sedikit dari mereka yang memperlakukan ibunya seperti halnya mereka memperlakukan seorang pembantu. Bahkan ada anak durhaka yang sampai tega menelantarkan ibu kandungnya sendiri. Akhir-akhir ini pun banyak kita temui para anak menitipkan ibunya ke panti jompo. Na’udzubillah

Apa mereka lupa? Bahwasanya ibu merekalah sudah merawat mereka dari masih kecil hingga mereka tumbuh dewasa. Seorang ibulah yang mengajari mereka berjalan, berbicara dan masih banyak yang lainnya. Bahkan di tengah tidurnya yang lelap sekalipun, seorang ibu rela jika ia harus kembali bangun karena mendengar tangisan dari anaknya. Lalu atas dasar apa mereka dapat tega melakukan semua hal tersebut. Memang benar jika ada sebuah ungkapan” seorang ibu dapat menjaga sepuluh orang anak, namun sepuluh orang anak belum tentu dapat menjaga seorang ibu” kita semua pasti mengetahui bahwa tidak ada satu alasan pun mereka melakukan semua itu. Masih ingatkah kalian?

Kisah Al-Qamah seorang Sahabat yang di penghujung hayatnya sulit untuk mengucapkan dua kalimat, dikarenakan ia pernah melukai hati ibunya. Padahal ia adalah salah seorang sahabat yang ikut berjuang dalam peperangan Badar, namun karena ia pernah melukai hati ibunya ia mengalami hal tersebut.

Sudah sepatutnyalah kita mengambil sebuah Ibrah (pelajaran) yang sangat besar dari kisah tersebut. Bahwa orang yang memiliki tingkat keimanan yang tinggi sekalipun, mendapat teguran yang sangat luar biasa dari Allah Swt karena telah menyakiti ibunya. Apalagi kita? Jangankan berperang, sunnah-sunnah Rasulullah saja masih banyak yang belum kita lakukan. Apa kalian ingin mengundang kemurkaan Allah Swt?

Sadarlah sobat, ibu kalian itu adalah salah satu kunci agar kalian mendapatkan Ridha dari Allah Swt. Tidaklah pantas jika kalian memberikan balasan atas kasih sayang yang telah ibu kalian curahkan sejak kalian kecil hingga kalian tumbuh dewasa, dengan cacian, makian, bentakan, bahkan dengan menelantarkannya. Jangankan kalian membentak, berkata “Ah” saja Allah telah melarangnya. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Ahqaf ayat 17.” Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: “Ah” bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? Lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan, “Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar”. Lalu dia berkata: “Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang yang dahulu belaka”.

Wahai saudaraku, Mohon ampunlah kalian, dan Bertaubatlah kalian kepada Allah selagi kalian diberikan kesempatan. Insya Allah, Allah akan menerima taubat kalian dan mengampuni kesalahan-kesalahan yang selama ini telah kalian perbuat. Karena Allah maha penerima taubat, Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an surah At-Tahrim ayat 8, “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabbi-mu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…”.

Wahai saudaraku, renungkanlah hal ini dengan baik …

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,88 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI