Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Dzikrullah, Solusi untuk Negeri yang Sakit

Dzikrullah, Solusi untuk Negeri yang Sakit

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang …

Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat pula kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.  (Q.S. Al-Baqarah: 152)

Belum usai rasa sakit yang diderita negeri tercinta. Bekas luka tragedi tsunami dan gempa hebat masih nampak jelas di wajah ibu pertiwi. Rentetan musibah terus berlangsung. Derasnya banjir Jakarta beberapa waktu lalu seolah membuktikan bahwa bencana sulit pergi, dan menghantui negeri ini.

Indonesia, adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Seharusnya negeri ini diberkahi dan diberi karunia oleh Allah karena banyak yang beramal baik sesuai ajaran Islam. Tapi nyatanya? Ujian Allah datang silih berganti menerpa Indonesia yang kian renta.

Setiap aksi pasti menimbulkan suatu reaksi. Sejalan dan sejalin dengan musibah yang dialami, pasti ada penyebabnya. Lantas, apa yang menjadikan negeri ini selalu dirundung musibah?

Ayat Al-Quran di awal tadi menjelaskan, bahwa Allah akan mengingat dan memperhatikan kita, apabila kita ingat kepada-Nya. Namun sebaliknya, Allah akan menelantarkan kita jika kita lupa Akan Allah. Itulah yang terjadi kini, banyak di antara kita yang telah lupa akan sang Khaliq. Jadi tidak heran, jika Allah membiarkan kita dalam musibah yang menyedihkan ini.

Kita hanyalah seorang hamba yang lemah. Tidak mempunyai daya kecuali dari sang Mahadaya. Dengan kondisi yang lemah ini, seharusnya kita sadar akan kapasitas kita di muka bumi. Namun apa hendak dikata, masih terdapat begitu banyak manusia yang acuh dan ‘besar kepala’. Mereka yang demikian itulah yang menyeret manusia lainnya pada kesengsaraan. Sebagaimana kita ketahui, Allah SWT tidak akan memilih-milih terlebih dahulu hambanya ketika akan menurunkan cobaan. Semuanya akan merasakan ujian yang Allah berikan di muka bumi, termasuk orang yang berbuat shalih sekalipun. Ketika segelintir orang melakukan hal yang dibenci Allah, maka sebagian besar lainnya akan merasakan akibatnya.

Semestinya kita bisa belajar dari kesalahan yang telah lalu. Sikap kita yang apatis, dan tidak peka merupakan faktor di antara banyak penyebab datangnya musibah. Bertindak seenaknya, tidak pikir panjang, telah menjadi kebiasaan yang sulit dihapuskan. Ataukah kita pura-pura tidak tahu, bahwa tangan kita sendiri yang menyebabkan kerusakan di muka bumi ini. Allah berfirman,

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia” (Q.S. Arrum: 41)

Ada satu solusi untuk meretas kepedihan yang dialami oleh negeri kita tercinta. Solusi yang ditawarkan langsung oleh Allah selaku pemilik alam semesta. Dzikrullah, adalah langkah tepat yang harus diambil oleh seluruh hamba Allah di negeri ini. Dengan senantiasa ingat pada Allah, niscaya kita akan selalu dikasihi oleh Allah. Dzikrullah yang diimplementasikan dengan takut terhadap Allah, amar ma’ruf nahi munkar, dan juga bersyukur.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”  (Q.S. Ibrahim: 7)

Tetaplah berdzikir wahai saudaraku, karena dengan itulah rasa sakit negeri ini akan berkurang. Marilah kita sembuhkan penyakit yang diderita negeri ini. Agar kita dapat melihat sang ibu pertiwi tersenyum kembali, seperti sedia kala. Wallahu A’lam.

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, jurusan Jurnalistik.

Lihat Juga

(inet)

Nilai Waktu

Organization