Home / Berita / Internasional / Asia / Dubai Belajar Keuangan Syariah dari London

Dubai Belajar Keuangan Syariah dari London

Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com – London. Belakangan, Walikota London Alderman Roger Gifford menghabiskan banyak waktu bepergian ke Uni Emirat Arab (UEA) dan Dubai. Pria yang juga menjabat sebagai Duta Sektor Jasa Keuangan Inggris ini rutin menghadiri pertemuan tingkat tinggi yang diselenggarakan Otoritas Investmet Abu Dhabi Investment Authority, Bank Sentral UEA, Pusat Keuangan Internasional Dubai dan sekolah-sekolah bisnis di Dubai. Ini menunjukkan semakin pentingnya jasa keuangan syariah di Inggris dan Teluk Arab, di mana keduanya harus banyak membantu bagi pemula di industri syariah.

Dubai bertujuan menjadi model global dari ekonomi syariah. Banyak bisnis keuangan syariah dilakukan di Dubai dan UEA. Untuk itu Dubai memerlukan bantuan pusat keuangan lain untuk mengembangkan keuangan syariahnya. “UEA harus memiliki masa depan cerah sebagai pusat keuangan syariah,” ucapnya seperti dikutip dari The National, Kamis (21/2).

Malaysia dan Indonesia merupakan pemimpin dunia keuangan syariah yang sudah bekerja sama dalam meningkatkan jumlah lembaga syariah. Namun Gifford tak mau kalah, dia dengan cepat menunjukkan bahwa London semakin penting dalam keuangan syariah dunia.

Gifford menyebut Inggris adalah pusat keuangan syariah di barat. Inggris memegang ranking kesembilan di seluruh dunia, khususnya pusat keuangan syariah Eropa. Aset lembaga keuangan syariah yang dimiliki Inggris mendcapai 19 miliar dolar AS, dimana sebagian besar dipegang oleh HSBC Amanah. Inggris memiliki 22 bank yang menawarkan produk-produk syariah, lima diantaranya “full syariah-compliant”. Inggris juga telah mengeluarkan 37 sukuk yang saat ini terdaftar di London Stock Exchange. Selain itu ada 25 firma hukum di London yang mengkhususkan diri di bidang keuangan syariah.

Produk keuangan syariah bahkan digunakan pengembang untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur besar seperti menara Shard of Glass dan pembangunan kembali barak Chelsea. Tak hanya itu, setidaknya ada empat lembaga profesional dan sepuluh universitas dan sekolah bisnis yang melayani program keuangan syariah.

Dubai harus memperluas pasar dan mencontoh infrastruktur yang dimiliki London agar mimpi keuangan syariahnya dapat terwujud. Kepala Investasi Sukuk Global di Franklin Templeton, Mohieddine Kronfol, mengatakan keberhasilan sektor keuangan syariah berasal dari pasar keuangan yang sehat.

“Sebelum memiliki pusat keuangan syariah, yang dibutuhkan adalah pusat keuangan, setelah itu barulah mudah menciptakan produk syariah,” kata Kronfol.

Kronfol percaya rutinnya penerbitan sukuk pemerintah akan menyediakan pasar yang dibutuhkan. “Jika sebulan sekali pemerintah menerbitkan sukuk, maka akan mempercepat komunitas keuangan pasar syariah,” ujarnya. (Qommarria Rostanti/Nidia Zuraya/ROL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Good Corporate Governance (GCG) di Bank Syariah dan Bank Konvensional