Home / Berita / Daerah / Buruh se-Jawa Barat Solid Dukung Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar

Buruh se-Jawa Barat Solid Dukung Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar

Massa pendukung pasangan Aher-Deddy Mizwar putihkan Gasibu Bandung, 20 Februari 2013. (Twitter.com / AHER_DEMIZ)
Massa pendukung pasangan Aher-Deddy Mizwar putihkan Gasibu Bandung, 20 Februari 2013. (Twitter.com / AHER_DEMIZ)

dakwatuna.comBeberapa jam jelang masa kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat berakhir, Rabu (20/2), serikat-serikat buruh menyampaikan sikap politik. Seluruh buruh Jawa Barat solid mendukung pasangan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Sikap politik buruh yang tergabung dalam Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh (ASPSB) Jawa Barat disampaikan langsung kepada Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar di Guest House Selaras, Jalan Taman Cibeunying Selatan, Bandung, sekitar pukul 12:00 WIB tadi.

Selaras menjadi lokasi pertemuan kandidat dan tim inti sebelum menuju Lapangan Gasibu, tempat Kampanye Rapat Umum terakhir.

Wakil elemen serikat buruh yang mengikuti pertemuan adalah DPW FSPMI Jabar, DPD SBSI 1992 Jabar, PD FSP TSK SPSI Jabar, Dependa Gaspermindo Jabar, Korwil KSBSI Jabar, DPD SPN Jabar, PD FSP RTMM SPSI Jabar, PD FSP PP SPSI Jabar, PD FSP KEP SPSI Jabar, PD FSP LEM SPSI Jabar, DPD FSP KEP-KSPI Jabar, dan Korwil PPMI 98.

“Kami, Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh Jawa Barat, setelah mempelajari visi-misi lima pasangan cagub-cawagub, aspirasi buruh akan disalurkan ke kandidat nomor empat,” kata Sabilar Rosyad, koordinator ASPSB Jabar, di hadapan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar.

Dijelaskan pula, saat ini banyak Cagub-Cawagub Jabar yang mengklaim mendapat dukungan dari buruh. “Yang benar adalah Aliansi Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Kamilah yang mewadahi organisasi pekerja atau buruh,” Ajat Sudrajat, Ketua DPD SBSI 92 Jawa Barat.

Sebagai wujud dukungan kalangan buruh, ASPSB Jabar menyampaikan aspirasinya agar Aher-Deddy Mizwar bila nantinya memimpin Jabar, bersungguh-sungguh mengangkat taraf kesejahteraan kaum pekerja.

Beberapa poin aspirasi yang disodorkan serikat pekerja, yakni Aher-Deddy Mizwar diminta merealisasi upah layak dengan mendorong terlaksananya Upah Minimum Sektoral di seluruh kabupaten/kota di Jabar; menambah jumlah dan kualitas pengawas tenaga kerja untuk menegakkan hukum ketenagakerjaan; dan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Selain itu, kaum buruh juga meminta Aher-Deddy Mizwar menyediakan rumah murah bagi pekerja, menindak tegas pelaku pungutan liar terhadap pelaku usaha, serta menindak tegas pengusaha yang memberlakukan sistem kerja kontrak dan outsourching yang melanggar UU.

Cagub Ahmad Heryawan, menanggapi aspirasi ASPSB, mengatakan bahwa harapan kaum pekerja sebenarnya telah diupayakan Pemprov Jabar di bawah kepemimpinannya sebagai gubernur 2008-2013. Begitu pula visi-misinya bila nantinya memimpin Jabar lima tahun ke depan.

“Kami berdua, Aher-Deddy Mizwar sama sekali tidak ragu untuk menandatangani kesepakatan komitmen dengan teman-teman buruh. Kami memang mendudukkan kaum pekerja sebagai bagian penting pembangunan Jabar,” tandas Heryawan.

Sementara itu, Cawagub Jabar Deddy Mizwar menegaskan, perlu dipahami bersama bahwa upaya mewujudkan kesejahteraan kaum pekerja dimaksud, nantinya harus diupayakan secara bersama. Pemprov Jawa Barat, organisasi pekerja/buruh, pengusaha, dan pihak lain yang terkait harus bekerja sama menyusun dan melaksanakan program-program ketenagakerjaan. “Mari kita bergandengan tangan mulai hari ini sampai seterusnya,” tutur Cawagub Deddy, yang juga budayawan ini. (zul/RMOL)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjalan melalui kerumunan rakyat Turki di jalan-jalan Istanbul, yang bergembira atas kegagalan upaya kudeta (16/7/2016). (Reuters / aljazeera.net)

Ketika Media-Media Barat ‘Bersepakat’ dalam Menanggapi Gagalnya Kudeta di Turki