Home / Narasi Islam / Wanita / We Care We Share, Let’s Cover the Aurat

We Care We Share, Let’s Cover the Aurat

Bismillahirrahmanirrahim…

Ilustrasi (kawanimut)
Ilustrasi (kawanimut)

dakwatuna.com – Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk yang istimewa dibanding makhluk lain. Keistimewaan bukan hanya dalam bentuk fisik, namun juga dalam kesempurnaan komponen non fisik yang membentuknya. Salah satunya adalah perasaan memiliki harga diri. Dengan perasaan harga diri itu setiap manusia ingin dirinya dapat tampil di hadapan orang lain secara terhormat dan tidak cacat. Pakaian adalah salah satu hal yang dapat membentuk citra diri seseorang di hadapan orang lain.

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan; dan pakaian takwa tulah yang paling baik. (QS. Al A’raf: 26)

Pakaian, merupakan bagian dari produk budaya. Akan tetapi, Islam memandang pakaian tidak semata-mata lahir karena konstruksi sosial dan budaya kemanusiaan. Islam memberikan makna yang lebih dengan menghadirkan syariat berpakaian bagi laki-laki dan perempuan, bukan semata dari kacamata kepantasan atau pun selera keindahan, akan tetapi menjadi sebuah ibadah. Dalam hal ini berarti syarat pakaian bagi laki-laki dan perempuan adalah yang tidak menampakkan aurat dan memperlihatkan keindahan dan kepantasan secara wajar.

Berkaitan dengan pakaian, terutama pakaian perempuan muslimah, ada beberapa istilah yang saling terkait, seperti istilah jilbab, khimar, cadar, juga hijab. Istilah-istilah ini perlu dipahami secara proporsional dan tepat agar tidak menimbulkan kesalahan persepsi dalam memahami esensi dari tuntutan syariat terhadap perempuan muslimah.

Hijab

Bermakna penghalang atau tabir antara laki-laki dan perempuan untuk tidak saling melihat. Istilah hijab dikhususkan bagi istri-istri Nabi dalam bergaul dengan laki-laki lain di dalam rumah, untuk membedakan istri Nabi dari perempuan lainnya, serta untuk menghormati keluarga Rasulullah SAW.

“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi) maka mintalah dari belakang hijab. Cara yang demikian itu lebih suci bagimu dan bagi mereka.” (QS. Al Ahzab: 53

Dalam aplikasinya, ayat hijab ini diterapkan dalam dua bentuk. Pertama, langsung pemakaian tabir di dalam rumah ketika istri-istri Nabi berbicara dengan laki-laki non mahram, sehingga istri-istri Nabi tidak terlihat oleh mereka. Hal ini melengkapi aturan lainnya bagi istri Nabi, yaitu tinggal di dalam rumah. “Dan hendaklah engkau tetap tinggal di rumahmu…. (Al Ahzab: 33)

Kedua, para istri Nabi mengenakan penutup wajah dan seluruh tubuh ketika keluar rumah untuk suatu urusan yang syar’i. Dengan demikian para istri Nabi tidak kelihatan tubuhnya, termasuk wajah dan kedua telapak tangannya ketika di luar rumah, sebagai aplikasi ayat hijab ini.

Jilbab

Pakaian panjang yang dikenakan untuk merangkapi pakaian dalam perempuan dan tidak menutup wajahnya.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri orang-orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu… (Al Ahzab: 59)

Ayat di atas menuntut kaum perempuan untuk mengulurkan jilbabnya ke tubuh mereka ketika keluar rumah sebagai identitas yang membedakan mereka dari perempuan budak, sehingga tidak ada yang akan mengganggu.

Khimar

Khimar yang dimaksudkan dalam surat An-Nur: 31 adalah penutup kepala, bukan penutup wajah.

“… Dan hendaklah mereka menutupkan khimar (kain kerudung) mereka ke dada mereka…  (An-Nur: 31)

Dalam kitab Al-Mu’jam Al Wasith disebutkan, “Khimar adalah segala sesuatu yang menutup. Termasuk dalam jenis khimar adalah khimar perempuan, yaitu pakaian yang dikenakan kaum perempuan untuk menutup kepala mereka. Termasuk kategori khimar pula adalah imamah (sorban) yang dipakai kaum lelaki untuk menutup kepala dan dililitkan ke leher.”

Allah mencintai keindahan dan kerapian. Yang rapi itu adalah yang tertutup auratnya. Ibarat sebuah barang antik yang dijual di toko mewah. Barang tersebut pasti tersimpan dalam sebuah etalase dan tak sembarang orang yang dapat menjangkaunya. Hal itu karena harganya yang sangat mahal. Berbeda dengan barang-barang yang mengalami kegagalan dalam proses produksinya. Barang tersebut akan dijual secara cuma-Cuma dan setiap orang dapat menjangkaunya.

Saudaraku…

Menutup aurat bukan perkara menunggu kesiapan diri, tapi itu adalah bukti cinta Allah terhadap makhluk-Nya. Karena diri kita begitu berharga…

#AyoTutupAurat

Oleh: Pusat Komunikasi Nasional (LDK Al-Hurriyyah Institut Pertanian Bogor) Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia

About these ads

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com

Lihat Juga

Aksi bakar diri akibat frustasi hadapi hidup semakin sulit. (al-marsd.com)

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri