Home / Berita / Internasional / Asia / PKS Digunjing Media, Kader di Kuala Lumpur Malah Asyik Bertukar Hadiah

PKS Digunjing Media, Kader di Kuala Lumpur Malah Asyik Bertukar Hadiah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Konsolidasi kader PKS Kuala Lumpur yang terdiri dari ekspatriat, mahasiswa, ibu rumah tangga, permanent resident dan pekerja Indonesia di gedung Adni Training Building, Kuala Lumpur, Ahad, 17 Februari 2013. (Taufik Subhi Ahmad)
Konsolidasi kader PKS Kuala Lumpur yang terdiri dari ekspatriat, mahasiswa, ibu rumah tangga, permanent resident dan pekerja Indonesia di gedung Adni Training Building, Kuala Lumpur, Ahad, 17 Februari 2013. (Taufik Subhi Ahmad)

dakwatuna.com – Kuala Lumpur. Gonjang-ganjing di media yang akhir-akhir ini banyak ‘ngrasani’ PKS tak membuat kader di Kuala Lumpur terpengaruh. Mereka, seperti pesan Presiden PKS Anis Matta, tak kehilangan sense untuk menikmati kegembiraan.

Ahad, 17 Februari 2013, kader PKS Kuala Lumpur yang terdiri dari ekspatriat, mahasiswa, ibu rumah tangga, permanent resident dan pekerja Indonesia mengadakan acara konsolidasi kader di gedung Adni Training Building, Kuala Lumpur. Acara itu dihadiri juga kader-kader PKS dari Perak dan Johor. Seminggu sebelumnya, acara serupa juga digelar Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) PKS Wilayah Malaysia di negeri Selangor.

Acara tersebut diisi dengan berbagi pengalaman dakwah kader-kader PKS di kalangan pekerja Indonesia, baik yang bekerja di perkebunan, kilang atau pabrik maupun di kampus-kampus. Dalam acara tersebut, dilakukan juga fund raising dalam bentuk komitmen kader untuk menyumbang dana pemilu dari kantong masing-masing selain yang secara rutin disumbangkan kader setiap bulannya. Dari komitmen tersebut tercatat nominal dana pemilu yang akan dikumpulkan kader dari kantong sendiri sebesar 52.300 ringgit, atau kurang lebih Rp. 162.000.000. Selama ini dana-dana operasional PKS memang disupport dari kantong sendiri. Di kalangan kader PKS memang dikenal prinsip ‘Sunduquna Juyubuna’, artinya ‘Kas Perjuangan Kami berasal dari Kantong Kami Sendiri’.

Dr. Syarif Junaedi, ketua PIP PKS Malaysia, menyatakan bahwa untuk menjaga keberkahan perjuangan, infak-infak yang disisihkan dari hasil keringat kader inilah yang digunakan PKS untuk membiayai program-program dakwahnya, termasuk untuk Pemilu.

Selain agenda di atas, yang menarik dalam acara itu adalah saling tukar hadiah. Setiap kader yang hadir diwajibkan membeli hadiah minimal seharga sepuluh ringgit untuk ditukar dengan sesama kader yang hadir. Namun pada kenyataannya, ada juga kader yang memberi hadiah lebih dari harga tersebut. Bahkan ada yang memberi hadiah uang tunai 500 ringgit atau lebih dari Rp 1,5 juta.

Meskipun akhir-akhir ini PKS tengah banyak digunjingkan media, tak ada yang tak bergembira dalam acara itu, karena setiap kader PKS nampaknya sadar, perjuangan yang berat akan kehilangan energinya jika mereka mudah terpengaruh dengan gunjingan orang. Dan mereka tak membiarkan gunjingan itu mempengaruhi masa depan mereka.

“Jangan pernah membiarkan orang lain melakukan sesuatu yang membuat mereka menentukan  masa depan kita…. Kitalah yang bertanggung jawab untuk menulis cerita dan masa depan kita sendiri.” Kelihatannya pesan presiden baru PKS ini memang dicamkan betul-betul oleh para kader PKS itu.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (8 votes, average: 9,13 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ellina
Seorang ibu yang peduli dengan perbaikan bangsa melalui tulisan dan amal
  • Erik Eri

    Ya memang beginilah ada nya PKS, partai nya hidup dari kader nya dan simpatisan, beda dgn partai lain anggota nya hidup dari partai nya.

Lihat Juga

Seorang warga membaca surat kabar Amerika. (aljazeera.com)

Surat Kabar Amerika Shock Berat dengan Kemenangan Trump

Figure
Organization