00:54 - Rabu, 01 Oktober 2014

Pengamat Politik: Elektabilitas Aher Tak Terpengaruh Kriminalisasi LHI oleh KPK

Rubrik: Daerah | Kontributor: dakwatuna.com - 17/02/13 | 21:16 | 05 Rabbi al-Thanni 1434 H

Pasangan calon gubernur nomor 4 Aher-Deddy Mizwar, berkampanye terbuka di hadapan ribuan pendukungnya di Lapangan Dadaha, Tasikmalaya, Ahad  siang (17/2/2013). (KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA)

Pasangan calon gubernur nomor 4 Aher-Deddy Mizwar, berkampanye terbuka di hadapan ribuan pendukungnya di Lapangan Dadaha, Tasikmalaya, Ahad siang (17/2/2013). (KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA)

dakwatuna.com – Pengamat politik nasional, Eep Saefulloh Fatah yang juga konsultan Cagub-Cawagub Nomor 4 Ahmad Heryawan – Deddy Mizwar yakin, elektabilitas Aher-Deddy tidak akan terpengaruh dengan kasus kriminalisasi LHI oleh KPK.

Pasalnya kata dia, semua partai mengalami kondisi serupa, berhadapan dengan kasus-kasus hukum yang melilitnya. Sehingga jika kompetitor mengusung isu kasus yang melilit PKS untuk menggembosi elektabilitas Aher-Deddy, secara tidak langsung kompetitor sedang mengungkit masalah partai yang melilitnya juga.

“Prahara PKS tidak berpengaruh signifikan terhadap perolehan suara bagi Aher. Karena partai lain juga mengalami prahara serupa,” kata Eep, saat menghadiri kampanye akbar Aher-Deddy Mizwar di Tasikmalaya, Minggu (17/2).

Eep menilai masyarakat tidak akan terpengaruh banyak dengan kasus tersebut. Karena masyarakat sudah bisa membedakan siapa yang bersalah dan siapa yang baik, termasuk dalam menyeleksi berita baik di TV maupun di koran.

“Kami tidak khawatir. Dalam hal ini masyarakat sudah punya rasionalitas serta kemampuan memilih dengan berbagai piliahan. Lihat saja Kang Aher selama 5 tahun memimpin,” katanya.

Menurutnya, setiap kepala daerah akan menghadapi rumor kurang baik. Akan tetapi, rumor tersebut harus dilihat sejauh mana ditindaklanjuti oleh penegak hukum misalnya untuk laporan tindakan korupsi atau penyimpangan lainnya.

“Kepala daerah bisa menerima serangan rumor macam-macam. Tetapi harus dilihat seberapa jauh laporan penyelewengan yang diproses di KPK misalnya. Sebagai pejabat publik, Kang Aher tidak sampai mendapat status hukum tertentu,” ujarnya.

Dia juga optimistis, duet Aher- Deddy merupakan sinergi kualitas antara dua tokoh. Hingga kini katanya, semua lembaga survai masih menemukan hasil elektabilitas Aher-Deddy nomor satu. Hanya saja ada 1 lembaga survey yang bersuara lain. “Termasuk hasil survey internal kami, Aher-Deddy masih nomor 1 juga semua lembaga survai. Hanya 1 lembaga survai yang bersuara lain,” katanya.

Dia mengimbau kepada tim jangan lengah dan terlena dengan hasil survai cukup yang menyenangkan. Tetapi harus berusaha sekuat , mungkin sehingga mendapat suara sesuai diharapkan. “Ulah lalawora, jangan cepat mengambil kesimpulan. Jangan termanjakan dengan hal yang menyenangkan tetapi harus berusaha maksimal,” katanya. (k55/fsi/Bisnis)

Redaktur: Hendra

Topik: ,

Keyword: , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (2 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
78 queries in 1,265 seconds.