Home / Pemuda / Mimbar Kampus / Menurut Saya Sukses Itu…

Menurut Saya Sukses Itu…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi (inet)
Ilustrasi (inet)

dakwatuna.com – Ada baiknya sebelum melakukan segala sesuatu kita mulai dengan mengucapkan basmalah… Agar yang kita lakukan menjadi berkah dan diridhai oleh Allah SWT. Bismillahirrahmanirrahim… Ok… langsung mulai aja dah…

Indonesia… Negara yang menjunjung tinggi pancasila… Indonesia… Negara dengan polemik masalah yang begitu banyak dan beragam… Negara yang saya begitu benci dengan segala tata cara pemerintahannya dan kebijakannya… Namun, saya begitu mencintai keindahan alamnya…  Tapi saat ini saya tidak akan membahas ini… mungkin di kemudian hari.

Saya ingin mencurahkan apa yang ada di pikiran saya dan hasil membaca beberapa buku…

Kehidupan universitas di Indonesia… Begitu banyak aktivitas yang terjadi dari pagi hingga malam… Dan esoknya akan terulang kembali… begitu juga seterusnya…

Menjadi mahasiswa bukan hanya sekadar status dan menjadi bergelar juga bukan sekadar memanjangkan nama dengan embel-embel sarjana… Saya menyayangkan kepada teman-teman yang berpikiran seperti itu… Ingin mendapatkan pekerjaan dan sukses setelah lulus… Kepada mereka yang hanya memikirkan hasil akhir dan bukan proses itu sendiri… Saya hanya ingin mengingatkan kalau sukses itu tidak hanya kecerdasan, kekuasaan, kekayaan dll…

Ambil contoh dari Qarun dan Fir’aun… Qarun memiliki kekayaan yang berlimpah… Kunci-kunci gudangnya enggak kuat dibawa oleh 7 orang yang kuat-kuat… Bisa Anda bayangkan seberapa besar kekayaannya… Sedangkan Fir’aun… dia seorang raja yang cerdas dan memiliki kekuasaan yang luar biasa… Dia sampai-sampai mengaku dirinya sebagai Tuhan… Tetapi adakah di antara teman-teman yang ingin menjadi seperti mereka… Jelas enggak mau bukan… Karena kita tahu akhir hidup mereka itu tragis… walaupun hidup dengan kekayaan, kecerdasan ataupun kekuasaan…

Saya pernah ikut salah satu program analisa bakat oleh salah satu lembaga ternama… Apakah Anda pernah mendengar tentang 8 kecerdasan majemuk… Ternyata yang paling tinggi dalam diri saya adalah kecerdasan intrapersonal dan interpersonal… selanjutnya kecerdasan logika-matematika dan bahasa… Sisanya standar… Saya senang dengan hasilnya… Karena semakin memantapkan prinsip hidup saya… Bermanfaat bagi umat…

Sejak dulu, saya senang mengamati kehidupan… Saya selalu tertarik menjadi semacam life observer, sejak saya menemukan fakta bahwa sebagian besar orang tak seperti bagaimana mereka tampaknya, dan begitu banyak orang yang salah dipahami. Di sisi lain, manusia gampang sekali menjatuhkan penilaian, judge minded… Saya suka mempelajari motivasi orang, mengapa ia berperilaku begitu, mengapa ia seperti ia adanya, bagaimana perspektifnya atas suatu situasi, apa saja ekspektasinya… Ternyata apa yang ada di dalam kepala manusia seukuran batok kelapa bisa lebih kompleks dari konstelasi galaksi-galaksi… Bagi saya kelas bukan sekadar ruang untuk belajar tapi juga university of life… – sedikit mengutip dari Edensor.

Sukses menurut saya adalah kita berbagi dengan orang lain, memiliki jiwa sosial yang tinggi dan hidup dengan melakukan segala sesuatunya karena Allah… Hidup dengan MERIAH… mengharapkan ridha Ilahi…

Nah, di kampus inilah kesempatan bagi saya dan teman-teman untuk berpikir terbuka, mengembangkan karakter dan bakat, membangun jaringan dan lain sebagainya…  Secara fitrah dan hati nurani, tentu kita ingin menjadi orang baik… Tetapi pengaruh luar dari lingkungan secara tidak langsung mengubah pola pikir kita… Selalu berpikir positif… Jadikan diri IKHLAS dalam menghadapi hidup… Lakukan yang terbaik dalam hidup… Niatkan hanya untuk Allah SWT.

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 7,86 out of 10)
Loading...Loading...
Indra Waliyuda
Seorang buruh pabrik yang beralih menjadi mahasiswa jurusan teknik Elektro di sebuah kampus negeri di Jakarta.

Lihat Juga

Manuskrip Al-Quran kuno. (almokhtsar.com)

Manuskrip Al-Quran Berusia 700 Tahun Ditemukan di Aceh

  • Rizqa

    I Like This written (Y)