07:27 - Jumat, 28 November 2014
Supadilah, S.Si

Pelajaran dari Akar

Rubrik: Artikel Lepas | Oleh: Supadilah, S.Si - 11/02/13 | 12:30 | 29 Rabbi al-Awwal 1434 H

pohon_webdakwatuna.com – Allah menggunakan perumpamaan seorang mukmin yang baik adalah laksana pohon yang akarnya menghujam ke bumi dan batangnya yang menjulang ke langit.

Perhatikan benda yang digunakan Allah dalam perumpamaan itu. Kenapa Allah memilih akar dan batang? Dan tidak daun atau bunga?

Pasti Allah punya alasan dibalik pemilihan itu. Sebab, segala sesuatu diciptakan atau dipilih oleh Allah, tidak tanpa maksud apa-apa? “… Ya Tuhan kami, tidaklah engkau menciptakan segala sesuatu di muka bumi dalam keadaan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka.” (QS Al Imran [3]: 191).

Para mufassirin sepakat, jika Allah bersumpah dengan nama tertentu atau menggunakan benda perumpamaan tertentu, maka nama dan benda itu sifatnya penting, dan memiliki keutamaan yang tidak remeh.

Ternyata akar memiliki keutamaan lain dibanding bagian tumbuhan lainnya.

1. Akar (dan batang) adalah bagian tumbuhan yang tidak pernah meninggalkan pohon, kecuali pohon itu akan mati. Daun bisa gugur karena layu atau diterbangkan angin, ranting bisa patah atau terpotong, dan bunga bisa saja pergi meninggalkan pohon tetapi pohon tetap hidup. Sementara, jika akar pergi meninggalkan pohon, maka bisa dipastikan pohon akan mati.

Begitu juga hendaknya kita dalam dakwah. Dalam dakwah, ada yang berfungsi seperti batang (dan akar). Kader dakwah boleh datang dan pergi. Tapi akar dakwah yaitu mereka yang menjaga kelangsungan hidup dakwah, jangan boleh pergi. Atau merasalah, diri kita adalah akar bagi dakwah. Dengan demikian kita merasa bahwa keberadaan kita dalam dakwah adalah sangat penting.

2. Akar adalah sumber kehidupan bagi pohon

Pohon memerlukan nutrisi untuk hidup. Unsur hara yang dibutuhkan oleh pohon, diambil dari dalam tanah oleh akar. Dengan nutrisi itu, pohon bisa hidup.

Jika daun gugur, pohon tak mati. Ranting patah, tidak memengaruhi kehidupan pohon. Tapi jika akar tidak ada, maka sehari saja pohon bisa layu dan kemudian mati.

Jadilah kader dakwah yang menghidupkan dinamika dakwah. Dakwah semakin sehat dan hidup dengan adanya kita; tumbuh dan berkembang.

3. Saat akar dipotong, dari potongan itu akan keluar serabut-serabut akar.

Serabut akar itu nantinya menjadi pengganti akar yang dipotong, dengan jumlahnya yang lebih banyak. Sebuah pelajaran untuk kita, bahwa akar mampu melakukan regenerasi. Dakwah yang kita perjuangkan, sangat panjang jalannya. Ujung dari perjuangan dakwah itu bahkan tidak bisa kita tebak. Tak dipungkiri, dakwah memerlukan jumlah (kuantitas) kader yang banyak, dengan tidak mengesampingkan kualitasnya.

Seorang kader, harus mampu menjadi seperti akar yang mampu meregenerasi. Dari satu orang kader, bisa mencetak kader yang lebih banyak. Harus mampu menambah banyak jumlah kader darinya. Minimal satu orang dari kita. Bertambahnya usia tarbiyah kita, hendaknya diiringi bertambahnya kader yang terekrut. Islam harus menjadi rahmatan lil ‘alamin.

Mari berjuang untuk mewujudkan itu. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk bisa mewujudkan cita-cita mulia itu. Amin.

Sungguh, tiada Allah menciptakan sesuatu dengan sia-sia. 

Supadilah, S.Si

Tentang Supadilah, S.Si

Guru di SMP Islam Terpadu Darul Hikmah Pasaman Barat. Menuntut ilmu di Universitas Andalas, Padang. [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Topik:

Keyword: , , , , , , , , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (3 orang menilai, rata-rata: 8,67 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
Iklan negatif? Laporkan!
89 queries in 1,435 seconds.