Home / Berita / Nasional / Bung Anis Ngobrol Lesehan dengan Emha Ainun Nadjib

Bung Anis Ngobrol Lesehan dengan Emha Ainun Nadjib

Cak Nun panggil Anis, Bung Anis
Cak Nun panggil Anis, Bung Anis

dakwatuna.com Jogja (7-8/2) Presiden Baru PKS, Anis Matta bertekad untuk mengokohkan partainya melalui roadshow ke beberapa wilayah di Indonesia. Roadshow dimulai pada Ahad, 3 Februari dari Provinsi Jawa Barat yang dalam waktu dekat ini akan melaksanakan Pilgub (24 Februari), yaitu ke kota Bandung. Dua hari kemudian (5-6 Februari), roadshow berlanjut ke kota Medan, Sumatera Utara yang juga dalam waktu dekat akan menyelenggarakan Pilgub, yaitu 7 Maret 2013. Satu hari sekembalinya dari Medan, Presiden melanjutkan roadshow ke Jogja bersama para Ketua DPP PKS pada hari Kamis (7/2) yang berlanjut ke Surabaya, Makassar dan Denpasar hingga Rabu, 13 Februari 2013.

Ketika tiba di Jogja dan setelah selesai bertemu dengan Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) Jogja, Jateng dan Jatim sekitar jam 23.00 di hotel Grand Quality, Presiden Baru PKS bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke rumah Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di daerah belakang (Barat) Malioboro. Presiden Baru PKS bersama para Ketua DPP PKS, Dr Sukamta (Ketua DPW PKS DIY), Cahyadi Takariawan dan kader lainnya yang ikut dalam rombongan Presiden Baru PKS.

Pertemuan ini disambut baik oleh Cak Nun dan mulailah obrolan-obrolan informal dimulai. Setelah diberi pengantar oleh pak Cahyadi, Presiden Baru PKS memulai obralan dengan cerita dan kisah petualangan pemikiran Presiden Baru berkaitan dengan karya-karaya Cak Nun yang sudah lama dihabisi oleh Bung Anis. Ternyata pertemuan ini adalah pertemuan yang lama dinanti.

Obralan pun terus berlanjut ketika Cak Nun melontarkan banyak hal-hal yang mengundang tawa lepas bagi siapa yang hadir sambil lesehan di teras rumahnya.

Di kesempatan tersebut Emha menyapa dan menyebut Presiden Baru PKS dengan sebutan “Bung Anis”.

Ketertarikan Emha dan apresiasinya adalah dengan mengomentasi sebagian isi orasi politik pertama Presiden Baru PKS dengan ungkapan, “Kalau di genre musik. Bung Anis ini membuka konser kepemimpinannya dengan musik rock, “ini konspirasi” (yang dihadapi oleh PKS hari ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan ingin menghancurkan partai ini: red) ujar Cak Nun dengan melengking mengucap ‘ini konspirasi” mengomentari pidato politik Anis Matta yang menggegerkan dunia dan diliput serta disiarkan langsung oleh beberapa TV.

“Kalau Bung Anis ngomong “konspirasi” baru kemarin, saya justru sudah dari dulu bicara konspirasi, bahkan konspirasi global. Gak mungkin hidup ini tanpa konspirasi. Kata konspirasi biasanya digunakan untuk si korban, sedangkan untuk pembuatnya disebut dengan protokol,” lanjut Cak Nun.

Emha melanjutkan “Kata konspirasi itu harus dijaga. Bangsa Indonesia harus mengenal kata ini.”

Di sela-sela obrolan ringan, Cak Nun menimpali kasus yang menimpa PKS, “Kasus itu rezki terbesar di zaman ini. Jadi jangan kecil hati dengan kasus, ini bisa jadi berkah min haitsu laa yahtasib asal kita pandai meng-aransemennya.”

“Kalau kemarin sudah diawali dengan ‘Rock’, nanti dipilih yang slow, jazz, harus diatur ritmenya, diatur aransemennya biar indah. Budaya Bugis yang tegas harus juga diperindah dengan Ludruk.”

Di sela-sela obrolan yang berlangsung cukup lama, sejak jam 23.30 sampai jam 01.00 dengan gemuruh tawa para hadirin mendengar obrolan ringan nan berbobot dan dalam kata dan makna, Cak Nun pun sesekali mengomentari dan memberikan nasihat halus, tanpa mendikte kepada Bung Anis yang malam itu terlihat selalu tertawa lepas seolah ingin menghapus luka dan duka yang pernah beliau sampaikan saat taujih ke kader Jawa Barat ketika menukil baik puisi Chairil Anwar, “Aku”.

“Saya malah berharap Bung Anis tidak hanya menjadi milik PKS. Potensi yang bagus ini harus kita dorong agar dia menjadi milik Indonesia. Ini momentum PKS untuk menunjukkan kebaikan-kebaikannya. Mumpung lagi jadi sorotan.”

“Dengan kasus dan konspirasi ini saya yakin Anda semua (PKS) menjadi lebih dewasa, lebih akurat, lebih berbobot, lebih terbuka dalam melihat segala sesuatu.”

“Kalau Anda sudah memulai, maka tuntaskan!” pesan terakhir Cak Nun yang ditujukan secara khusus kepada Anis Matta.

Sungguh pertemuan yang membuat hati plong dan beban terasa lepas. Itulah kesan dari pertemuan dengan budayawan terkenal, Emha Ainun Nadjib.

About these ads

Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (15 votes, average: 8,40 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Tim dakwatuna adalah tim redaksi yang mengelola dakwatuna.com. Mereka terdiri dari dewan redaksi dan redaktur pelaksana dakwatuna.com
  • wahyu

    Pak admin….apakah tidak ada rekaman video dalam pertemuan ini……narasinya begitu bikin penasaran tentang detil obrolan yg penuh makna ini…….

Lihat Juga

Anies-Sandi Dinilai Memiliki Integritas yang Sangat Baik