18:24 - Senin, 01 September 2014

MUI: Istilah Sapi Berjanggut Langgar Etika

Rubrik: Berita, Nasional | Kontributor: dakwatuna.com - 05/02/13 | 14:53 | 23 Rabbi al-Awwal 1434 H

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan.  (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amidhan. (TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN)

dakwatuna.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganggap penggunaan istilah Sapi Berjanggut dalam kasus korupsi yang menimpa mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, terlalu berlebihan dan melanggar etika.

“Inikan politik. Kalau dari segi agama tentu dilarang, tidak boleh dengan kata-kata yang menyakitkan hati,” ujar Ketua MUI Amidhan kepada INILAH.COM, Senin (4/2/2013).

Sebagaimana diberitakan, salah satu media memakai istilah “Sapi Berjanggut” dalam kasus dugaan suap impor daging sapi yang menyeret Luthfi. Sebagian kalangan menyayangkan penggunaan istilah tersebut.

Amidhan menjelaskan, dalam dunia politik memang sinisme terutama terhadap partai yang berlatar Islam seperti PKS akan selalu ada. Bahkan, sinisme semacam ini sudah mendunia.

Menurutnya, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga hampir di seluruh dunia. Penggunaan istilah Sapi Berjanggut termasuk salah satu cara menyudutkan partai Islam. Sebab, berjanggut dalam Islam adalah sunnah.

“Di dunia ini, musuh-musuh Islam selalu menyudutkan agama dan nabinya,” kata Amidhan.

MUI tidak bisa mempersoalkan lebih jauh. Jika dipersoalkan maka akan membuat kegaduhan dan seolah-olah dianggap ada keberpihakan. “Biar oknum itu yang berdosa, kita anggap saja sebagai tantangan,” ujarnya. [rok/inilahdotcom]

Redaktur: Hendra

Keyword: , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (18 orang menilai, rata-rata: 10,00 dalam skala 10)
Loading ... Loading ...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • http://www.facebook.com/retyawanto Retya Wanto

    Mengutip alenia : “Inikan politik. Kalau dari segi agama tentu dilarang, tidak boleh dengan kata-kata yang menyakitkan hati,” ujar Ketua MUI Amidhan kepada INILAH.COM, Senin (4/2/2013).

    Kalau menurut MUI korupsi itu kan juga dilarang agama, apa tidak lebih menyakitkan hati seluruh masyarakat Indonesia? Jika semuanya benar, yah itu mungkin dosanya di dunia ditampakkan pada orang-2 yang teraniaya dan dosa korupsinya Wallahu a’lam

    • Deni Setiawan

      Kan smuanya belum tentu benar. Jadi tdk boleh berburuk sangka, kalau tidak terbukti bagaimana, kan fitnah jadinya.

  • Deni Setiawan

    Setuju banget tu!!!!

Iklan negatif? Laporkan!
105 queries in 1,292 seconds.