Home / Berita / Analisa / Assassinasi PKS Dalam Renungan Kisah Yusuf AS (Ayat 7-10)

Assassinasi PKS Dalam Renungan Kisah Yusuf AS (Ayat 7-10)

Ilustrasi (aishagrace.wordpress.com)
Ilustrasi (aishagrace.wordpress.com)

dakwatuna.com – Tulisan ini bukan untuk menafsirkan surat Yusuf, tapi hanya untuk menunjukkan adanya kemiripan antara yang terjadi pada diri Nabi Yusuf AS dengan yang terjadi pada PKS hari-hari ini. Semoga bisa menambah keyakinan.

Kisah yang Menguatkan Iman

Allah SWT berfirman:

لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ (7)

“Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” [Yusuf: 7].

Melalui mimpi, Nabi Yusuf diberi isyarat akan menjadi seorang nabi dan penguasa besar di Mesir. Ketika Allah berkehendak, pasti kehendak-Nya akan terwujud. Walaupun jalan menuju terwujudnya kehendak tersebut panjang, berliku, dan banyak yang berusaha menghalanginya. Kehendak Allah SWT memaksakan, tidak ada yang menghalanginya. Kehendak Allah SWT tanpa ketentuan, terserah kepada Allah SWT bagaimana cara dan jalan mewujudkan kehendak-Nya.

Bahkan semakin berliku dan penuh kejutan, kisah itu semakin indah. Oleh karena itu, kisah Yusuf AS disebut sebagai (أحسن القصص) “Kisah yang paling baik.”

Hasad Membutakan

Allah SWT berfirman:

إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (8)

“(Yaitu) ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat).  Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.” [Yusuf: 8]

Saudara-saudara Yusuf AS dimakan penyakit hati berupa hasad, iri hati. Merasakan bahwa Yusuf AS mendapatkan perhatian yang lebih dari sang ayah, Nabi Ya’qub AS Mereka ingin mendapatkan perhatian seperti Yusuf AS Sebenarnya mudah untuk mendapatkan hal itu. Tinggal meneliti sebab-sebab Yusuf AS mendapatkannya, laku mencontohnya, pasti perhatian yang sama akan mereka dapatkan. Mereka malah berusaha merusak kondisi; berbuat makar terhadap Yusuf AS dan menuduh Nabi Ya’qub AS sesat.

PKS adalah partai yang mendapat simpati masyarakat sangat baik, karena menjaga syiarnya BERSIH, PEDULI, dan PROFESIONAL. Tak mengherankan jika perolehan suara PKS selalu naik setiap pemilunya. Bahkan qiyadah mencanangkan target 3 besar pada pemilu mendatang. Kalau ada partai lain yang menginginkan simpati yang besar dari masyarakat, hendaknya mencari rahasia kesuksesan PKS tersebut. Niscaya masyarakat pun akan menaruh simpati kepada mereka. Bukan malah men-demarketting dan mengatur konspirasi menghancurkannya.

Ketakutan yang Tak Beralasan

Di antara sebab Yusuf AS dimusuhi saudara-saudaranya, mereka mencium gelagat Yusuf AS akan menjadi penerus kenabian sang ayah. Kalau benar-benar demikian, maka mereka akan menjadi pengikutnya. Padahal mereka adalah (عصبة) “kelompok yang kuat, fanatik” sehingga lebih pantas untuk memimpin.

Banyak yang meyakini PKS lambat-laun akan menjadi partai terbesar di negeri ini. Ini tentu mengkhawatirkan berbagai pihak. Kalau mau jujur, kenapa mereka khawatir? Apa yang menakutkan dari PKS? Bukankah agenda-agenda yang diusungnya adalah demi kebaikan negeri ini? Atau sesuatu yang baik bukanlah kebaikan kalau bukan dari mereka?

Yusuf AS yang Menggemaskan

Yusuf AS saat itu hanyalah seorang anak kecil, berbeda dengan saudara-saudaranya yang sudah dewasa. Sangat wajar kalau seorang ayah lebih mencintai dan memperhatikan anaknya yang masih kecil. Kakak-kakak hendaknya memaklumi kalau wajahnya yang masih innocent (tanpa dosa) dan menggemaskan, membuat semua orang meminatinya. Tidak seharusnya seorang kakak yang sudah kehilangan bening wajahnya mencelakakan adiknya lantaran iri. Atau dia ingin adiknya juga berwajah tua dan bopeng penuh luka.

Tentu banyak yang menaruh harapan kepada PKS yang masih muda, dan bisa mempertahankan kebersihannya dari praktek korupsi. Karena kebanyakan partai sudah bopeng dengan praktek korupsi kadernya. Bukannya mereka bersih-bersih dalam rumah mereka, malah melemparkan kotoran ke rumah orang agar dikatakan rumah kotor. Tak ada bedanya dengan rumah mereka.

Si Kecil Harus Dienyahkan

Allah SWT berfirman:

اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ (9)

“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik.” [Yusuf: 9].

Dengan teganya, mereka berkumpul, dan merencanakan cara mengenyahkan si kecil Yusuf AS Tujuan mereka agar perhatian sang ayah tercurah kepada mereka. Bunuh atau buang di tempat jauh. Sadis. Setelah itu, mereka akan menikmati curahan perhatian sang ayah, atau menjadi orang baik-baik.

PKS tidak pernah memusuhi partai lain. Tapi kenapa ada partai yang memusuhinya? Bahkan dengan teganya membunuh karakter pemimpinnya. Ketika para kader bersih dari praktek korupsi, akankah pemimpin yang pastinya lebih baik, akan berbuat dosa besar politik tersebut? Sangatlah jauh Ust. Luthfi dari sekadar dugaan praktek itu. Sungguh menyakitkan, orang yang sangat bersih dituduh sebagai kotor; partai yang memperjuangkan peternak sapi dan mewujudkan swasembada daging dituduh telah menjadi penyebab melonjaknya harga daging di Indonesia menjadi yang termahal di dunia. Lalu tuduhannya, itu semua disebabkan praktek korupsi yang dijalankan untuk membiayai partai. Sadistis.

Sulitnya Mencari Sumber “Angin”

Ketika merencanakan kejahatan kepada Yusuf AS, disebutkan (اقْتُلُوا يُوسُفَ) “Bunuhlah Yusuf” dan (أَوِ اطْرَحُوهُ) “Atau buanglah dia”. Bukan “Ayo kita bunuh Yusuf” dan “Atau ayo kita buang dia”. Ini menunjukkan bahwa ide kejahatan itu berasal dari satu orang dari mereka. Ada aktor intelektual. Yang lain hanya mengikuti dan melakukannya. Aktor itulah yang paling benci kepada Yusuf AS dan paling berkepentingan pergi jauhnya Yusuf AS

Banyak yang kebakaran jenggot ketika beberapa mas’ulin menyatakan kasus ini murni konspirasi. Karena terasa sekali aromanya. Walaupun sangat sulit mencari dan membuktikan siapa otak di belakangnya, sesulit mencari sumber angin ketika tercium bau tak sedap, seperti yang disebutkan Ust. Hidayat Nurwahid.

Berjuang dengan Cara Kotor

Setan membisikkan pada hati saudara-saudara Yusuf AS, “Lakukanlah kejahatan itu. Setelah disayang ayah, jadilah orang yang baik” (وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ). Godaan yang tidak masuk akal sehat; berbuat kebaikan dengan cara yang jahat. Tapi bagi orang sudah menjadi budak setan, pasti akan diikuti saja. Nabi Adam AS saja bisa lupa ketika dinasihati memakan buah khuldi demi mendapat kemuliaan seperti malaikat [Al-A’raf: 12].

Bagaimana mungkin sebuah partai akan berjuang demi kebaikan negara ini, jika kekuasaannya diraih dengan cara menjahati partai-partai lain. Kekuasaan yang didapatkan pasti akan digunakan untuk melakukan kejahatan yang semakin banyak. Partai seperti ini tidak bisa diharapkan sama sekali kontribusinya untuk Indonesia.

Optimislah, Akan Ada yang Membelamu

Allah SWT berfirman:

قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (10)

“Seseorang di antara mereka berkata: Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat.” [Yusuf: 10].

Saat mereka berbulat-tekad akan membunuh Yusuf AS, salah seorang dari mereka mencegah, “Janganlah kamu bunuh Yusuf.” Tapi mata saudara-saudaranya masih merah membara, nafsu membunuh masih menyala-nyala. Oleh karena itu, dia menurunkan tawaran, “Tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir.”

Insya Allah, masih banyak orang yang tidak setega itu melakukan konspirasi. Konspirasi dan ketidakadilan yang dialami PKS malah menarik simpati banyak kalangan. Banyak sekali sms dan telepon dukungan diterima saudara-saudara kita di pusat dan daerah. Mereka prihatin dengan kejahatan politik yang sangat menjijikkan ini, sehingga terdorong untuk membela PKS demi kemaslahatan negeri ini.

Semoga kita sabar dan ridha seperti Nabi Yusuf AS dalam menekuni satu-persatu liku-liku jalan dakwah ini. Sehingga kita pun akhirnya sebahagia beliau ketika diberi kemenangan yang mengejutkan dari Allah SWT.

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (50 votes, average: 9,18 out of 10)
Loading...Loading...

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Ledia Hanifah Amalia saat menjadi pembicara di Focus Group Discussion (FGD) RUU Ketahanan Keluarga di ruang pleno Fraksi PKS, Jakarta, Senin (22/6). (IST)

Pembangunan Ketahanan Keluarga dalam Kebijakan Nasional Masih Terabaikan

  • alfulany

    BERSIH kan negeri ini dari para pejabat korup…

    PEDULI kan rakyat kecil dari harga-harga kebutuhan yang makin tinggi (terlebih daging sapi)

    PROFESIONAL kan para pemegang amanah dari tabiat/ Perilaku Kejar Setoran

  • Ary Prasetya

    pasti begini, ayat-ayat Al Qur’an dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis, penafsiran yang dipaksakan, seolah-olah Al Qur’an ditafsirkan hanya untuk suatu kelompok …

  • arifhidayat

    sebagai (masih) simpatisan PKS sejak masih PK saya SANGAT MENYESALKAN tulisan yang tidak bertanggung jawab, tendensius, absurd, kultusasi, ceroboh, tidak menarik simpati, menjauhi kehanifan, anti socratic, dan suudzhon ini di muat oleh Dakwatuna. Mohon Redaksi lebih jeli menerbitkan terhadap diversitas pembaca. Saya harap Dakwatuna adalah media yang objektif ditengah media mainstream yang tendensius, sehingga SIAPAPUN bisa membaca FAKTA yang BENAR dan OPINI yang RENDAH HATI. dari Simpatisan di Illinois.

  • andri

    Insya Allah kemenangan akan ada di tangan orang-orang yang beriman, selama mereka istiqomah dalam keimanan mereka….Allahu Akbar!!!

  • sunaji

    Maaf saudara2…..di atas sdh di jelaskan bahwa ini bukan tafsir hanya sbg penghibur dan pembanding….

  • Mohammad Ihsan

    kalo menurut saya, malah wajar kalo dakwatuna mengungkap kebenaran, bukan seperti media yang lain, menyebarkan isu yang belom di katakan. Kalo istilah orang aceh, media atau wartawan yang tidak jujur itu layak nya lalat berhidung merah, menyebarkan penyakin dimanapun dia hinggap

    • arifhidayat

      Cara terbaik mengungkap kebenaran adalah ikuti cara yg ahsan (ikuti proses hukum dan sangkal di pengadilan, jika ternyata tidak terbukti, perkarakan KPKnya). Menuduh partai lain mendemarketing cenderung ke arah fitnah dan menyebar saling curiga serta permusuhan; lebih baik mencari irisan agenda kebaikan dr partai lain kemudian bersinergi daripada menyangka “partai lain khawatir dan takut kita maju lho” ; Tidak ahsan menuliskan partai lain yang rumahnya kotor melempar kotoran ke rumah PKS, partai santun menjadi konfrontasi tanpa alibi ; Bersih itu baik, tapi komentar merasa bersih itu berbahaya – biarkan KPK dan kuasa hukum LHI membuktikan di Pengadilan; Karena angin ini belum ketemu sumber nya ya jangan langsung teriak dan menebar tuduhan yang belum terverifikasi ; partai-partai mana yang dituduh berjuang dng cara kotor? apa ahsan bilang ini setelah koalisi di banyak Pilkada (bahkan masih dan akan berkoalisi) ; Ketika kita sabar, insya Alloh simpati itu datang. Terakhir, terlalu absurd membandingkan kasus LHI (PKS) dengan Nabi Yusuf a.s., mohon tidak terlalu Mendramatisir dan Merasa SANGAT Sengsara; Ini mungkin baru awal dari cara Alloh memuliakan LHI dan PKS. Ikhwanul Muslimin 75 th begini dan jauh lebih mengerikan. Mereka tetap bekerja, tidak menuding politik konspirasi, tidak berdemo, tidak memberontak; dan pajaknya terbayar: 75 tahun kemudian simpati rakyat pada mereka luar biasa hingga hari ini. Mari mulai belajar dan belajar lagi. Salam Hangat.

      • arifhidayat

        saya hanya mengomentari artikel yang ditulis H. Moh. Sofwan Abbas, MA. ini, bukan berita di Dakwatuna. Karena artikel ini BUKAN BERITA, tapi OPINI.

  • meidiana

    belajar dari sejarah sangat cerdas

  • http://www.facebook.com/eko.hadi.961 Eko Hadi

    kenikmatan dunia adalah cara iblis menggoda orang beriman untuk menemaninya di neraka, berjuang untuk kebaikan dg cara yg tdk baik pasti akan menemui kehancuran. berjuanglah dg iman, hanya iman yg dpt membuat alloh swt menolong kita dan itu sudah dibuktikan oleh para sahabat nabi dalam menyebarkan islam kepelosok dunia.

  • Ismadi

    Sebagai seorang muslim, manakah yang lebih anda percayai? orang yang dalam kesehariannya sangat dekat dengan Qur’an & Sunnah, atau orang2 (media2) yang telah jelas “pro barat” dan “anti Islam”? Ingatlah firman Allah: “maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai
    telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya
    bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam
    dada.” (QS Al Hajj [22]:46 )

  • Irkhamov

    Kalo saya pribadi lebih melihat ini ke subyek yg dipermasalahkan yaitu daging sapi. Merujuk ke link ini jelas sekali bahwa peternak dan pemerintah USA sangat dirugikan dengan distopnya impor sapi dari mereka, dan juga berefek ke Austalia (saudara muda USA) yang dapat kuota cuma 80ribu ton saja setahun. Siapa pelakunya ? Kementan dan Suswono lah tersangkanya, dan PKS lah pengusungnya.
    Sejarah membuktikan bahwa pembunuhan Saddam Husein dan penjajahan Irak oleh USA dengan alasan kepemilikan senjata pemusnah massal WMD oleh Irak adalah isapan jempol yang tak pernah terbukti, dan alih2 pelaku pembuat isunya sendiri sudah mengakuinya. Apa motivasi sebenarnya ? Jawabannya bisa dilihat dari mayoritas kontrak pengusahaan minyak di Irak jatuh ke tangan Halliburton, yang disitu George W Bush dan Dick Cheney menjadi pejabat teras.
    Mengapa uk urusan impor daging tidak menunggu panel WTO ? Butuh waktu lama dan diskusi yg panjang untuk memenangkan panel tersebut sementara para peternak mrk sudah mulai marah atas kuota 0 dari Indonesia. Cargill yang pemain besar sudah merumahkan 2000an orang di prosesing sapi ini karena menurunnya permintaan. Wallahu a’lam bis shawab, ini sekedar pendapat pribadi, saya tidak menafsirkan ayat disini tapi mencoba menampilkan fakta yang insya Allah akurat. Semoga bisa memberi sudut pandang alternatif.

  • http://www.facebook.com/tinu.laberta Tinu Laberta

    ngapa iklan disamping tu, (lazada)
    pake rok mini,
    masukkan : kykny lain kali ati2 klo terima iklan di dakwatuna ini ya, :)

  • narada

    Buat parpol yg ada di negri ini, kalian jual idealis apaupun bila motif orang-orang didalamnya motif cari dunia pasti di tempuh cara dunia ,di negri ini yg penuh penganguran orangnya pun penuh hayalan tinggi,dengan ciri has ramai dengan pamrih tapi sedikit kerja ,padahal bumi ini kalau di hitung Allah cukup menyediakan keperluan untuk mahluknya……………..ikuti aturan Allah baru keinginanmu Allah penuhi………..

    • agus

      HTI…