Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Kenikmatan Allah SWT untuk Kita…

Kenikmatan Allah SWT untuk Kita…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

obsesi-doadakwatuna.com – Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan memohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Tobat”. (QS. An-Nasr: 1-3)

Manusia rentan salah dan khilaf, hingga dia lupa akan bersabar dan lupa akan adanya pertolongan Allah di setiap kesulitan. Sungguh suatu kenikmatan yang Allah berikan di setiap detik, menit dan semuanya Allah berikan yang terbaik untuk kita.

Kita terkadang lupa dengan nikmatnya menghirup udara pagi, makan pagi, mandi dengan segarnya air yang mengalir, hangatnya mentari. Semua itu ada karena Allah yang menciptakan untuk kita. Kita anggap semua yang ada di sekitar kita adalah hal yang sepele saja, hingga berlalu begitu saja. Saat ketidaknyamanan kita dapati hanyalah keluhan yang keluar dari diri kita. Kita sebenarnya mampu untuk lebih baik dari itu semua. Saat penciptaan manusia pada awalnya adalah sebagai seorang khalifah di dunia ini maka, jadilah agen penyelamat atas semua nikmat yang ada.

Allah memberikan nikmat-Nya dengan sangat luar biasa. Kesyukuran saat ketidaknyamanan datang dan kesabaran saat kejayaan adalah bukan hal yang mudah. Tapi Allah memberikan kondisi itu adalah untuk jelas agar kita sabar, ikhlas dan tabah di dalamnya. Semua adalah paket nikmat yang Allah berikan untuk kita, yang perlu disyukuri dan dinikmati dengan apapun bentuknya yang kita terima saat itu.

Wahai saudaraku…

Yang menginginkan untuk membela agama Allah di muka bumi ini…

Yang menginginkan syahid dijalan-Nya

bersabarlah…

Kuatkan kesabaran dan keikhlasan, meski tercabik tubuh dan sakit tak terkira melanda diri ini. Tetaplah bersabar dan selalu dalam barisanmu, lebih mulia diri kita mati dalam keadaan terluka dijalan Allah daripada mati dalam keadaan santai di rumah tanpa memikirkan umat ini. Gelar syuhada itu lebih indah disandang, lebih nikmat dirasa, dan lebih terasa syahdunya cinta.

Saudaraku…

Dalam ketaatan kita kepada Allah maka kita akan memiliki kekuatan yang lebih hebat daripada para musuh-musuh Allah. Kita akan kuat, kokoh dan mampu menyelesaikan semua urusan kita dengan izin Allah. Sungguh kita lemah dan dhaif tanpa bantuan Allah. Mendekatlah semakin dekat dengan-Nya hingga kita rasakan indah dan kuat cinta-Nya untuk kita.

Dan saat ujian dalam dakwah itu datang kepada kita, sesungguhnya itu adalah media dialog Allah dengan kita akan arti sabar, istiqamah dan setia untuk tetap berjalan dan berbaris dalam membela agama-Nya. Semua itu untuk menguji militansi kita dijalan dakwah, saudaraku tetaplah dalam cinta-Nya. Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, dan tidaklah kecintaan Allah itu diwujudkan dalam ujian agar tahu akan kekuatan kita dalam memegang janji kita kepada-Nya.

Kenikmatan cinta terkadang kita rasakan saat ujian itu datang, saat keguncangan menerpa. Kenikmatan itu hadir saat diri ini bermuhasabah, bercinta di sepertiga malamnya, kala hati dan bibir ini basah menyebut nama-Nya. Rasa syukur itu hadir kala kita merasa bahwa diri kita masih dalam cinta-Nya, dan kita memang memerlukan Allah di setiap nafas kita. HANYA Allah sajalah yang mampu mengerti dan menolong kita.

 

Ya Allah saat diri ini memperoleh nikmat dari-Mu…

 

Subhanallah…Alhamdulillah…Allahu Akbar…

diri ini semakin merasa kerdil di hadapan-Mu ya Robb..

 

betapa kenikmatan itu lebiiiiiih banyaaaaak dari yang kuberikan..atas nama-Mu..

 

semoga diri ini tidak lalai di setiap nikmat yang Engkau beri..

dalam bentuk apapun itu..

diri ini merasa tidak mampu berikan lebih baik dari yang telah Kau curahkan..

 

ku yakin Engkau tahu akan cinta ini untuk-Mu..

meski tidak sehebat para rasul-Mu, sahabat-sahabatnya..

tapi diri ini mencoba untuk menjadi yang terBAIK..

tapi diri ini mencoba untuk memberi yang terbaik..

 

kuyakin setiap apapun yang ada dalam diri kami..

 

Engkaulah yang Maha Tahu..

sungguh hati ini basah dengan menyebut nama-Mu..

di setiap nikmat-Mu..

nikmat dalam dakwah dijalan-Mu..

kuingin raih gelar syuhada..
kematian yang baik..akhir cerita yang indah..

raih surga adalah cita-citaku..
Allahu Akbar..

berjuang di jalan dakwah..
menjalin persaudaraan yang indah..

indahnya dakwah..
bagaimana mungkin ku tidak mencintainya..
ada jaminan surga di sana..
ada saudara yang terjalin indah..atas nama cintai-Nya..

semoga akhir yang bahagia..dalam balutan cinta-Nya..
semoga terjaga keistiqamahan..dan selalu terjaga cinta yang indah untuk-Nya

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...Loading...

Tentang

Choiriyah
Nama lengkap Choiriyah, lahir dan besar di kota Malang-Jawa Timur, sekarang tengah menemani suami yang sedang melanjutkan studi di negeri Jiran. Mulai ikut dunia tulis-menulis sejak duduk di bangku SMA, dan menang juara II Karya Ilmiah Remaja di Malang. Saat bekerja di perindustrian Batam, ikut aktif dalam pembuatan buletin dan berita perusahaan se-Asia. Saat ini telah memiliki 2 orang anak, perempuan dan laki-laki. Baru aktif lagi dalam kepenulisan dan bergabung bersama FLP Johor. Aktif dalam organisasi IKMI (Ikatan Keluarga Muslim Indonesia) yang ada di Johor, dan merupakan salah satu dari team media IKMI. Terlibat dalam buku Antologi EMAK GOKIL yang sudah terbit, Kisah Ramadhanku masih belum diterbitkan. Ikut aktif menulis artikel dalam eramuslim tahun 2007-2008. Dan semoga dapat lebih banyak berkarya untuk dakwah bil Qolam.

Lihat Juga

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (selasar.com)

Putusan MK Soal Pernikahan Beda Agama Mendapat Dukungan dari Menag