05:59 - Rabu, 28 Januari 2015
Muhammad Elvandi, Lc

Pandangan Prematur Direktur Pemberitaan Metro TV

Rubrik: Opini | Kontributor: Muhammad Elvandi, Lc - 01/02/13 | 19:17 | 19 Rabbi al-Awwal 1434 H

Suryopratomo, Direktur Pemberitaan Metro TV

Suryopratomo, Direktur Pemberitaan Metro TV

dakwatuna.com - Saya sangat menghormati sebuah media besar nasional seperti Metro, tapi dengan terbitnya tulisan “Pukulan Telak Bagi PKS” yang ditulis oleh Bapak Suryopratomo pada hari Kamis, 31 Januari 2013 WIB ini saya merasa terpanggil untuk meresponnya, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada beliau.

Mengapa tulisan seorang Direktur Pemberitaan Metro TV, tidak memenuhi standarisasi kualitas analisis dan jurnalistik? Saya tidak ingin masuk ke detail persoalan LHI dan KPK tapi sebagai seorang akademisi, saya hanya ingin mengkritisi tulisan tersebut.

Pertama, pandangannya berdasarkan informasi-informasi yang belum final, “Ditahannya Presiden PKS karena kasus korupsi seharusnya menunjukkan bahwa kita tidak pandang bulu dalam menegakkan hokum”, mengapa bisa Bapak Suryopratomo ini jump to conclude dalam menganalisis persoalan dengan jugde korupsi? Padahal proses sedang berlangsung, dan belum tentu hasil akhir seperti yang disebut beliau ‘korupsi’.

Ada perbedaan yang sangat besar antara ditahan karena korupsi dengan ditahan untuk diperiksa: apakah betul terkena korupsi, atau malah tidak bersalah. Itu dua hal yang sangat berbeda, setidaknya itu yang saya pahami dari pada guru-guru jurnalistik Metro.

Kedua, pandangan berdasarkan informasi yang diambil sepotong. “Sebelumnya anggota PKS Misbahkun harus mendekam di dalam penjaran karena kasus korupsi”. Ini jelas reduksi fakta karena secara real dalam kasus Misbakhun, sudah terbukti ketidakbersalahannya.

Ketiga, pandangan berdasarkan isu yang popular tapi tidak terbukti secara faktual. “Kader PKS harus melakukan koreksi total, karena mereka sudah sejak lama disorot memanfaatkan politik untuk kepentingan pribadi atau kelompok. Isu daging impor bukan baru muncul sekarang ini saja. Sudah sejak tahun 2004, beberapa kader mereka dikaitkan dengan isu tersebut.”

Jika kesimpulan akhir KPK dan pengadilan mengatakan bahwa LHI betul melakukan tindak pidana korupsi, barulah tulisan Bapak Suryopratomo itu mempunyai makna. Tapi itu belum terjadi. Atau jika asumsi bahwa sejak dulu kader-kader PKS itu korupsi terbukti, barulah ia bisa berargumen dengannya, tapi itu juga tidak pernah terjadi, sehingga idenya ini berbekal informasi basi yang tidak berbobot.

Yang ada dalam tulisan ini, dalam pengamatan saya, adalah usaha menggunakan informasi-informasi invalid dan parsial untuk diramu dan dikonstruksikan menjadi sebuah pandangan yang dalam bahasa beliau PKS tidak lagi bersih, PKS korupsi, “Namun setelah Presiden PKS terkait persoalan impor daging impor, maka kader PKS tidak bisa lagi hanya menyangkal. Mereka harus melakukan koreksi total.”.

Tapi jika sebuah pandangan itu berbahankan informasi-informasi yang tidak valid, maka pandangan itupun sama cacatnya dan tidak berharga secara ilmiah. Kecuali, jika pandangan cacat itu disebar secara massif, maka ketidakilmiahan itu akan tertutupi, karena itu berarti bukan analisis kondisi yang dicari tapi menyebar isu walaupun itu cacat, untuk kepentingan khusus.

Muhammad Elvandi, Lc

Tentang Muhammad Elvandi, Lc

Muhammad Elvandi lahir di Bandung hari Sabtu tanggal 15 November 1986. Ia memulai pendidikannya di SDN Cibuntu 5 Bandung, selesai tahun 1998, SLTPN 25 Bandung selesai tahun 2001, hingga menuntaskan… [Profil Selengkapnya]

Redaktur: Samin Barkah, Lc

Topik:

Keyword: , , , , ,


Beri Nilai Naskah Ini:

Nilai 1Nilai 2Nilai 3Nilai 4Nilai 5Nilai 6Nilai 7Nilai 8Nilai 9Nilai 10 (61 orang menilai, rata-rata: 9,33 dalam skala 10)
Loading...Loading...


Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
  • muharom

    mantaps.. media memang kadang bersikap standar ganda thd PKS…
    perlu dipantau dan terus dikritisi mas om.. lanjut…

  • Alauddin

    apa salahnya jika kita koreksi..
    toh orang egois adalah orang yang tidak mau mnerima pendapat orang lain…

    yang diinginkan masyarakat sebetulny adalah perbaikan total di pks… bukan mencari kambing hitam….

    namun saya juga berharap agar ada perbaikan yang menyeluruh di pks…..
    terutama adalah agar para kader pks dapat hidup sederhana seperti yang diajarkan Rasulullah saw.

  • http://www.facebook.com/andri.sophanponcow An Sophan

    yap terlihat sekali kepentingannya

  • http://www.facebook.com/rahim.sese Rahim Sese

    Orang yg tdk suka Islam (Partai berbasis Islam) memang gurunya adalah Amerika, sedikit sj alasan maka pasti digunakannya untuk menyerang, tidak perduli itu benar atau salah pokoknya Serang itulah dedengkot yahudi..

  • edy

    dia kan punya kepentingan tuk partainya jadi wajar

  • http://www.facebook.com/ratnobiz Ratno Sunaryo

    Laporkan aja ke dewan Pers.pertama, kebodohan ini berulang-ulang dilakukan oleh METRO TV yang notabenenya SUDAH tidak menjalankan profesionalisme Jurnalistik. padahal Kebanaran itu tidak memihak tapi acapkali pemberitaan melupakan topeng-topeng kebobrokan pada dirinya dan partainya. tak bisa dipungkiri Jurnalisme INDONESIA hancur lebur terlebih Metro TV, sudah tidak menjalankan profesionalisme dalam pemberitaan. awasi terus, dan LAPORKAN ke KPI juga

  • Ramanda

    Merek” itukan hanya memnuhi pesan sponsornya ujung dpt Duit jg,.. biasala jual “Kecap” dan cari muka

  • oreen

    dari mukanya, muka-muka orang JIL…*LOL

    btw, kalo dia saya bilangin gitu, sebel ga ya?? subjektif sih, cuma liat tampang…at least, sama lah kaya’ yang dia tulis ttg kasus di PKS…

  • reni

    emang sih stasiun itu, kalo saya perhatikan kalo berita tentang pks selalu rada sentimen dan dibesar2kan tapi kalo tentang partai lain yang sohibnya beritanya tidak terlalu dibesar2kan padahal kasusnya lebih besar dari masalah pks,saya bukan kader pks , saya cuma orang awam yang senang nonton politik.Tunjukkan dong keprofessionalanmu sebagai stasiun besar di Indonesia.berlaku netral dong dan objektif….dlm menyampaikan berita…

  • http://www.facebook.com/sitanggangbari Dery Van Java

    Wajar saja sang direktur Metro TV berpikiran seperti itu, La wong metro
    tv itu punyanya Bang Surya Paloh (Ketum Partai Nasdem), yg gembar gembor
    Restorasi, lah ternyata skrng jadi pemimpin Otoriter di partainya.
    Pantas saja ditinggalkan anggotanya??? bagaimana mau bersaing dgn yg
    lain dan wajar juga Metro TV kena imbasnya… Diakan paling depan
    mempromosikan Partai Nasdem yg skrng, kalau mereka mengatakan “Pukulan
    Telak Bagi PKS”, maka kata yg pantas untk Partai Nasdem “Layu sebelum
    Berkembang”???? hehehe…

  • http://www.facebook.com/supriatna.doang Supriatna Doang

    Tak satu pun media tv nasional yang berimbang pemberitaannya tentang PKS…terutama METRO TV

  • sanjaya

    Besarnya metro tv nnt runtuh kemudian, masyarakat udh tw ketidak berimbangan dlm setiap pemberitaan

  • Dunia Islam

    Asalamualaikum..

    sebetulnya pendapat beliau ini seharusnya bisa menjadi cambuk bagi kader-kader partai PKS dalam meningkatkan kualitas, dedikasi, dan integritasnya dalam dunia politik.. menurut saya, pematangan kader-kader PKS menjadi seseorang yang berjiwa luhur dan berjiwa kepemimpinan adalah hal yang terpenting untuk membawa PKS menjadi sebuah organisasi massa yang tidak asal dalam bertindak dan memiliki kemampuan mengelola negara dengan lebih baik lagi (anda lihat, masyarakat sedang membutuhkan pemimpin yang berkualitas tinggi yang memperhatikan betul norma-norma dalam bertindak) tentu saja, setelah kejadian ini diharapkan kader-kader yang dihasilkan akan memiliki dedikasi terhadap Al-Islam yang kuat. jadi, jangan anda tersulut dengan apa yang terjadi sekarang, tetap tenang dan memikirkan lengkah nyata apa yang bisa anda lakukan untuk hal ini.. tetaplah tenang dalam berpikir, Allahummawaantum..

    Wallahua’alm bishawwab..

  • DARMAWANSYAH OK

    pks ok

Iklan negatif? Laporkan!
66 queries in 1,408 seconds.