Ketika Langit Menangis Kitapun Tersedu-Sedu
Rubrik: Puisi dan Syair | Oleh: Miyanto - 29/01/13 | 13:30 | 16 Rabbi al-Awwal 1434 H
- 0 Komentar
- 998 hits

malam itu langit menangis sejadi-jadinya
menumpahkan segala keluh kesahnya
menuruni atap yang rapuh termakan usia
menyelinap ke kamar-kamar rumah tua
lalu perlahan namun pasti
ia genangi lantai dan ubin-ubin
inci demi inci
jengkal demi jengkal
meter demi meter
dan,
penuhlah!
meluaplah!
ah…
setelah itu tak lagi langit yang menangis
karena kitapun tersedu-sedu
Topik: diibaratkan ketika langit sedang bersedih
Keyword: kamar, ketika, kita, langit, malam, rumah, sedu, tangis, tua, usia
Beri Nilai Naskah Ini:
Akses http://m.dakwatuna.com/ dimana saja melalui ponsel atau smartphone Anda.
Iklan negatif? Laporkan!
- 998 hits
- Tweet









