Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ketika Langit Menangis Kitapun Tersedu-Sedu

Ketika Langit Menangis Kitapun Tersedu-Sedu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

malam itu langit menangis sejadi-jadinya
menumpahkan segala keluh kesahnya
menuruni atap yang rapuh termakan usia
menyelinap ke kamar-kamar rumah tua

lalu perlahan namun pasti
ia genangi lantai dan ubin-ubin
inci demi inci
jengkal demi jengkal
meter demi meter

dan,
penuhlah!
meluaplah!

ah…
setelah itu tak lagi langit yang menangis
karena kitapun tersedu-sedu

Redaktur: Lurita Putri Permatasari

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...Loading...

Tentang

Anggota Forum Ukhuwah dan Study Islam.

Lihat Juga

Sebuah manuskrip mushaf Al-Qur'an kuno (Akhbar Al-Alam)

Manuskrip Al-Quran Tertua Ada di Jerman, Bagaimana Bisa Sampai di Sana?